Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
OSPEK I


__ADS_3

Jam istirahat telah berakhir. Kini semua murid baru berkumpul di aula mengikuti kegiatan Ospek selanjutnya.


Seusai menunaikan sholat Dzuhur dimusholla Lunaya bergegas berlari menuju aula. Tiba tiba


Brukk...


Lunaya tanpa sengaja menabrak Reza. Reza terjatuh dan tanpa sadar Lunaya pun terjatuh dan berada tepat diatas tubuh Reza.


Keduanya beradu pandang sesaat. Kawan kawan Reza bersorak " Woiii...."


Sorakan itu menyadarkan Lunaya. Ia segera beranjak berdiri karena malu.Wajah Luna tampak merah merona bak kepiting rebus.


Saat beranjak berdiri Lunaya meringis kesakitan


" Auwww..." rambut Lunaya tersangkut dikancing baju Reza.


Reza menikmati pemandangan yang ada dihadapannya. Seolah ada bidadari yang turun dari langit menimpa dirinya.


Mendengar rintihan Lunaya Reza tersadar dan membantu Lunaya berdiri, masih dengan rambut Lunaya yang terkait dibajunya.


Reza mendekat kearah Lunaya. Sesaat dada keduanya berdegup kencang. Ditambah posisi Lunaya sangat dekat dengan Reza.


" Jangan dipaksa ntar rambutmu rontok dan botak" kata Reza datar.


Reza membantu Lunaya menarik rambutnya pelan takut gadis didepannya itu meringis kesakitan.

__ADS_1


Lunaya tetap diam pasrah melihat Reza menarik rambutnya pelan dari kancing bajunya.


Sesaat rambut Lunaya pun sudah terlepas dari kancing Reza. Luna bergegas pergi berlari meninggalkan Reza tanpa berkata sepatah katapun.


Reza membersihkan bajunya yang kotor karena terjatuh sambil mengomel sendiri.


" Bukannya itu gadis yang tadi bertanya letak Musholla padaku" gumam Reza.


" Dasar gadis idiot udah nabrak orang seenaknya sampai membuat bajuku kotor begini langsung maen kabur seenaknya " gerutu Reza makin kesal.


Sementara Luna memasuki aula. Disana semua sudah berkumpul .Ia terdiam karena semua tempat sudah penuh.


" Jangan cuma berdiri mematung disitu non.Tuh masih ada tempat" ucap Tantri sambil memonyongkan wajahnya memberi isyarat pada Lunaya untuk segera duduk.


Lunaya berjalan melintasi Ferdi. Dan kini ia duduk tepat dihadapan Ferdi.


Tugas Ospek hari ini adalah setiap siswa berdiri kedepan memperkenalkan dirinya masing masing dihadapan OSIS dan semua murid.


Hampir semua siswa telah memperkenalkan dirinya satu persatu.


Kini hanya tersisa Lunaya seorang yang belum maju kedepan.


" Siang semuanya... perkenalkan nama saya


LUNAYA MAHYRA NINGRUM "

__ADS_1


bla bla bla.... . setelah memperkenalkan dirinya panjang lebar Lunaya kembali duduk.


" Nama yang cantik " gumam Ferdi yang sesekali mencuri pandang menatap Lunaya.


Berbeda dengan Lunaya. Ia sama sekali tak bergeming sedikitpun tanpa ekspresi seperti biasanya.


*****


Dirumah Atta sudah berkemas dan hendak segera berangkat menuju kota A. Sementara motornya sudah ia paketkan melalui jasa ekspedisi terdekat.


" Sudah mau berangkat sayang?" tanya Lika ibu tiri Atta yang menghampirinya ke teras depan rumah mereka.


" Iya ma... masih nunggu teman nih,, sebentar lagi juga datang. Jawab Atta datar.


" Sayang.... kenapa Atta gak minta mobil ke Ayah aja sih..dari pada pake motor disana nanti kan ribet. Atta kan udah kuliah sekarang sayang ".


" Gak usah ma... Atta lebih suka pakai motor ajah kok untuk kendaraan Atta nanti disana". jawab Atta datar.


Lika memang tidak suka pada Lunaya namun tidak dengan Atta. Mungkin hal itu dikarenakan dirinya tidak memiliki anak laki laki. Jadi walaupun anak tiri Lika menyayangi Atta seperti anak kandungnya sendiri.


Sesaat mobil teman Atta pun datang. Lalu Atta berpamitan dan meninggalkan Lika.


Disekolah jam sudah menunjukkan pukul.16.00. Bel pun berbunyi pertanda kelas sudah usai.


Luna bergegas berjalan menuju area parkir.Dari belakang Reza mengikutinya.

__ADS_1


******


Hai Readers penasaran kan ama kelanjutan Lunaya yang tengah beranjak Remaja.... ikutin kisahnya terus ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š jangan lupa Chat komen like n vote nya.


__ADS_2