Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pertama kali Steve pergi kepasar Tradisional


__ADS_3

Pagi itu jam menunjuk kan pukul setengah empat pagi.Terlihat Steve mengalihkan tangannya yang melingkar dipinggang sang istri.Lalu mencium kening Luna lembut cup " Morning Kiss ". ujar Steve tersenyum membelai pipi sang istri.Steve menjelajahi wajah Luna dengan jari nya dari mata hingga sampai ke bibir.


Saat jemarinya sampai dibibir Gairah Steve muncul setelah satu minggu lebih ia tak merasakan kehangatan tubuh mungil Luna.


Direngkuhnya wajah Luna dan dilumatnya bibir itu tanpa menunggu persetujuan sipemilik yang masih terlelap terlena dibuai mimpi.


Saat merasakan kenyamanan dibibir nya Luna membuka mata.Steve melepas ciuman nya dan tersenyum menatap wajah sang istri yang telah terbangun akibat ulah nakalnya.


" Bie..." ucap Luna dengan suara serak khas bangun tidur." Kamu menginginkan nya bie?" ujar Luna kembali bertanya.Dibalas anggukan oleh Steve.


Melihat sinyal dan kode dari sang istri , Steve pun mencium kening Luna sembari mengucap do'a yang baru beberapa hari ia ketahui dan ia pelajari.


Kemudian percintaan kembali terjadi kala fajar itu.Selesai bercinta Steve menggendong tubuh sang istri yang berbalut selimut menuju kamar mandi kemudian keduanya punandi bersama.


Adzan subuh pun berkumandang dan keduanya melakukan sholat subuh bersama didalam kamar.


Luna mencium punggung tangan Steve dibalas kecupan lembut dikening Luna oleh Steve." Bie aku masak dulu ya nanti kita sarapan bareng papi mami ". ujar Luna hendak membuka mukenahnya dan ingin berdiri.Numun kepalanya kembali pusing membuat Steve segera mendekap tubuh sang istri lalu membawanya ke atas kasur.


" Sayang sebaiknya jangan masak dulu ya biar aku saja yang memasak.Kamu beristirahatlah disini nanti aku panggil jika sarapannya sudah siap ". Steve mengambil selimut baru dari lemari dan menyelimutkan nya ke tubuh sang istri.


" Sayang maafin aku ya , gara gara aku kamu jadi hampir pingsan lagi ". suara Steve terdengar sedih.Tangan nya membelai perut Luna.

__ADS_1


Luna menggenggam tangan Steve dan meletakkan nya dipipinya lalu mencium tangan itu.


" Bie aku yang seharusnya minta maaf karena tidak bisa melayani mu dengan baik ".


Steve meletak kan jarinya dibibir Luna." Stop...jangan berkata seperti itu sayang, kamu seperti ini karena mengandung anak ku seharusnya aku yang meminta maaf karena telah membuatmu tersiksa seperti ini.Aku bersyukur bisa merawat dan menjaga kalian".


Lalu Steve melangkah pergi menuju dapur setelah meninggalkan Luna beristirahat dikamar.


******


Steve terdiam mematung didepan kulkas setelah melihat isi kulkas yang tampak kosong setelah seminggu lebih tidak di isi oleh sang istri.


Steve segera mengambil dompetnya dan mengganti sarung nya dengan celana.Tak lupa pula mengambil dompet serta kunci mobilnya.


Steve membeli beberapa sayur ikan bahkan daging.Walau sebenarnya ini tak pantas dilakukan namun dengan suka rela ia melakukan semua ini demi sang istri dan calon bayinya.Sepertinya Steve benar benar telah menjadi bucin ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ demi Luna dan calon anak yang ada di rahim Luna.


Mobil itu kembali bertolak menuju rumah.Suasana rumah masih sangat sepi karena Andrew dan Mirna masih belum terbangun.Dan Luna masih kembali beristirahat .


Dengan lihainya Steve memainkan alat masak yang ada dihadapannya.Dan berhasil membuat berbagai macam masakan yang baru ia pelajari dari youyube.Entah bagaimana rasanya namun yang pasti masakan itu terlihat menggoda.


Satu setengah jam pun berlalu.Semua masakan telah tertata rapi dimeja makan.Tak lupa pula Steve membuatkan susu hangat untuk Luna.Yang baru ia beli tadi saat melintasi sebuah swalayan yang buka 24 jam .

__ADS_1


Aroma wangi masakan Steve tercium hingga kamar Mirna membuat Mirna dan Andrew terbangun dan mengendus bau asal aroma tersebut.Mata Mirna terkejut saat melihat anak sulungnya tengah berdiri membelakanginya dengan menggunakan celemek sedang mencuci alat masak yang baru diguna kan nya.


Ada rasa keharuan yang terlihat diwajah Mirna.Mulut Mirna masih ternganga saat matanya kembali melihat berbagai masakan yang sudah tersaji dimeja.


Benar benar sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Mirna.Rasa malu sebagai mami yang belum sempurna membuat Mirna menitikan air matanya pagi itu.


" Terimakasih Luna terimakasih sayang ". gumam Mirna berkali kali.Sambil mengahmpiri Steve didapur.


Mirna memeluk tubuh Steve dari belakang dan menangis sesenggukan.Steve berbalik badan menatap sang mami yang tengah terisak dari tangisnya.


" Assalamu'alaikum mih...kenapa mami menangis ". tanya Steve lembut mengusap air mata ibunya.Namun Mirna masih sesenggukan dalam dekapan anak sulungnya.


" Sayang...apa kamu bahagia dengan pernikahan ini ". suara Mirna terdengar lirih .


Steve melepas pelukan Mirna dan menatap sang ibu." Mih...apa yang mami tanyakan.Aku bahagia sangat sangat bahagia mih...aku merasa menjadi pria yang paling beruntung bisa menjadi pendamping bagi Luna istriku.Luna adalah kebahagiaanku mih aku akan menjaga istri dan calon anak ku.Do'a mami dan papi sangat aku harapkan untuk lebih meridhoi pernikahan kami ".


" Tentu saja anak ku...papi dan mami akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan anak anak kami juga istri serta calon bayi kalian ". sahut Andrew dari ambang pintu dapur.


Andrew menghampiri istri dan anak sulungnya kemudian mereka saling berpelukan.


โ—‡โ—‡โ—‡โ—‡โ—‡โ—‡

__ADS_1


**Maaf ya readers author telat update nya karena ada beberapa pekerjaan membuat author sibuk.Terimakasih masih setia menemani kami.Terus nantikan kelanjutan Lunaya dan Steve๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


Jangan lupa komentar like dan Vote nya ya ditunggu!!!!!.Terimakasih๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜โคโคโค**


__ADS_2