
Saat Luna hendak terjatuh Steve dengan sigap menangkap tubuh sang istri dengan sebelah tangannya.Melihat hal itu Haris segera mengambil bayi mereka dari tangan Steve.
" Sini biar om saja yang gendong , sepertinya istrimu perlu istirahat bukankah semalam dia bergadang menemani Aida tentunya dia butuh istirahat ". ujar Haris menepuk pundak Steve.
" Sayang kamu kenapa wajahmu pucat sekali , apa kamu pusing ". tanya Steve yang kini menuntun Luna duduk disofa.
Steve duduk berjongkok dibawah Luna tampak kekhawatiran dalam diri Steve.Steve memeriksa tubuh Luna namun sepertinya istrinya baik baik saja Steve juga memeriksa denyut nadi Luna.
Steve terdiam sejenak tak percaya dan takut apa yang diduganya salah.Meski bukan seorang dokter namun Steve adalah lulusan kedokteran jadi membuatnya tak seberapa panik melihat kondisi sang istri.
" Kenapa denganku bie , kenapa kamu diam ". tanya Luna kebingungan dengan perubahan wajah sang suami yang tadinya cemas kini tersenyum menatap kearahnya.
" Ma..om Haris saya permisi dulu sebaiknya Steve membawa istri Steve untuk periksa kedokter agar dokter bisa memeriksanya lebih lanjut ". pamit Steve yang sedang menuntun Luna beranjak berdiri berjalan menuju arah pintu meninggalkan mereka semua.
" Brother apa kamu yakin aku gak perlu ikut kalian ". tanya Atta menghampiri Steve dan Luna.
" Gak usah kak...kakak tunggu disini saja Luna hanya pusing kok mungkin butuh obat saja setelah itu juga sembuh ". ujar Luna
Keduanya kini telah pergi meninggalkan ruangan Lika .Setelah berjalan melewati beberapa koridor rumah sakit kini langkah Steve tiba disebuah ruang praktek poli kandungan dan obsgyn.
__ADS_1
Steve mendaftar ke perawat disana dan harus menunggu beberapa antrian.Steve dan Luna duduk di kursi tunggu.Tangan Steve menggenggam lembut tangan Luna.Dikecupnya kening Luna yang wajahnya mulai makin pucat.
" Sayang apa kamu masih pusing ". Steve menyandarkan kepala Luna kepundaknya.Dan terus menggenggam tangan sang istri berusaha memberi kekuatan.
Sebenarnya Steve menduga Luna tengah hamil saat ini setelah ia memeriksa denyut nadi sang istri.Namun ia takut salah menduga jadi untuk lebih memastikan dugaannya Steve membawa sang istri ke dokter kandungan.
*****
Giliran antrian Luna pun tiba.Suster mempersilahkan Luna dan steve masuk menuju ruangan.Dokter mempersilahkan Luna tidur di brankar.
" Maaf dok tadi istri saya hampir jatuh pingsan namun saya berhasil menangkap tubuhnya sehingga tak jatuh.Kebetulan saya lulusan fakultas kedokteran juga dan saya memeriksa istri saya sebentar tadi ,dan saya memutuskan untuk membawanya kemari , saya ingin dokter memastikan dugaan saya ". ujar Steve panjang lebar menceritakan kondisi sang istri.
" Baik...saya akan memeriksa istri anda ". ujar dokter yang mengoleskan cairan gel ke perut Luna.
" Dokter benarkah dugaan saya ". suara Steve membuat Luna kebingungan melihat wajah sang suami.Yang tampak terharu.
Dokter Trisna pun tersenyum mengangguk menjawab rasa penasaran Steve." Selamat tuan...istri anda saat ini tengah hamil dua minggu". ujar Dokter Trisna mengulurkan tangannya kearah Steve dan tersenyum.
Dengan spontan dan antusias Steve menjabat tangan dokter Trisna." Terimakasih Dokter...terimakasih Yaa Allah...".
__ADS_1
" Sayang terimakasih akhirnya do'a kita dikabulkan oleh Allah ". ujar Steve yang langsung memeluk tubuh sang istri dan menghujaninya dengan ciuman dikening.
" Bie...maksud dokter aku hamil ". tanya Luna dengan mata berkaca kaca dan memegangi perutnya dengan kedua tangannya.
" Iya sayang benih cinta kita bersemi disini ". ucap steve memegang perut Luna dan tersenyum bahagia.
" Tuan bukankah anda juga seorang dokter jadi pasti tahu kan akan kondisi istri tuan yang rawan dan rentan.Tolong perhatikan kondisi ibu dan janinnya.Sebulan sekali bisa kalian kontrol kembali ". ucap dokter memberikan resep kepada Steve.
Luna dan Steve berjalan keluar meninggalkan ruang praktek tersebut.Setelah berada sedikit jauh dari ruang tersebut Steve menggendong tubuh sang istri berputar putar dan mencium perut sang istri.
" Subhanallah sayang...akhirnya Allah memberi kita kepercayaan dan menitipkan amanahNYA kepada kita ". bisik Steve lembut ketelinga sang istri.
Kabar bahagia itu membuat haru keduanya Steve segera menelfon Atta memberitahukan kabar gembira tersebut.Tak lupa juga segera menelfon Mirna dan papi Andrew.
Hadiah terindah dari Allah saat mereka memutuskan untuk berhijrah menjadi sepasang suami istri yang Sholeh dan Sholihah.Allah Maha Besar dengan segala KuasaNYA.
◇◇◇◇◇
Ayo terus nantikan kelanjutan Lunaya dalam balutan nuansa Islami setelah berhijrah bersama Steve.
__ADS_1
**Jangan Lupa sertakan komentar kalian juga berikan Vote dan like sebanyak banyaknya.
Terimakasih😍😍😍❤❤❤**