
Luna mendongakkan wajahnya mencoba menatap pria menjengkelkan dihadapannya.
Luna terbelalak mengetahui bahwa pria yang dihadapannya adalah yang ia tabrak kemarin.
" Mampusss aku sekarang ". gumam Luna menepuk jidatnya.
Luna berjalan mundur berusaha mencoba menjauh dari Reza namun Reza terus makin mendekat hingga Luna tak bisa mundur lagi karena belakangnya adalah tembok.
" Jangan macem macem kamu " ancam Luna dengan wajah ketus.
Melihat wajah Luna yang makin gugup Reza tersenyum sinis.Sambil menatap wajah Luna secara intens.
" Kalau kamu mau mendapet tanda tangan ku kamu harus minta maaf kepadaku".
Luna mendorong tubuh Reza agar lebih jauh darinya.
Reza terlihat makin geram dengan tingkah murid baru dihadapannya itu.
" Oke... kalau kamu gak mau minta maaf kepadaku... silahkan tinggalkan kelas ini" teriak Reza.
Reza adalah cowok ganteng yang terkenal sangat dingin dan acuh disekolah itu berbalik 180ยฐ dari Ferdi.
Dalam hati Luna ia sangat jengkel dan mengutuk pria dihadapannya itu " Gila..."
Luna tak mau berlama lama berada dikelas itu. Ia mencoba berfikir namun otaknya seakan tiba tiba tumpul tak mampu berfikir apapun.
" Aku minta maaf atas kejadian kemarin kak...aku tahu aku yang salah" ucap Luna pelan namun datar
" Permintaan maafmu kurang tulus" tolak Reza ketus.
Luna tercengang... " Sumpah gila ya ni orang ". gumamnya dalam hati namun kekesalan masih terlihat diwajah Luna.
Luna mencoba mengulang permintaan maafnya dengan lembut dan pelan.
" Maafin kesalahanku kemarin kak...aku benar benar minta maaf". kata Luna kali ini terlihat menyesal.
" Mana yang harus aku tanda tanganin?" tanya Reza ketus dan datar tanpa ekspresi apapun.
Luna berjalan mendekati Reza dan menyodorkan kertas putih yang ada ditangannya pada Reza.
__ADS_1
Reza menandatangani kertas itu dan memberikannya kembali pada Lunaya.
" Terimakasih kak..."
"" Lain kali kalau jalan pakai mata jangan meleng " tandas Reza seakan memperingatkan Luna.
Luna berjalan keluar meninggalkan kelas Reza.
Sementara Reza tampak sudah memaafkan gadis itu.Sambil melipat kedua tangan didadanya ia menatap kepergian Lunaya.
*****
Lunaya berjalan menuju ruangan ketua Osis. Ternyata hanya dirinyalah yang belum mengumpulkan tugasnya hari ini.
Tok.. tok..tok
Luna mengetuk pintu ruangan ketua Osis.
" Eh... kamu Lun.. kok telat ngumpulinnya?" tanya Ferdi penasaran.
" Iya maaf kak " balas Luna menyodorkan kertas putih yang ada ditangannya ke Ferdi.
" Kak Reza gak menyulitkanmu kan?" tanya Ferdi menyelidik dan penasaran.
" Enggak kak". balas Luna lalu berlalu pergi meninggalkan Ferdi.
Entah kenapa Tiap kali berada didekat gadis ini Ferdi merasa senang. Mungkinkah ini yang dinamakan Cinta monyet .
Disisi lain Reza sedang memikirkan Luna. Gadis ini terlihat Jutek dan sombong namun sebernya ia adalah gadis yang lembut.
Tak lama kemudian Reza menepuk dahinya berkali kali. Mencoba menyadarkan dirinya.
" Gila kali aku ya... ngapain kepikiran gadis jutek itu" gumam Reza.
*****
Jam istirahat telah tiba Lunaya berjalan menuju Kantin sekolah.
Seperti biasa ia akan memilih meja paling ujung dipojokan kantin. Kali ini Ferdi yang melihatnya berjalan mendekat ke meja Luna.
__ADS_1
" Boleh gabung" tanya Ferdi dengan senyum manis yang tersungging dibibirnya.
Sementara Luna hanya mengangguk tanpa berkata apapun.
Ferdi duduk didepan Luna dan memesan Bakso seperti biasa.
Luna tampak menikmati makanannya tanpa menghiraukan kehadiran Ferdi.Dengan head set yang masih terpasang ditelinganya.
Ferdi sesekali mencuri pandang ia terpana dengan kecantikan Luna. Tampak hidung yang mancung bibir sexi dan mata yang indah sekali.Membuat Ferdi makin kagum dengan gadis didepannya itu.
Sementara Reza dan kawan kawan berjalan memasuki kantin dan duduk dimeja tengah.
Sesaat Reza melihat Luna yang sedang duduk berhadapan dengan Ferdi Ketua Osis.
Reza menatap dengan tatapan tajam seolah marah pada Ferdi.
" Kukira dia gadis yang berbeda dengan gadis lainnya, ternyata sama saja". gumam Reza dalam hati yang tampak kesal melihat kebersamaan mereka.
Reza berjalan keluar meninggalkan kantin dengan dada yang terasa panas entah apa penyebabnya.Yang jelas Reza gak suka Luna ada di dekat Ferdi.
******
Sementara dikota A Atta juga tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan dikampus barunya.
Atta menyewa sebuah apartemen dikota A yang letaknya tak jauh dari kampus.Hanya membutuhkan waktu tempuh lima belas menit baginya untuk sampai di kampus dengan motor Ninja merah kesayangannya.
Atta sengaja memilih tinggal sendiri di apartemen dari pada kumpul satu apartemen dengan temannya. Itu dikarenakan sifat kakal beradik itu memang lebih suka menyendiri.
******
Ayah Atta juga tengah disibukkan dengan rencana pembukaan Dealer cabang dikota A. Karena Sumarto ingin mempunyai alasan ketika suatu saat dirinya merindukan putra sulung satu satunya, bisa kapan saja datang kekota A.
Perbincangan suami istri ini tanpa sengaja didengarkan oleh Luna yang baru saja tiba dirumah.
Tanpa bermaksud menguping... namun seperti biasa Luna tak menghiraukan percakapan ayah dan ibu tirinya itu.
" Assalamu' alaikum... " Luna mengucap salam sambil berjalan menemui Ayah dan ibu tirinya.Luna mencium tangan keduanya lalu pergi kekamar.
*******
__ADS_1
Hai hai .... Readers semua ๐๐๐๐ jangan lupa Like Coment n Votenya ya.