
Keesokan harinya Luna kembali ceria seperti semula. Bahkan senyuman manisnya terpancar dari raut wajahnya pagi ini saat ia berkaca didepan meja rias dikamarnya. Ya pagi ini Lunaya memang sedikit berdandan karena Bu Dian telah menyuruhnya untuk berpakaian yang rapi dan menarik karena hari ini ia akan tampil didepan saat acara amal disekolahnya.Dan menemani Donatur sekaligus pemilik yayasan disekolah lunaya.
Luna menuruni anak tangga hari ini ia sengaja tidak mengenakan tas seperti biasa karena hari ini tidak ada pelajaran.
" Pagi kakak ku yang Cogan ". ledek Luna sambil berjalan ke arah Atta yang tengah duduk dimeja makan.
" Makanlah kakak udah siapin sarapan buat kamu ". ucap Atta
" Waaahhh.... mimpi apa aku semalem kak , beneran kakak yang masak semua ini ?" tanya Luna penasaran dan membelalakkan matanya melihat menu yang dimasak kakaknya.
Tanpa pikir panjang Luna langsung duduk dan mengambil nasi serta lauk yang sudah ada dimeja makan.
" Kakak gak ngantor ?" tanya luna sambil mengunyah makanan dimulutnya.
" Anak gadis gak baik makan sambil bicara ". ucap Atta sembari mengambi tissue dan mengelap sudut bibir luna yang belepotan karena saos.
Luna hanya cengengesan dan melanjutkan sarapannya. Beberapa menit pun luna telah selesai sarapan pagi.
" Kakak beneran gak ngantor hari ini ?" kakak baik baik saja kan? apa kakak sakit ". ucap luna sambil memegang dahi kakaknya.
Atta menepis tangan luna " Siapa juga yang sakit . Kakak hari ini ada ujian dikampus makanya kakak gak kerja mau mengikuti ujian online . Ngerti ?"
__ADS_1
" Kak Nayra tahu kakak gak ngantor ?" tanya luna balik.
" Ya ntar kakak hubungi dia . Udah jangan bawel lihat tuh jam berapa mau dihukum karena telat kamu ?"
" Hehehe ya udah Luna berangkat dulu bye kakak Assalamu'alaikum ". ucap luna sambil mencium pipi Atta dan menyambar tangan Atta untuk bersalaman. Atta hanya tersenyum geli melihat kelakuan adiknya yang makin hari makin jaim.
*****
Selepas luna berangkat sekolah Atta beranjak kekamar mengambil ponselnya ia mencari daftar kontak Nayra . Setelah melihat namanya ia tekan panggilan.
" Hallo selamat pagi pak Atta ada yang bisa dibantu ". sapa Nayra dari seberang telfon.
" Pagi juga... ehm enggak gua cuma mau bilang hari ini gak ngantor kalau ada hal penting bisa telfon atau nyusul kerumah soalnya hari ini gua ada ujian online dari kampus ". jawab Atta
Telefon pun ditutup oleh Atta. Atta membersekan meja makan lalu kekamarnya untuk segera mandi. Selesai mandi Atta berganti pakaian. Hari ini Atta mengenakan kaos berkerah warna hijau muda dan celana hitam . Ia berjalan menuju ruang keluarga dengan laptopnya.
Tiga puluh menit lagi jadwal ujian online Atta dimulai.
*******
Disekolah....
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi semua murid berbaris berdiri dihalaman sekolah. Begitu juga luna ia tampak berbaris dibarisan paling belakang. Acara pun dimulai suara ricuh para siswa yang begitu ramai kini terdengar hening hanya suara dari mikrofon saat kepala sekolah memberikan sambutan yang terdengar.
" Assalamu'alaikum wr. wb..... Selamat pagi juga salam sejahtera bagi yang beragama lain. Terimakasih banyak kalian telah hadir dalam rangka penggalangan amal sekolah kita. Terimakasih pula kepada Bapak pemilik Yayasan Bapak Andrwe Meikansyah Irawan yang hari ini tidak bisa hadir dan digantikan putera beliau ".
Mendengar nama Meikansyah Irawan luna jadi berfikir " bukannya itu nama keluarga kak Reza jadi pemilik yayasan sekaligus pemilik sekolah ini adalah papi kak Reza ". gumam luna tak percaya yang terkejut sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
" Untuk mempersingkat waktu kepada beliau wakil dari Bapak Andrew kami persilahkan inilah putera sulung pemilik yayasan sekolah kita ini Tuan Steve Meikansyah Irawan . "
Steve naik keatas podium dihalaman sekolah itu untuk memberikan sambutan.Luna yang mendengar nama steve disebut juga saat melihat steve berjalan menuju podium pun kaget ia tersedak salivanya matanya melotot tajam kearah steve.
" Oh Tuhannn.... kenapa harus orang ini lagi ". gumam luna yang kini kakinya tampak lemas wajahnya berubah pias keringat dingin mulai terkucur dari dahinya.Beberapa kali luna menyeka keringat yang keluar dari dahinya dengan tissue.
Steve memberikan sambutan.
" Assalamu'alaikum wr.wb... selamat pagi semua adik adikku. Terimakasih banyak atas sambutannya hari ini. Terimakasih pula kepada Bapak kepala sekolah yang telah membesarkan nama sekolah serta terimakasih kepada semua jajaran guru yang telah turut mendidik dan mencetak generasi penerus yang berprestasi. Hari ini kami sengaja hadir dalam acara penggalangan dana tahunan dan memberikan beasiswa langsung kepada siswa berprestasi disekolah ini. "
Kepala sekolah memanggil nama luna untuk maju kedepan.
" Kepada ananda Lunaya Almahyra Ningrum sebagai salah satu siswa berprestasi dan mencapai nilai tertinggi kami persilahkan tampil maju kedepan.".
" Serrr ". aliran darah luna seakan mengalir deras jantungnya berdegup kencang keringat dingin mengucur disekujur tubuhnya.Luna berjalan perlahan menuju podium. Steve sama sekali tak menyangka jika siswa berprestasi yang akan diberikan beasiswa oleh perusahaan papinya adalah Luna. Gadis yang ia cintai juga adiknya. Mata Steve tak berkedip sedikitpun pandangannya fokus tertuju pada Luna yang perlahan berjalan menghampirinya.
__ADS_1
◇◇◇◇◇◇◇
Jangan lupa Vote Komen dan like ❤ sebanyak banyaknya ya . Terimakasih 😙😙😙❤❤❤