
Jam lima sore Luna tiba di apartemen. Semua belanjaan camilan dan minuman ia taruh di sofa . Ia bergegas lari ke kamar untuk segera mandi karena badannya sudah terasa gerah.
Seusai mandi dengan mengenakan baju santai. Luna menuruni anak tangga.
Luna merebahkan tubuhnya disofa yang terletak diruang keluarga. Ia menonton film kartun kesayangannya. Tangannya mulai ber reaksi membuka satu persatu snack yang sudah ia beli. Sambil sesekali cekikikan melihat kelucuan film yang ditonton.
*******
Adzan maghrib pun tiba. Luna beranjak dari sofa membereskan beberapa bungkusan snack yang baru ia habiskan. Tampaklah terdengar suara pintu terbuka. " Pasti itu kak Atta sudah pulang ". Gumam Luna beranjak menuju arah pintu.
" Kakak... Luna segera mencium tangan Atta dan memeluknya ". Baru pulang kak?? gimana kak tangannya ". tanya Luna sedikit khawatir mengingat luka ditangan Atta.
Atta tersenyum. " Kakak baik baik saja...". ucap Atta sambil mengacak rambut Luna.
Luna pun melingkarkan tangannya dipinggang Atta dengan manja . Lalu keduanya berjalan menuju ruang keluarga.
Luna membuka jas Atta. Kemudian membantu sang kakak membuka sepatunya. Setelah itu ia bergegas kedapur membuat air panas untuk kakak tercintanya untuk mandi.
Setelah dari dapur Luna membawa semua perlengkapan kerja kakaknya barusan ke kamar Atta.
Atta tersenyum bahagia melihat adiknya yang kini telah kembali ceria dan tak memasang muka jutek lagi. Keputusannya untuk membawa Luna pergi dari rumah Lika tampaknya sangat tepat gumam Atta.
******
" Kak airnya sudah siap kakak mandi gih biar seger. Kakak bau ecut ". goda Luna pada Atta dengan menutup hidungnya pura pura kakaknya bau keringat.
Seusai mandi Atta menuju ruangan yang dijadikannya musholla. Disana Luna telah siap dengan mukenahnya menunggu kakaknya.Keduanya pun menunaikan sholat maghrib bersama.
Setelah sholat Luna mencium tangan kakaknya yang kini memakai perban.
__ADS_1
Atta mengajak Luna kerumah Lika.
" Lun malam ini orangtua dari pacar Aida akan datang kerumah mama. Maukah kamu ikut dengan kakak ". tanya Atta menatap kearah Luna lembut.
" Maaf kak besok Luna ada ulangan. Luna gak bisa nemenin kakak. ". ucap Luna menunduk kan pandangannya.Atta mengerti akan sikap Luna itu , ia pun tak ingin memaksanya.
" Baiklah...kalau begitu makan malam kamu pesan saja dari luar. Jangan menunggu kakak makan." ucap Atta sambil menatap Luna.
******
Atta beranjak pergi dari musholla menuju kamarnya ia segera berganti pakaian. Bagaimanapun juga ia adalah calon wali dari Adik adiknya.
Selesai berpakaian Atta keluar dari kamarnya.
" Lun..kakak berangkat jangan keluyuran loh ".
teriak Atta sambil berlalu pergi menuju garasi . Didepan sudah tampak pak Edi menunggu Atta di garasi mobilnya.
" Tidak perlu bersikap seperti itu pak...bapak jauh lebih tua dari saya ". ujar Atta sambil tersungging senyuman dibibirnya dan memasuki mobil.
Kemudian disusul pak Edi.
Mobil Atta menyusuri jalanan kota dan gemerlapnya lampu kota dengan kecepatan sedang. Tiga puluh menit kemudian mobil Atta sudah tiba dihalaman rumah Lika.
Pak Edi bergegas turun membukakan pintu untuk Atta. Atta pun keluar dan memasuki rumah.
" Assalamu'alaikum...." ucap Atta mengolok salam. Sambil berjalan masuk karena pintu rumah memang sudah terbuka.
Mendengar suara Atta Lika dan Aida bergegas menghampirinya.
__ADS_1
" Hei...sudah datang sayang . Kok sendiri mana Luna ". tanya Lika celingukan mencari Luna.
" Maaf Luna besok ada ulangan jadi dia harus belajar ". Ucap Atta datar.
" Ohya ma...boleh saya bicara sebentar pada Aida ". Atta menatap Lika.
" Tentu saja sayang silahkan . Aida ikutlah kakakmu.
Aida pun mengikuti langkah Atta menuju ruang kerja ayahnya dulu.Hati Aida berdegup kencang ia merasa kakak tirinya itu pasti akan memarahinya habis habisan.
Atta duduk disofa beserta Aida.Tampak ruangan itu seakan hampa rindu akan pemiliknya. Atta pun tanpa sadar meneteskan air mata merindukan ayahnya.Hatinya terasa sesak .Aida melihat air mata yang jatuh dipipi kakaknya itu.
" Maafin Aida kak...telah membuat kakak sedih ". ucap Aida bersimpuh dibawah kaki Atta.
Atta mengangkat pundak Aida dan menyuruhnya duduk disofa.
" Duduklah...tak perlu seperti itu. Kakak hanya teringat akan ayah saat berada diruangan ini. Seakan ayah duduk disana melihat kita ". ujar Atta sambil menatap arah kursi kerja ayahnya.
Atta kembali menatap Aida. Meski Aida dulu sering berlaku kasar padanya dan Luna namun Atta tetap bersikap baik karena ia harus memberi contoh yang baik pada adiknya.
Atta menggenggam tangan Aida dengan mata berkaca kaca dan tatapan sendu.
" Dua hari lagi kamu akan segera menikah dengan Adit. Kakak harap kalian akan bahagia.Memang usia kalian belum pantas untuk menikah namun ini akan lebih baik untuk kalian berdua. Aku telah menyuruh Adit untuk bekerja dikantorku sambil melanjutkan kuliahnya. Dan kamu akan melanjutkan sekolahmu kembali sampai anak kamu lahir.
Kakak juga telah menyiapkan sebuah kontrakan untuk kalian tinggal agar Adit bisa leluasa tinggal bersama kamu. Jadilah istri dan ibu yang baik.". Ujar Atta menasehati Aida. Aida yang tampak berkaca kaca kini pun pecah tangisnya. Ia merasa malu akan sikapnya dulu.Aida memeluk Atta.
◇◇◇◇◇◇
**Terimakasih telah setia menunggu Risalah Hati gadis jutek update. Jangan lupa klik Vote dan coment terbaiknya.Serta jangan lupa untuk like ❤ ny.
__ADS_1
Terimakasih😙😙😙😙❤❤❤**