Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Reza Akhirnya mengetahui perasàn Steve


__ADS_3

Waktu terus berjalan jam menunjukkan tengah malam.Luna terlihat sembab matanya karena telah menangis.


" Terimakasih... bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kali?" tanya Steve lembut


Luna tak langsung menjawab pertanyaan Steve. Ia mencoba menghembuskan nafasnya dalam dalam. Kemudian menyunggingkan senyum dibibir indahnya dan mengangguk pelan.


Tampak wajah Steve berubah berbinar seketika. Steve yang tadinya sayu dan kacau kini berubah ceria 180°. Steve menghampiri tubuh luna dan memeluknya erat.


Lagi lagi air mata luna terjatuh derai isak tangis menjadi saksi betapa sakitnya hati luna harus dihadapkan pada pilihan seperti ini.


" Terimakasih....". ucap Steve lembut terdengar ditelinga luna membuat hati luna makin tak karuan.


Steve melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu luna menatapnya dalam dan lekat lalu ia mendaratkan sebuah kecupan dikening luna.


Tubuh luna seakan bergetar hebat walau Reza sering memeluk dan menciumnya namun tubuhnya tak berreaksi seperti saat Steve memeluknya.


" Oh Tuhan perasaan apakah ini...tolong jauhkan dariku ya Tuhan ". pekik jerit hati luna.


" Istirahatlah ". ....Steve pun berjalan meninggalkan Luna seorang diri dikamar. Saat keluar dari ruangan luna Steve bertemu Atta. Ia menghampiri Atta dan bersalaman mengucap terimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah Atta berikan.


Atta pun membalas dengan senyuman.Perlahan tubuh Steve menghilang dari pandangan Atta.


******


Di kediaman Reza


Reza mencari kakaknya ke seluruh sudut ruangan namun tak didapatinya.Ia bertanya pada pelayan dan satpam namun tidak ada yang tahu kemana perginya Steve.

__ADS_1


Sepulang dari rumah sakit Steve pergi kesuatu tempat yaitu ke sebuah bar. Ia tampak telah menghabiskan beberapa botol minuman dan sebuah gelas yang masih berada ditangannya.


Wajahnya sangat kacau mulutnya terus meracau memanggil nama Luna.


Reza mencoba menghubungi ponsel kakaknya namun tak mendapat jawaban. Reza benar benar khawatir karena hari sudah lewat tengah malam.


Reza mencoba melacak keberadaan kakaknya melalui GPS yang memang tidak pernah Steve matikan.


Reza melajukan mobilnya melesat dengan kecepatan tinggi menuju sebuah alamat yang tertera di petunjuk GPS itu.


Tak butuh waktu lama mobil Reza pun telah tiba di parkiran sebuah bar cukup terkenal dikota itu.


Reza langsung masuk, didalam ia terus mencari keberadaan kakanya.Karena lampu remang remang membuat Reza sedikit kesulitan mencari kakaknya.


Steve terus merancau dan berteriak dalam ketidak sadarannya dibawah pengaruh alkohol.


" Luna I Love Youuuuuu ". teriak Steve sambil wajahnya menempel kepermukaan meja dengan kondisi duduk.


" Lu na... I Love You....teriak Steve sambil menangis.


" Aku sangat mencintaimu Luna... tapi kenapa sedikitpun kau tak membalas cintaku. Seburuk itukah aku dimatamu Lunaaa....". teriak Steve . sementara Reza yang kini tengah berdiri disamping kakaknya pun langkahnya terhenti saat mendengar rancauan dari mulut kakak tersayangnya. Bagai petir disiang hari bagi Reza seakan tubuhnya lemas terkulai.


" Lu naaa....aku mencintaimu sangat sangat Luna kenapa Tuhan mempermainkan perasaanku haaahhh???" . keluh Steve dalam rancauan mulutnya.


Reza menghampiri Steve. " Kak...ayo kita pulang ngapain kakak disini ". ujar Reza dengan mata berkaca kaca melihat kondisi kakaknya.Sambil berusaha membuat Steve terjaga dari duduknya. Namun yang ada Steve makin menjadi ocehannya.


Steve mendorong tubuh Reza." *Heh kamu...apa hakmu melarangku hah...aku sangat mencintai luna aku akan terus mengejar cinta luna tak perduli siapa kamu ".

__ADS_1


" Kak sadar kak...ini Reza adik kakak".


" Hah...adik... jika kamu memang afik ku bisakah kau melepas kekasihmu untukku? Hah*...". bentak Steve.


Reza sama sekali tak percaya dan tak menyangka jikalau kakak kesayangannya juga mencintai wanita yang sama ia cintai.


Mulut Reza pun terdiam membisu tak bisa berucap apapun .


" Aku tahu keberadaanku akan membuatmu sedih Luna...tapi setidaknya izinkan aku walau hanya mencinta sendiri. " teriak Steve yang tengah terjatuh dilantai saat hendak berdiri.


Reza segera menghampiri kakaknya dan membangunkannya.


" Lepaskan aku jangan perdulikan aku....biarkan pria malang ini menghabiskan malam ini disiniii...." teriak Steve disamping telinga Reza.


Steve menepis tangan Reza dan tubuhnya masih tergeletak dilantai.


Reza memeluk erat tubuh Steve.


" Ya... Tuhan kenapa aku tidak peka kenapa aku tidak mengetahui jika kakak ku juga mencintai Luna " gumam Reza sambil terisak kecil.


" Jangan perdulikan aku pergilah...biarkan aku membawa cinta yang tak terbalas ini " rancau Steve kembali terdengar ditelinga Reza walau pelan. Reza makin pecah tangisnya.


Sementara Steve sudah tak sadarkan diri dalam pelukan Reza sedangkan bibirnya sambil terus berucap *Luna I Love you.


" Kakak maafkan aku kak... jika kakak mencintainya aku akan merelakan dia untuk kakak* ". ucap Reza dalam tangisnya yang masih mendekap tubuh kakaknya.


Reza mencoba membangunkan tubuh kakaknya kemudian memapahnya berjalan perlahan sembari tangannya melingkar di pinggang Steve dan Steve melingkarkan tangqnnya ke leher belakang Reza dan dipegangi Reza. Berjalan pergi meninggalkan bar. Setelah Reza membayar tagihannya sebelum ia pergi.

__ADS_1


◇◇◇◇◇◇


Ayo terus dukung Author agar lebih semangat berkarya jangan lupa klik Vote dan like ❤ nya ya. Terimakasih 😙😙😍❤❤❤


__ADS_2