Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Mirna dan Andrew terharu


__ADS_3

Mendengar kabar sang menantu sedang hamil Mirna segera memesan ticket pesawat bersama Andrew.Saat itu juga Andrew menyuruh asistennya untuk membatalkan semua jadwalnya selama tiga hari kedepan.


" Pi...mami seneng sekali akhirnya anak kita menemukan kebahagiaannya saat ini , semoga mereka sehat selalu ya pih , mami sudah tidak sabar ingin memeluk menantu mami dan calon cucu mami ". ujar Mirna yang kini tengah duduk dimobil diantar sang sopir menuju bandara bersama Andrew.


" Iya sayang...awalnya aku juga tidak yakin Steve akan bahagia dengan pernikahannya yang karena keadaan terpaksa waktu itu.Tapi Syukurlah mungkin Luna memang jodohnya Steve.Semoga mereka akan menjadi keluarga yang bahagia sampai kakek nenek seperti kita ". kata Andrew menggenggam tangan Mirna.


Sebenarnya Reza ingin ikut juga dengan orang tuanya namun tugas kuliah yang makin padat membuatnya harus menunggu untuk bertemu kakak dan kakak iparnya.


Setelah satu jam melaju membelah jalanan negara F mobil Andrew tiba dibandara.Mirna dan Andrew berjalan menuju pintu utama dengan menenteng koper masing masing.


Dengan tergesa gesa Mirna menyusul langkah Andrew agar tidak tertinggal jauh.Dan kini mereka sudah tiba di ruang chek in. Sepuluh menit kemudian Andrew dan Mirna menaiki awak pesawat.Kini pesawat telah tinggal landas meninggalkan negara F.


*****


" Selamat ya sayang...selamat brother ". suara Atta terdengar terengah engah seperti kehabisan nafas.Pasalnya setelah Steve mengabarinya bahwa Luna sedang hamil, Atta bergegas berlari menuju ruang poli kandungan dimana letak Steve dan Luna saat ini hanya berjarak tiga meter dari poli kandungan.


Atta mencium perut Luna yang masih rata sekali. " Selamat datang calon keponakan ". ucap Atta dengan wajah penuh haru.Atta tak dapat membendung air mata yang kini menetes dipipinya.


" Uncle kenapa nangis ". Luna bersuara menirukan suara anak kecil meledek Atta.

__ADS_1


Steve tertawa terkekeh mendengar suara Luna yang terdengar lucu sekali." Sayang kok gitu sih biarin uncle melepaskan keharuan uncle ya , uncle sangat mencintai kalian ". ujar Atta yang seolah sedang berdialog dengan bayi Luna.


Tangis dan canda tawa diruangan itu terlihat haru sekali.Siang itu Luna dihujani ciuman kebahagiaan oleh sang suami dan kakak tercinta.


*****


Steve menuntun Luna berjalan menuju kamar Aida dibarengi Atta yang baru selesai mengambil obat Luna di apotik rumah sakit.


Ceklek.... suara pintu ruang perawatan kamar Aida yang telah dibuka Steve.Mata Aida dikejutkan oleh kedatangan Luna dan suaminya serta Atta kakaknya.


" Assalamu'alaikum " ucap Luna memberi salam.


" Wa'alaikumsalam ". jawab Aida dan Aditya bersamaan.


Dengan wajah yang dihiasi senyuman Luna menghambur memeluk saudaranya itu.Suatu pemandangan yang hampir tak pernah terjadi setelah bertahun mereka tinggal di atap yang sama selama ini.Suasana haru kembali tercipta diruangan itu.


Luna mengecup kening Aida sembari membelai pucuk kepala Aida. " Sayang selamat ya....kamu hebat , kamu sudah berjuang untuk menjadi seorang ibu ". suara Luna terdengar sedih karena haru.


Ya sembilan bulan kedepan dirinya juga sama akan berjuang seperti yang Aida lakukan saat ini.Dan itu membuat Luna terharu akan perjuangan Aida, mengingat ia pernah melihat bagaimana Aida menahan rasa sakit saat berjuang melahirkan bayinya.

__ADS_1


*****


" Aida beri Luna selamat juga donk , ada kabar baik untuk kalian , Lunaya sedang hamil ". seru Atta dengan wajah dan suara yang terdengar sangat antusias.


" Apa...benar kah kak ". teriak Aida bertanya karena terkejut.


Luna dan Steve saling menatap dan tersenyum mengangguk mengiyakan pertanyaan Aida.


Aida dan Adit seketika menyalami Luna dan Steve bergantian.Memberi ucapan selamat.Akhirnya keluarga Sumartono berbahagia semua meski dengan jalan yang berbeda.


Luna mencoba menggendong bayi Aida yang sedang tertidur lelap sekali.Dibelakangnya Steve memeluknya dari belakang juga mencoba mengajak berdialog baby boh Aida.


" Assalamu'alaikum baby boy ". seru Atta yang juga ikutan memeluk Luna yang sedang menggendong bayi Aida.


" Wa'alaikumsalam...eh uncle semua kenapa meluk aunty aku ". suara Luna kembali meniru suara anak kecil membuat mereka semua yang berada diruangan itu tertawa lepas terkekeh.


Steve Luna dan Atta bergantian menggendong baby boy Aida.Seolah menggilir bayi itu bak piala bergilir.Adit dan Aida saling bertatap merasa bersyukur dan terharu.


Ternyata Aditya mampu mengubah Aida yang dulu sifatnya pemarah sombong dan jahat menjadi sosok wanita yang ramah dan baik hati seperti saat ini.Sungguh suatu karunia bagi Aditya bisa membuat istri tercintanya berubah.

__ADS_1


◇◇◇◇◇◇


Ayok terus dukung Author beri komentar pada tiap Chapter yang telah Up.Jangan lupa klik Vote dan like❤nya.Terimakasih 😍😍😍


__ADS_2