
Hari ini adalah ujian terakhir Luna.Sebelum bel berbunyi tampaklah teman laki laki Luna namun beda kelas menghampiri Luna yang sedari tadi memperhatikan Luna yang sedang duduk sendiri dipojokan taman sekolah.
"Hai Lun..." Sapa Galuh dengan tersenyum dam berdiri didepan Luna.
" Boleh aku duduk??" tanya Galuh
Luna hanya diam tanpa ekspresi namun Galuh langsung duduk tepat disamping Luna meski Luna tidak mempersilahkannya.
Sejenak mereka terdiam. Lalu galuh membuka percakapan.
"Lun sebentar lagi Ujian berakhir kamu rencananya mau nerusin kemana???" Tanya Galuh penuh harap.
Luna tetap terdiam tak membalas pertanyaan Galuh sambil melanjutkan membaca buku.
"Lun jangan Jutek napa sih... aku serius nanya nih, setelah lulus kamu mau nglanjutin SMA dimana??" Galuh terus memandangi Lunaya... Galuh memang kagum pada gadis ini,, secara dia Cantik pintar meski terkenal Juteknya namun Galuh berharap Luna menjawab pertanyaannya.
Belum juga Lunaya menjawab pertanyaan Galuh bell pun berbunyi. Lunaya beranjak berdiri meninggalkan Galuh tanpa sepatah katapun.
Sementara Galuh tetap tersenyum kagum memandangi Lunaya yang telah pergi menuju kelasnya.
*****
"Anak anak hari ini adalah mapel terakhir semoga kalian bisa mengerjakannya dengan lancar " Tukas bu Susan guru pengawas sekolah sebelah yang kebetulan mengawasi kelas Luna hari ini.
__ADS_1
Suasana tampak hening namun beberapa sahabat Luna berbisik bisik meminta jawaban pada Luna dari pertanyaan yang mereka tak tahu.
"Luna..." panggil Delya. " Nomor 11 " bisik Delya .
Seperti biasa Luna memberikan kode pada sahabatnya Delya.
Teman lainnya pun banyak yang meminta bantuan Lunaya. Meski Lunaya Gadis jutek namun ia terbilang suka menolong temannya saat mereka tak bisa menjawab pertanyaan pertanyaan.
Waktu menunjukkan jam 08.30 WIB pertanda 30 menit lagi Ujian akan berakhir.
Luna yang selalu selesai lebih dulu mengoreksi jawabannya.
Guru pengawas itu memperhatikan Lunaya sejak masuk kelas . Meski Bu Susan mengetahui Lunaya membantu beberapa temannya namun Bu Susan terbilang bukan guru yang sadis beliau enjoy orangnya selalu mentolelir muridnya.
Bu Susan menghampiri Lunaya beliau berdiri tepat disampingnya.
" Anak ini benar benar pintar dalam waktu 30 menit mampu menyelesaikan semua soalnya bahkan tak jarang juga diganggu oleh teman temannya bertanya namun semua jawabannya sempurna " Gumam Bu Susan dalam hatinya. Lalu Bu Susan berjalan bergilir menyusuri deratn bangku bangku.
******
Teeetttt teeettt teettt.....
1jam berlalu bel pertanda Ujian telah berakhir pun berbunyi.
__ADS_1
Semua murid antri mengumpulkan semua lembar soal ujiannya.
Lunaya meski selesai duluan namun ia tak pernah berebut antri duluan mengumpulkan lembar soal dan jawabannya.
Dikelas tersisa Bu Susan dan Lunaya. Lunanya mengumpulkan lembar soal dan jawabannya.
Lunaya hendak pergi meninggalkan kelas namun Bu Susan memanggilnya.
"Lunaya kan???" tanya Bu Susan membenarkan tanyanya karena beliau tahu nama Lunaya dari kartu peserta ujian yang tergantung di leher Luna.
"I....Iya saya Lunaya bu...ada apa ?" jawab Lunaya sedikit gugup karena ia merasa akan dihukum karena membantu temannya.
Luna kembali mendekat sambil pandangannya tertunduk dan kedua tangannya dipilin sendiri pertanda takut dan cemas.
" Ibu lihat kamu nampaknya murid yang pandai setelah lulus mau melanjutkan SMA mana???"...serrr....dada Luna lega rasanya ia yang terlihat ketakutan akhirnya bisa bernafas lega mendengar pertanyaan guru pengawas ujiannya itu yang memang adalah Guru sekolah lain.
"Ehmmm...ehmmm Luna belum tahu bu " Jawab Susan setengah gugup.
"Kamu anak yang baik meski kamu pintar tapi kamu tidak sombong kamu bersedia membantu temanmu yang kesulitan mengerjakan soal" ucap Bu Susan sambil tersenyum.
Luna memberanikan dirinya menatap Bu Susan . " Terimakasih bu...ehmmm ibu tidak marah???" tanya Luna.
"Tidak sayang... semoga nanti kamu lulus dengan nilai yang bagus dan diterima disekolah terbaik " Ucap Bu Susan kembali tersenyum.
__ADS_1
Setelah percakapan itupun Lunaya akhirnya keluar dari ruang ujian.
*****