
Reza diam seribu bahasa manakala mendengar ucapan Luna.
" I Love You kak...". ucap Luna kembali.
Reza memeluk Luna kembali. Dan berbisik...
" I Love you too".
Atta nampak tersenyum dari luar melihat adik juteknya akhirnya mau membuka hatinya. Ya memang usia Luna belum pantas untuk berpacaran namum Atta yakin dan percaya pada Reza bahwa ia akan menjaga Cintanya untuk adiknya agar tetap suci.
Setelah saling berpelukan Reza melepaskan pelukan Luna. Reza kembali menatap Luna dalam dalam.
" Cinta.... besok aku harus berangkat untuk melanjutkan kuliah dinegara F .... percayalah aku akan selalu menjaga hatiku untukmu...aku akan selalu menelfonmu... dan tolong jangan bosan bosan menerima telfonku. Karena hanya dengan mendengar suaramu aku akan kembali mendapatkan kekuatan untuk penantian ini. Aku akan pulang saat liburan untuk menjengukmu. Kamu harus melanjutkan hidupmu lebih baik dari sebelumnya. Jangan biarkan air matamu menetes sedikitpun. Kamu harus melanjutkan sekolah dan teruslah berprestasi agar kakak beserta almarhum ayahmu bahagia disana".
Tangis Luna kembali pecah "*hiks...hiksss.hiksss...."
" Hei....Cinta kenapa kamu menangis lagi bukankah aku sudah bilang jangan pernah meneteskan air matamu lagi*". ucap Reza sambil menyeka air mata Luna.
" Ehemmm...." suara Atta menghentikan keromantisan mereka.
" *Besok kamu berangkat jam berapa Za"
" Jam 8 Pesawatku Ta* ". balas Reza.
" Baiklah aku pergi dulu ya... istirahatlah, ingat kata kataku".
Luna tersenyum mengangguk. Dan menatap kepergian Reza.Sementara Atta mengantar Reza sampai parkiran depan. Ditengah tengah jalan Atta menghentikan langkahnya .
" Za.... makasih ya udah ngejagain adik ku dengan sabar selama ini.... dan makasih pula sudah membuatnya tersenyum kembali. Aku percaya kamu pasti akan setia dan ngejaga hati mu. Tolong jangan pernah sakiti dia". tutur Atta dan kembali membuatnya berkaca kaca.
__ADS_1
" Jangan khawatir .... aku janji ". balas Reza.
Keduanya saling berpelukan Lalu Reza segera masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobilnya menuju rumahnya . Atta pun kembali kekamar Luna. Luna sudah terlihat tertidur. Atta mendekati dan menyelimuti Luna. Lalu setelah menunaikan sholat isyak diruangan ia merebahkan tubuhnya di sofa yang ada diruangan itu.
******
Keesokan harinya Luna sudah lebih segar dan sehat. Wajahnya sudah tak pucat lagi. Ia mencari cari kakaknya namun tidak ada. Jam menunjukkan pukul enam pagi. Tiba tiba dari luar terdengar langkah kaki yang tak lain adalah kakaknya Atta dengan membawa bungkusan makanan yang baru dibelinya dari kantin.
" Udah baikan Lun..." tanya Atta sambil mendekati ranjang Luna.Luna menganggukan kepalanya.
" Nih kakak udah bawain makanan buat kamu.Kakak yakin kamu pasti sudah lapar".
Atta lalu menyuapi adiknya dengan telaten. Sampai tak terasa makanan didepannya sudah habis. Luna terlihat lahap sekali.Lalu Atta memanggil perawat untuk memandikan adiknya. Karena Atta tahu adiknya tak akan mahu jika ia yang menyeka .Perawatpun datang. Sesaat kemudian membawa Luna dengan kursi dorong ke kamar mandi.Luna sudah terlihat segar baju pasien pun sudah diganti perawat dengan baju pasien uang baru.
Luna tidak mau kembali keranjangnya. Ia masih duduk dikursi Roda.Begitupun setelah Atta selesai mandi ia mendekati adiknya.
" Yuk... kita jalan jalan". Atta mendorong kursi roda adiknya melewati koridor dan berjalan menuju area parkir menuju Taxi yang memang sengaja telah dipesan Atta saat membeli sarapan .Sebelum membeli sarapan Atta menemui dokter yang merawat Luna. Atta meminta izin sebentar kepada dokter untuk mengajak adiknya keluar jalan jalan.Setelah mendengar permohonan Atta akhirnya dokter mengizinkannya.
" Kita mau kemana kak?" tanya Luna yang masih kebingungan karena kakaknya tak memberitahunya akan membawanya kemana.
" Rahasia..." jawab Atta mengedipkan mata menggoda Luna.Dan Luna pun terdiam penuh tanda tanya.
Selama hampir satu jam Taxi memasuki area parkir dibandara .Atta menggendong adiknya lalu menaruhnya dikursi roda. Atta mendorong kursi roda Luna memasuki pintu keberangkatan.
Reza yang tengah duduk menunggu boarding pass tersenyum mengembang melihat siapa yang datang. Reza berlari menghampiri mereka.
" Atta.... Luna...". teriak Reza tak percaya dengan yang dilihatnya. Luna tersenyum karena kakaknya memberikan kejutan untuknya.
Reza berjongkok didepan kusi roda Luna . Tak henti hentinya Reza tersenyum. Reza menggenggam erat tangan Luna dan mengecup buku buku tangan Luna.
__ADS_1
" Terimakasih... Cinta ". ucap Reza lembut.
" Kakak hati hati ya jaga diri baik baik. Jangan lupa kabarin Luna setelah sampai disana".
Reza mengangguk. Lalu memeluk Luna , kali ini Reza tak memperdulikan kehadiran Atta.
Ia mengecup kening Luna dengan lembut. Atta yang mengetahui hal ini mengerlingkan dahinya dan memicingkan sebelah matanya.
Panggilan boarding pass terdengar... Reza melepaskan pelukan Luna berpamitan untuk berangkat.
Reza berdiri memeluk Atta.
" Aku titip calon istriku ....jaga istriku sampai waktunya tiba ". Bisik Reza menggoda .
Atta menonjok pelan dada Reza dan tersenyum.
" Jangan khawatir aku akan jaga calon istrimu ". ucap Atta menggoda Reza kembali.
Mendengar perkataaan kedua laki laki ini Luna tersenyum malu dan pipinya terlihat memerah.
" Bye Cinta .... I Love You".
Reza pun melambaikan tangannya berjalan menuju ruang boarding pass. Sesaat kemudian punggung Reza tak terlihat.Kini kakak beradik itu kembali pulang ke Rumah Sakit.
◇◇◇◇◇◇
**Hallo Readers terimakasih banyak karena sudah berkenan mampir mengunjungi novelku.
Jangan lupa klik " Vote & Like ❤ "
__ADS_1
Terimakasih.....😙😙😙❤**