
Ceklek... pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Aldi dengan menggunakan handuk sebatas pahanya dan bertelanjan dada.
Aisyah melotot melihat tingkah suaminya itu.
"Abang... kenapa ngak pakai baju sih?" tanya Aisyah.
Aldi tersenyum dan mendekat ke arah sang istri maksud hati ingin mengganggu sang istri.
"Mau.... ngapain ke sini, pake baju sana!" usir Aisyah gagap.
"Ngak Ah gini aja" goda Aldi.
"Abang..." kesal Aisyah.
"Iya iya abang peka baju" ucap Aldi yang melihat sang istri mulai merajuk.
Dan tidak tau malunya dia membuka handuknya dan terpampang nyata tubuh toplesnya dan terlihat belalai gajah Aldi yang masih mengkerut itu.
"Abang...!!" kesal Aisyah.
"Hahaha... " Aldi terbahak mendengar suara teriakan sang istri.
"Dasar ya, abang ini! semakin hari semakin omes!" kesal Aisyah.
"Ngak pa apa dong, kan omesin istri sendiri, klau omesin istri orang baru bahaya" ucap Aldi santai.
Istri cantiknya itu lansung melotot dengan ucapan sang suami.
"Coba aja klau berani!" kesal Aisyah.
"Ya ngak berani lah abang, istri sendiri aja belum bisa di mesumin sama abang, masa mesumin istri orang dulu" ucap Aldi nyeleneh.
"Abang kok lama lama, ngeselin kayak bapak sih!" kesal Aisyah.
"Anaknya Ais..." ucap Aldi.
"Tau ah... Abang ngeselin..." ambek Aisyah.
__ADS_1
Cup...
Satu kecupan mendarat di bibir Aisyah.
"Sudah abang minta maaf sayang" ucap Aldi lembut.
"Yuk... makan" ajak Aldi lagi.
Aldi mengangakat tubuh Aisyah ke atas pangkuannya, dan menyuapi istri cantiknya itu sambil menyuapkan ke mulutnya sendiri dalam satu piring bersama.
"Mau nambah sayang?" tanya Aldi.
"Ngak ah.. sudah kenyang" jawab Aisyah
Aldi mengagukan kepalanya.
"Mau jalan apa mau istirahat..." tanya Aldi.
"Istirahat aja bang, masih pegal" jawab Aisyah.
Membawa Aisyah ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuh sang istri di kasur sana.
"Tidur lah..." ucap Aldi membelai kepala Aisyah.
Aldi terus membelai rambut Aisyah sampai Aisyah tertidur pulas, baru lah Aldi ikut tidur di samping sang istri.
Di tempat lain, Citra menemui Angga.
"Ngga...." tegur Citra.
"Iya kak... tumben ke sini?" tanya Angga bingung.
"Iya sengaja...." jawab Citra duduk di depan Angga.
"Ada apa kak!" tanya Angga yang melihat wajah Citra terlihat sangat bahagia.
"Kakak tadi ketemu sam Aldi" ucap Citra semangat.
__ADS_1
"Kakak ngapain kakak ngak ngapa ngapain Aldi kan?" tanya Angga kaget.
"Ncek... kau ini, ya ngak lah, kakak minta maaf sama Aldi" jujur citra.
"Trus dia maafin kakak ngak?" tanya Angga penasaran.
Citra mengangguk dan tersenyum.
"Iya dia maafin kakak, dan kakak juga meluk dia, senang banget rasanya, kakak juga ketemu sama istrinya, istrinya cantik banget" ucap Citra panjang lebar.
Angga ikut tersenyum mendengar penuturan sang kakak.
"Syukurlah kak" jawab Angga ikut senang.
"Ouh... iya, tadi istrinya juga bilang, klau kangen sama Aldi, kakak boleh datang ke rumahnya, tapi klau siang mereka adanya di Cafe yang lagi viral itu Cafe A&A" jawab Citra.
"Iya kak Aku tau Cafe itu, dan aku suka lihat Aldi di situ" jujur Angga.
""Ha... jadi selama ini kamu tau Aldi ada dimana?' kaget Citra.
"Iya... aku tau apa saja kegiatan Aldi, dan dia kuliah di mana aku tau" ucap Angga yang tidak ingin di sembunyikan dari Citra.
"Trus kenapa kamu ngak ngasih tau kakak selama ini, kan kakak sudah bilang mau cari Aldi" omel Citra.
"Aku takut, kakak akan menyakiti Aldi makanya aku ngak Kasih tau!" ucap Angga.
Citra menganggukan kepalanya, tidak mungkin juga Angga akan kasih tau dimana Aldi berada, ya memang selama ini di sangat jahat sama sang adik.
"Ya sudah klau gitu kakak pulang dulu" ucap Citra bangkit dari duduknya.
"Kok cepat kak, ngak makan dulu" tawar Angga.
"Ngak deh, kakak pengen istirahat capek" jawab Citra berjalan ke pintu ke luar.
Angga melihat sang kaka sampai hilang di pintu itu, dan tersenyum karena kakaknya sudah berubah.
Bersambung...
__ADS_1