
Sepulang dari kampus, Aldi lansung membawa sang istri ke rumah sakit, tadi para Bibinya sudah menelpon Aldi, mengabarkan klau mereka sudah ada di rumah sakit.
"Sayang... ada yang mau Ais beli?" tanya Aldi di sela sela dia menyetir mobil.
"Nanti aja deh, bang... masih kenyang" saut Aisyah, memang tadi saat jam istirahat Aisyah sudah makan nasi pecel dan buah buahan.
"Ya sudah nanti klau di jalan, klau pengen apa bilang ya...?" Aldi melirik sang istri sekilas sambil membelai kepala Aisyah dengan tangan kirinya, sementara tangan kanan sibuk untuk mengendalikan setir mobil.
"Mmm..." jawab Aisyah dengan menganggukan kepalanya.
Tiga puluh menit berkendaraan akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit.
"Yuk..." Ajak Aldi yang sudah membukakan pintu penumpang, mempersilahkan sang istri turun dari mobil.
Mereka masuk bergandengan tangan, perut Aisyah sudah mulai kelihatan sedikit membuncit, Aisyah memakai drees sebatas dengkul berwarna hitam dan memakai sepatu kets, dengan rambut di kuncir tinggi, wajah Aisyah kelihatan imut, seperti pelajar SMP, membuat banyak bisik bisik tak sedap di kuping Aisyah maupun Aldi, namun mereka acuh saja, apa yang di bicarakan oleh orang orang itu tidak benar.
__ADS_1
[ Itu pasangan serasi banget, yang cowok ganteng yang cewek cantik]
[ Kayaknya masih SMP deh, itu yang cewek, masih kecil, gaya pacaran sudah seperti orang dewasa]
[ Lihat deh, itu perut ceweknya buncit, kayak orang hamil ]
[ Begitu tu jadinya anak klau kurang pantauan orang tua, jadi salah pergaulan, masih kecil sudah hamil ]
[ Malu maluin orang tua aja ]
[ Bukan sekolah yang benar, malah hamil di luar nikah, ngak kasihan sama orang tua ]
Banyak bisik bisik orang yang Aldi dan Aisyah dengar, tapi mereka hanya cuek aja masa bodo, yang mereka bicarakan kan ngak benar, mereka sudah menikah, bahkan saat masih duduk di bangku SMA Aisyah sudah sah jadi istri Aldi, sah di mata agama dan negara.
"Di.. Ais...!" panggil seseorang orang dari belakang mereka, Aldi dan Aisyah lansung berhenti, dan menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Loh... Paman kok, ada di sini juga?" heran Aldi dan Aisyah, tadi kan janjinya cuma sama Bibi nya aja ke rumah sakit, kenapa ada pamannya juga yang ikut.
"Kami juga pengen lihat perkembangan cucu kami dong, bahkan Ayah sama Ibu kalian sudah ada noh... di ruang tunggu, kalian baru pulang dari kampus, ngak mampir makan dulu!" tanya Pak Bayu, yang sengaja menekan kan kata kampus, agar orang orang yang berunjing tadi bisa mendengar, kuping dan hati Pak Bayu dan Pak Farhan cukup panas mendengar gunjingan dan tatapan sinis orang orang melihat ke arah Aisyah dan Aldi.
Pak bayu seolah olah memberi tahu, klau Aisyah bukan hamil di luar nikah, Aisyah sudah cukup umur untuk hamil dan bukan hamil karena pergaulan bebas, yang membuat keluarganya malu.
Dan ucapan Pak Bayu itu terbukti ampuh, untuk membungkam mulut usil ibu ibu di sana, yang suka menghujat orang tanpa tau keadaan yang sebenarnya, ibu ibu itu lansung menunduk malu, karena ketahuan membicarakan Aisyah dan Aldi.
Melihat wajah wajah tidak enak dari ibu ibu julid itu, Pak Bayu, dan Pak Burhan lansung tersenyum miring dan berjalan ke poli kandungan, mengikuti Aldi dan Aisyah dari belakang.
"Mak mak... mulutnya benar benar dua" gerutu Pak Farhan kesal.
"Menghujad tanpa tau yang senenar, sudah salah bukannya minta maaf, mala pura pura ngak tau" kesal Pak Bayu juga.
Aldi dan Aisyah hanya terkekeh mendengar gerutuan ke dua pamannya itu, bagi mereka sudah biasa dengan gosip miring gitu, kadang juga bikin kesal juga sih, namun klau di lawan ngak ada habisnya, dan sama saja kita sama mereka.
__ADS_1
Bersambung...