
Sesampai Aldi di Cafe dia mengecek pekerjaan yang sudah seminggu dia tinggalkan.
Namun di luar ada Angga yang sedang mengintai Aldi, dia sudah tidak sabar ingin mencelakai adeknya itu.
"Kemana sih... anak itu, pokonya hari ini gue harus ke temu sama dia, gue mau kasih pelajaran sama dia, sebelum dia celaka dan jadi gembel gue belum puas ngelihat dia" gumam Angga.
"Gara gara dia gue batal beli mobil, gue sampe putus sama pacar gue"
Namun di sana ada Aris yang melihat Angga.
"Ngapain lagi orang itu kesini?" gumam Aris.
Aris terus memperhatikan gerak gerik Angga yang sedang celingak celinguk mencurigakan.
Puk...
"Astaga... loe ngapain ngagetin gue aja sih..." kesal Aris saat Doni menepuk bahunya, dan membuat Aris kaget.
"Loe ngapain serius amat lihat orang itu..." tanya Doni, yang belum tau ke ke beradaan Angga.
"Loe ngak lihat noh... ada si biang rusuh..." tunjuk Aris ke arah Angga.
"Sial... ngapain sih... dia selalu cari gara gara, heran gue sama orang itu, ngak puas puas gangguin Aldi" geram Doni.
"Ya itu setan berwujud manusia, yang selalu bikin orang celaka" dengus Aris.
Tidak lama Aldi keluar dari ruangan kerjanya, dia melihat Aris dan Doni serius melihat seseorang, dia lansung mendekat.
Puk...
Puk...
Tepuk Aldi di bahu ke dua karyawan sekaligus sahabatnya itu.
"Astaga...."
Kaget ke dua temannya.
"Ya Tuhan... lama lama gue bisa mati muda kayak gini, kalian hobi banget ngagetin gue" kesal Aris.
Aldi terkekeh mendengar ocehan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ada apaan sih, sampai serius amat ngelihatnya" kekeh Aldi.
"Noh... ada hantu yang lagi bergentayangan" oceh Aris.
"Ncek... loe ini... mana ada hantu siang bolong" omel Aldi.
"Iya hantunya cuma mau menggentayain loe.." kekeh Aris.
Doni jadi jengah, mendengar celotehan Aris.
"No... loe liat no, ada abang loe" tunjuk Doni.
Aldi melihat kemana arah Doni menunjuk.
"Ngapain lagi sih... dia kesini, heran gue ngak bosan bosannya bikin masalah, dia sudah usir gue, sekarang masih aja ngusik hidup gue" kesal Aldi yang tidak habis pikir dengan kelakuan abangnya itu.
"Loe tenang aja ada kami" tepuk Doni di bahu Aldi.
Huff...
Aldi menghembuskan nafasnya kasar.
"Haiii... pelayan, kesini...!! ngapain kalian di sana, gimana sih kerja kalian!! ada pembeli bukanya di layani, malah bergosip di sana!!" omel Angga yang melihat ke beradaan Aldi.
Aldi berjalan ke arah abangnya, namun di tahan oleh Aris dan Doni.
"Kalian tenang aja, jangan kawatir" ucap Aldi.
"Biar kami yang layani" seru Aris.
"Ngak usah, paling dia pengen gue yang layani" ucap Aldi.
Aldi berjalan menuju meja Angga.
"Mau pesan apa Tuan?!" ucap Aldi sopan, seolah olah tidak mengenal Angga.
"Gue sudah ngak selera pesan makanan di sini!! karyawannya lelet, bukanya melayani pelanggan malah ngerumpi!!" marah Angga memancing ke ributan.
"Maaf klau kami kurang peka Tuan, jadi sekarang anda mau pesan apa?" tanya Aldi sekali lagi, masih dengan sikap hormat.
"Halah... ngak usah cari muka loe, sudah salah baru minta maaf, takut loe ya di pecat dari restoran ini ha... takut jadi gembel loe ya..." teriak Angga.
__ADS_1
"Anda klau mau cari ribut mending keluar pak!" omel salah satu pelayan di sana.
"He... loe ya... lihat pelayan ini, dari tadi hanya ngerumpi di sana, padahal ada pelanggan di sini yang butuh di layani, tapi dia malah asik ngerumpi, ngak melayani pelanggan" teriak Angga.
"Bukannya anda pak, yang ngak mau di layani, dari tadi sudah tiga orang yang bergantian datang ingin melayani anda, namun anda tolak, padahal anda di sini sudah ada setengah jam, tapi tidak ada yang anda pesan, sekarang anda malah cari ribut di sini, mau anda apa sih..." omel karyawan Aldi, yang tidak terima boss nya di salahkan.
"Mana ada, loe jangan mengada ngada, gue belum ada di layani!!" teriak Angga, sengaja membuat orang orang memandang mereka.
"Iya kok pak, dari tadi anda memang ada di sini, tapi ngak mesan satu pun, dan sudah di layani sama mas yang ini, itu dan itu" tunjuk pengungung di sana.
"Iya saya juga lihat kok" saut yang di depan meja Angga.
"Anda lagi sengaja cari gara gara ya?" tuduh seseorang, membuat Angga mati kutu.
"Itu bukannya mas mas yang waktu itu bikin ribut di sini ya..., yang mesan ngak mau bayar" ucap salah satu pengunjung yang mengingat wajah Angga.
"Ohh... iya benar benar itu dia, mau bikin ulah apa lagi dia" oceh pelanggan lainnya.
"Pergi loe mas, apa mau kami keroyok di sini menganggu orang lagi makan aja"
"Iya ngak ada uang buat makan di sini, jangan cari sensasi buat makan gratis di sini!!" teriak pelanggan lainnya.
Syurrr....
Bunyi air yang membasahi tubuh Angga di siram salah satu pengujung Cafe Aldi itu.
"Biar tobat dan sadar mandi pake air kobokan dulu supaya setan setannya keluar" oceh pelanggan yang menyiram Angga.
Hahaha.... suara tawa pengunjung melihat Angga kena guyur.
"Sialan....!! apa apaan ini...!!" marah Angga.
"Pergi dari sini, atau kami tambah" ucap yang lain yang sudah mengangkat kobokan lagi.
Mau tak mau Angga pergi dari pada basah kuyup.
"Huuu... ngak punya urat malu, masih aja suka bikin rusuh" teriak orang orang di dalam.
"Brengsek... kenapa gue apes melulu mau nyelakain anak sialan itu, ada aja yang bela dia" marah Angga.
Bersambung....
__ADS_1
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih..."