
"Ya udah yuk... pesan" ajak Aldi.
Akhirnya mereka memesan makanan sambil ngobrol banyak hal.
Setelah makanan datang dia makan dengan tenang. Aldi begitu terharu bisa makan bareng sang kakak dan abangnya.
Dia juga ikut makan dan sambil sesekali memperhatikan Aisyah makan.
"Mau nambah sayang?!" tanya Aldi kepada Asiyah.
"Ngak ini sudah banyak, Ais nanti mau ajak abang mampir di pasar malam, mau jajan di sana" cengir Aisyah.
Aldi tersenyum dan mengelus kepala sang istri dengan sayang.
"Baik lah... apa sih yang ngak buat tuan putri" kekeh Aldi.
Citra dan Bian memperhatikan bagaimana cara Aldi dan Aisyah saling menyayangi dan memperhatikan satu sama lain, saat Aisyah tidak ingin aldi di celakai, saat Aldi begitu perhatian dengan adik ipar, dia saling menjaga satu sama lain.
"Boleh kami ikut?" tanya Bian.
"Boleh..." jawab Aisyah semangat.
Aldi hanya tersenyum melihat sang istri.
"Baiklah kami ikut" jawab Citra juga semangat, namun dia bingung, mau ke pasar malam tapi pake Rok span dan pakaian kantor.
Aisyah tau apa yang di fikirkan oleh kakak iparnya itu.
"Nanti kakak ganti baju aja di dalam, Ais punya baju cadangan kok, ukuran kita ngak jauh beda kayaknya" ucap Aisyah.
__ADS_1
"Benarkah...?" girang Citra.
"Hmmm..." jawab Aisyah sambil mengangguk.
Aldi hanya tersenyum melihat istri dan kakaknya itu.
Selesai makan Aisyah dan Citra lansung ke dalam ruangan Aldi, dan Aisyah membawa kakak iparnya ke dalam kamar pribadi mereka dan memberikan satu stel baju untuk di pakai oleh Citra.
"Kakak klau mau mandi bisa kok" ucap Aisyah
"Boleh deh, kakak mandi aja sekalian, sudah gerah ini" ucap Citra.
"Ya sudah, ini ada pakaian dalam masih baru kok, belum di pakai sama sekali" Aisyah memberikan pakaian dalam ke Citra.
"Makasih... dek" ucap Citra senang.
Aisyah mengangguk.
Di dalam kamar mandin Citra menangis mengingat kehidupan sang adik dulu bersama mereka sangat menderita dan tidur di gudang berbagi dengan barang barang tidak di pakai dan kasur lantai yang sudah tidak layak pakai.
Dia bersyukur kini adiknya di beri tempat yang layak sama kelurga sang istri.
Puas menangis dia buru buru menyelesaikan mandinya, takut kelamaan Aisyah menunggu.
Aisyah yang menunggu Citra mandi, entah menunggu kelamaan, entah karena kekenyangan dan entah ke capean, dia kembali tertidur pulas di kasur, dengan kaki menjuntai.
Ceklek...
Citra membuka pintu kamar mandi dan kaget melihat Aisyah tidur.
__ADS_1
"Ya ampun... kamu nunggu kelamaan ya dek, sampai ketiduran gini" gumam Citra membelai rambut Aisyah.
"Terimakasih... sudah menerima adik kakak dengan segala kekurangannya, dan terimakasih... sudah membuat dia bahagia" gumam Citra dan mengecup lembut pipi Aisyah.
Citra keluar dari ruangan Aldi, kembali ke meja mereka duduk tadi.
"Aisyah mana kak?" tanya Aldi tidak melihat istrinya bersama Citra.
"Tidur dianya, kelamaan nungguin kakak dianya, ehhh malah ketiduran, kakinya mana menjuntai, kakak ngak kuat mindahinya" kekeh Citra.
"Ya sudah aku pindahin dulu, kakak sama abang mau di sini apa di dalam ruangan aja?" tanya Aldi.
"Di sini aja deh, sekalian mau lihat lihat" jawab Bian.
"Ya sudah... aku tinggal dulu" Aldi berdiri dan pergi meninggal kan kakak dan abangnya di sana, dia masuk ke ruang kerja.
"Ya ampun.... kecapean kamu saya sayang, klau sudah ngatuk dimana pun bisa tidur" kekeh Aldi.
Aldi memindahkan sang istri ke posisi yang lebih nyaman.
Cup....
Cup...
Cup..
Aldi pengecupi seluruh wajah sang istri, sebelum keluar meninggalkan Aisyah, lumayan buat mengerjakan kerjaannya sedikit lagi, sambil menunggu sang istri.
Bersambung....
__ADS_1
Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih...."