
"Auiiisss.... sakit bang" rengek Aisyah mengeluh kepada suami baiknya di dalam ruang bersalin.
"Sabar ya sayang, bentar lagi jagoan kita akan keluar, adek pasti kuat demi jagoan kita, abang sayang sama adek, abang cinta sama adek, istri cantik abang"
Aldi terus membisikan kata kata cinta dan semangat untuk sang istri, Aisyah terus menggenggam tangan Aldi, kadang di remas, kadang di cakar, kadang di cubit oleh istrinya itu, untuk melampiaskan rasa mules di kala menderanya.
Tangan Aldi sudah luka luka di buat oleh sang istri, namun Aldi tidak perduli, biarlah tangan nya sakit, biarlah istrinya melampias segala rasa yanhmg dia rasa kepada Aldi, Aldi menerimanya dengan ikhlas.
Tak lama dokter datang menghampiri Aisyah.
"Ayo Bu... kita lihat, sudah pembukaan berapa, coba di anggkat dan di tekuk kakinya dan di buka pahanya ya bu" titah sang dokter.
Aisyah mengikuti perintah dokter itu.
"Wahhh... pembukaannya sudah sempurna, adeknya sudah ngak sabar untuk ketemu sama mama dan papanya" kekeh sang dokter.
Dan dokter memberi pengarahan dan aba aba, kepada Aisyah, Aisyah di bantu beberapa orang perawat juga, Aldi tetap berada di bagian kepala sang istri.
Dua kali percobaan ngeden, Aisyah belum berhasil
Dan saat ke tiga kalinya, bayi itu lansung ke luar.
Owekkkk...
Owekkk...
Owekkk...
Lengkingan suara jagoan Aldi dan Aisyah itu memenuhi kamar bersalin itu sampai ke luar ruangan, membuat orang orang yang menunggu di luar sana ikutan terlonjak senang.
Mereka yakin dan percaya di dalam sana adalah anak Aisyah dan Aldi yang baru lahir, karena cuma Aisyah di dalam sana.
__ADS_1
"Wahh... selamat Pak, Bu... persis dugaan saat USG dia jagoan, sehat tidak kurang suatu apa pun" ucap Dokter yang menangani Aisyah tersebut sambil tersenyum ke pada Aisyah dan Aldi.
"Alhamdulillah...." ucap Aldi dan Aisyah, air mata mereka tak bisa di bendung, lansung mengalir di pipi mereka, tangis bahagia tercetak di wajah sepasang suami istri itu.
"Terimakasih... sayang Terimakasih sudah ikhlas mengandung dan melahirkan anak abang" ucap Aldi menangis haru dan tak henti hentinya menghujani wajah Aisyah dengan ciumannya.
Aisyah pun tak kalah bahagia, rasa sakit yang dia rasa tadi, hilang dengan sekejap mata, setelah melihat sang anak hadir dengan selamat ke dunia ini.
"Abang... kita sudah benar benar jadi orang tua" ucap Aisyah serak.
"Iya sayang..." ucap Aldi.
"Silahkan di adzan kan anaknya pak, dan ibunya kami bersihkan dulu" ucap Dokter cantik itu.
Aldi dan Aisyah mengangguk tanda mengerti.
Cup...
Sementara itu, tubuh Aisyah di bersihkan oleh perawat dan di beri tiga jahitan di mis v nya Aisyah , membuat Aisyah sedikit menjeri.
Setelah Aldi meng adzan kan anaknya, dia kaget mendengar jeritan sang istri.
"Kenapa sayang" cemas Aldi.
"Ngak cuma sedikit sakit" jawab aisyah dengan muka memerah.
"Apanya yang sakit sayang, bilang sama abang" ucap Aldi, dia tidak mau terjadi apa apa kepada sang istri.
"Itu yang bawah" jawab Aisyah lemes.
"Loh... kok di jahit sus!" pekik aldi kaget.
__ADS_1
"Iya pak.. biar rapat lagi jalan lahirnya" jawab suster.
"Lah klau rapat, saya lewat mana" frustasi Aldi.
Auto perawat lansung tertawa renyah mendengar pertanyaan ambigu Aldi.
Aisyah lansung mencubit gemes tangan Aldi karena malu.
"Auuu... sakit sayang kenapa di cubit" omel Aldi.
"Lagian nanya yang ngak ngak aja" kesal Aisyah.
"Wajar dong abang nanya, klau di jahit semua, ini si jony mau di kasih lewat mana" cemberut Aldi.
"Astaga....suami gue..." keluh Aisyah kesal.
perawat dan bidan terkekeh mendengar perdepatan sepasang suami istri yang kurang wawasan itu.
"Tenang pak, buat bapak, kami tidak menjahit semuanya kok, kami meninggalkannya, dan klau di pake kaya pengantin baru lagin
pokoknya" kekeh bidan itu.
"Ha... syukurlah, ucap Aldi tersenyum lega.
"Tapi tunggu dulu, Bapak harus puas selama 40 hari ke depan, karena masa nifas" kekeh perawat itu.
"Ha... lama amat, ngak bisa discon apa" keluh Aldi lemes.
Aisyah hanya menepuk kepalanya malu, gara gara kelakuan suaminya itu.
Bersambung....
__ADS_1
.