
Beberapa minggu berlalu kini Aisyah sudah selesai melaksanakan ujian Akhirnya, untuk mengisi kekosongan waktunya, Aisyah memilih pergi ke cafe setiap hari.
Klau di rumah juga percuma, ayang bebeb kuliah lagi sibuk sibuknya, karena Aldi juga lagi melaksanakan ujian.
Di cafe dia punya ke giatan membantu para karyawan melayani pelanggan yang akhir akhir ini semangkin ramai.
Ke dua sahabatnya juga ada di cafe, jadilah Aisyah saban hari berada di cafe dari pada suntuk di rumah seorang diri, Aldi pulang kuliah juga langsung pergi ke cafe, walau lelah tapi klau sudah bertemu dengan sang istri cantiknya, rasa lelah langsung hilang begitu saja, lebay amat ya...
Angga sang kaka masih saja belom berhenti mencari gara gara dengan sang adik,
seperti minggu lalu dia berteriak teriak ngak jelas mengatai ngatai Aldi.
"Heh... bocah sialan! gue ngak pesan minuman ini ya! kenapa loe kasih minuman ini begok!! bentak Angga, jelas jelas dia memang memesan minuman tersebut, emang dianya aja pengen cari gara gara.
Semua orang menatap ke arang mereka mendengar teriakan Angga, Aldi masih stay cool, karena merasa dia memang benar ngak ada yang salah.
"Anda memang memesan minuman ini Tuan!! menekankan kata kata tuan, klau tidak mana mungkin saya mengantar ke sini?" ucap Aldi sopan.
"Heh... Dongok mana mungkin gue mesan minuman itu!" masih berkilah.
__ADS_1
"Apa buktinya klau gue mesan minuman itu!! sentak Angga dengan lantang, sudah percaya diri sekali dia, padahal dia lupa klau di cafe tersebut ada cctv dan ada nota yang telah dia tulis, yang oon Aldi apa Angga ya hehehe...
"Klau anda tidak percaya ini notanya, yang sudah anda tulis tadi tuan, seorang pelayan memberikan nota tersebut ke Aldi.
"Bohong itu! mana ada gue bikin nota itu, kalian yang sudah sekokongkol! mana Bos kalian biar gue aduin!!" teriak Angga masih percaya diri.
"Klau anda tidak percaya mari kita lihat cctv! ucap Aldi tegas, Angga yang baru sadar klau di cafe itu ada cctv mulai ciut nyalinya.
"Tidak usah! gue tidak mau buang buang waktu gue saja! gue ngak mau bayar, itu kesalahan kalian!" ucap Angga lalu berdiri, ingin keluar dari cafe tersebut, tapi tidak semudah itu, Aldi menahannya.
"Anda harus bayar tuan! klau tidak saya akan laporkan ke polisi, apa anda ingin berurusan dengan polisi lagi!" tekan Aldi.
Mau tidak mau Angga membayar minuman yang dia pesan tadi, dia menggerutu kesel.
"Ya udah gue bayar! tapi bungkus minumannya, gue ngak mau kalian minum tuh minuman yang udah gue bayar! ucap Angga kesel.
Wuuuuuuu...... Sorak pengunjung, melihat tingkah Angga.
"Bilang aja pengen di minum! ngak usah sok jaim!" kata seorang pengunjung.
__ADS_1
"Haus kali abis teriak teriak!" ucap yang lain.
"Pengen mempermalukan orang, eh malah mempermalukan diri sendiri!" ucap yang lainnya.
"Itu namanya senjata makan tuan!" sambung yang lain lagi.
Angga sungguh kesal dan malu di teriakin oleh orang banyak, dia buru buru keluar dari cafe tersebut.
"Dasar anak sialan bisa bisanya gue di permalukan sama dia! awas aja nanti gue balas loe!!" gumamnya, sambil menaiki mobil, menatap sinis cafe Aldi.
Di dalam cafe Aldi meminta maaf sama pengunjung cafe, yang mengganggu ketenangan mereka sedang makan,
"Maaf Bapak bapak, Ibu ibu sudah mengganggu ketenangan kalian ucap Aldi, sambil menundukan kepala.
"Ngak pa apa mas, bukan kesalahan mas kok? orang tadi aja yang sinting!" ucap para pelanggan.
Setelahnya, kondisi mulai tenang kembali.
Bersambung....
__ADS_1