Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 74


__ADS_3

Di pagi minggu ini, cuaca sangat mendukung untuk orang orang bermalas malasan dari subuh tadi hujan lumayan gede, cuaca dingin melebihi ruangan ber ac.


Aldi yang biasanya getol beberes rumah, hari ini justru ngak mau keluar dari dalam selimut.


Setelah habis shubuh tadi dia masuk kedalam selimut lagi, dingin katanya.


Sekarang dua insan manusia itu malah asik berpelukan ria di dalam selimut, mencari kehangatan masing masing, karena dingingnya cuaca membuat dia malas bergerak.


Aldi menarik sang istri kedalam pelukannya,


tanpa basa basi dia ******* bibir Aisyah,


tangannya sudah bergerak kemana mana,


memang mereka belum melakukan hubungan yang seharusnya suami istri lakukan, tapi mereka sudah biasa melakukan hal tipis tipis.


Mendaki gunung menuruni lembah, sudah biasa Aldi lakukan, walau belum ada pemersatu bangsa.


Dia ingin melakukannya nanti saat Aisyah lulus sma, tapi itu klau ngak khilaf.


Aisyah yang masih setia dalam alam mimpi mulai terusik oleh sang suami.


Karena Aldi berhasil mengelurkan sumber kehidupan manusia dari sarangnya, dan lansung, ya kalian tau lah apa yang harus di lakukan sama Aldi silahkan berhayal sendiri.


Aisyah hanya menikmati apa yang di lakukan sang suami.

__ADS_1


Setelah beberapa jam berlalu, Aldi keluar dari kamar, setelah lebih dulu membersihkan diri di kamar mandi.


Dia langsung menuju dapur, untuk memasak makanan sarapan yang sudah kesiangan.


Sebelum memasak dia menyempat kan diri membuat susu coklat hangat kesukaan sang istri dan teh manis untuknya sendiri.


Aisyah yang baru selesai mandi, menyusul sang suami ke dapurm


"Mau masak apa bang?" tanya Aisyah.


"Nasi goreng aja ya sayang! nanti siang abang pengen bikin tomyam" melirik sang istri.


"Ais bantu ya bang?!" tawar Aisyah.


"Ngak usah duduk sana! udah abang bikinin susu hangat, minum dulu, biar perutnya ngak kosong", ucap Aldi sambil m*****t sekilas bibir ranum sang istri.


"Ok... sambil berlalu mengambil ponselnya di dalam kamar.


Ya sekarang Aisyah sudah bisa berjalan normal, tanpa alat bantu, walau begitu Aldi lebih suka menggendong sang istri seperti koala, kemana mana sudah seperti candu untuknya.


"Abang kata Paman sama Bibi, ngak mau bang!"


Tumben...!" kata Aldi.


"Ngak mau nolak maksudnya" hahaha..

__ADS_1


"Oo... Mulai jahil sekarang ya!? awas nanti abis sama abang kamu!" ucap Aldi sambil memelototkan mata pura pura garangnya.


Aisyah hanya terkekeh, melihat muka kesel sang suami.


Setengah jam berlalu nasi goreng sea food, bikinan Aldi sudah terhidang di meja makanm


Aisyah membantu mencuci perabotan kotor, yang habis di pakai Aldi memasak.


"Sudah sayang! nanti aja di cuci, makan dulu selesai makan baru di cuci semuanya!" ucap Aldi.


"Aaasssiiiiaaapppp Bosku!!!"


Aldi mencium gemes pipi sang istri, ngak pernah bosan untuk dia, membenamkan hidungnya di pipi caby sang istri.


Aisyah makan dengan lahap, tanpa perduli dengan sang suami di depannya yang geleng geleng kepala melihat kelakuannya sang istri makan.


"Makan pelan pelan sayang!?, ngak ada yang mau ambil, ini juga masih ada kenapa makan kayak gitu hmmm!?"


"Siapa suruh masakan abang enak terus! jadi kan mulutnya ngak mau berenti ngunyah!?"


ngeles Aisyah.


Memang masakan Aldi tidak pernah gagal untuk Aisyah, bahkan keluarganya lebih sering makan di sini, Pak Diman dan Bu Sri seminggu dua kali pasti bakal datang buat makan ke sini.


Aldi dan Aisyah malah senang klau keluarganya kumpul di rumah mereka, apa lagi taman belakang sudah di tata ulang sama Aldi membuat siapapun pasti betah di rumah itu.

__ADS_1


Akan tetapi klau sudah ketemu Bapak dan Anak itu sudah pasti ada aja keributan yang mereka lakukan, yang menjadi hiburan gratis buat mereka semua.


Bersambung.....


__ADS_2