
Saat pulang kerja Citra membawa motornya menuju Cafe Bian, tadi Aisyah minta di ambilin Roti bakar dan steak di cafe Bian, dengan senang hati Aisyah memenuhi permintaan adik ipar tercinta itu.
Di pertengahan jalan Angga menghadang motor Citra, membuat Citra ilang ke seimbangan dan terjatuh, untuk tidak parah, dan kebetulan jalanan juga sedang sepi.
"Apa apaan sih loh, bang...!" bentak Citra, dengan menahan nyeri di kaki dan di tangannya, akibat di pepet oleh Angga, Angga bukan merasa bersalah dengan ke adaan Citra dia malah santai aja, ngak perduli Citra luka luka.
"Gue nyari kalian, tapi tidak ada di rumah, malah rumah kalian jual tanpa sepengetahuan gue!" ketus Angga tidak tau diri, dan bukan membatu Citra yang jatuh, malah berdiri dengan gata angkuhnya.
"Apa urusan sama loe, Ibu mau jual rumah kek mau pindah kemana kek, ngak ada urusan sama loe, karena kita tidak ada hubungan!" bentak Citra.
__ADS_1
"Itu urusan gue, gue juga berhak sama rumah itu, itu rumah masa kecil gue, bisa bisanya kalian jual" maki Angga tidak tau diri,siapa dia, anak hasil selingkuhan, di bawa tinggal di rumah orang tua Citra pemberian dari orang tua Ibu Citra pula, bisa bisanya dia bilang ada haknya dia di rumah itu, mau heran tapi itu Angga.
Citra terkekeh mendengar ucapan Angga itu, manusia.
"Woiii... ngaca woi ngaca, hak dari mana loe atas rumah Ibu gue, loe itu anak haram dari bapak gue, yang di bawa oleh bapak ke rumah Ibu gue, dan itu rumah bukan uang dari hasil kerja keras bapak loe, itu rumah pemberian kakek kandung gue, nyadar diri loe anak pungut" sarkas Citra memaki orang yang tidak tau malu di hadapanya itu.
Angga di buat meradang dengan ucapan Citra itu, dia tidak terima atas ucapan Citra memgatai dia anak haram dan dia juga tidak terima dia tidak punya hak atas rumah Bu Isni, karena selama hidupnya dia berada di rumah itu, dan dia merasa punya hak atas rumah Bu Isni itu.
"Ncek... susah sih... Ngasih tau anak yang di buat secara ke adaan ngak jelas, alias dengan ke adaan haram, jadi otaknya juga ikutan koslet, ngak tau di untung, syukur Ibu gue ngerawat loe dari kecil, sampai sebesar ini dan sampai loe kuliah dan kerja di tempat yang bagus, tapi mana balas budi loe, malah loe hianati Ibu gue, klau bukan Ibu gue yang ngerawat loe, gue ngak jamin loe masih hidup sampai sekarang, saat loe kecil di buang sama Ibu loe, tau loe sudah berhasil dan datang dengan banyak penyesalan ngejelek jelekkin Ibu gue yang ngerampas ke bahagian dia, dan sekarang saat dia tau loe sama Bapak loe ngak punya harta benda, dengan sadisnya kalian di buang, enak rasanya hidup terkatung katung tanpa harta Ibu gue! maki Citra.
__ADS_1
"Ouh... iya satu lagi, selama ini loe bilang adik gue sampah bukan, ternyata sekarang loe rasakan jadi sampah yang sebenarnya, dan ternyata adik gue berlian bukan sampah, dan ternyata loe yang sampah, ncek...ncek...!" Citra menggelengkan kepalanya dan menarik sudut bibirnya dan tersenyum miring, seolah olah menghina Angga, Citra puas membalikan kata kata kepada Angga.
Dada Angga naik turun mendengar setiap ucapan yang yang keluar dari mulut Citra, sungguh dia malu, benci marah dengan setiap ucapan Citra, saking marah dan tidak tahan dengan mulut pedas Citra, dia tidak di kasih kesempatan untuk membalikan kata kata, satu lagi dia lupa mau menjawab kata kata Citra dengan apa, akhirnya yang dia punya hanya otot bukan otak, Angga mengangkat tangan dan melayangkan tangan itu ke arah wajah Citra.
Plak...
"Aggkkhhh....."
Bersambung....
__ADS_1
Hai... jangan lupa like komen dan vote ya....