
Keluarga kandung Aldi tergesa gesa pergi kekantor polisi, tak terkecuali Citra dan Bian,
setelah tadi mereka mendapat telepon dari kantor polisi.
Kini mereka sudah berada di ruang tunggu, kantor polisi.
"Kenapa sampai kamu berada di sini Ngga?
apa yang terjadi sebenarnya?" tanya pak Burhan.
Angga terdiam sesaat sebelum bicara, ada rasa takut, tapi tidak ada penyesalan kalau di ingin mencelakai Aldi, yang dia fikirkan orang lain yang tidak sengaja ketabrak olehnya, dasar kaka lucknat emang.
"Jadi.." Angga menceritakan dia sempat bertemu Aldi dan berantam sama Aldi,
berujung dia di usir dari cafe dan sampai dia
menabrak orang.
Citra yang mendengar cerita itu, jadi kaget dan cemas dengan keadaan adiknya, selama ini dia berusaha mencari adiknya sepulang kerja, tapi belum ada hasil, sekali mengetahui keberadaan Aldi malah ingin di celakai oleh abangnya sendiri.
Sementara itu sahabat yang Bima minta tolong ke kantor polisi, baru saja sampai di kantor polisi.
****
Di rumah sakit.
Aisyah sudah di pindahkan keruang rawat, berdampingan dengan ruangan Aldi tapi Aisyah belom siuman.
Sementara Aldi sudah siuman, dia bertanya keadaan Aisyah.
"Pak, Aisyah gimana keadaannya? apa dia baik baik saja? boleh aku melihat Aisyah pak?" tanya Aldi.
__ADS_1
"Aisyah belom siuman, dia masih dalam pengaruh obat bius, sekarang kamu jangan banyak pikiran ya!" saut bu Sri.
"Besok pagi klau Aisyah sudah siuman kita lihat ke ruangannya, dia ada di ruangan sebelah kok, sekarang kamu istirahat dulu?!" ucap bu Sri.
Aldi cuma mengaguk pasrah, entah karena efek obat yang di suntikin suster barusan,
Aldi langsung tertidur.
Sementara di kamar Aisyah, semua keluarga masih berkumpul di dalam dan di luar ruangan, karena terlalu banyak orang ruangannya tidak muat.
"Sekarang semua pada pulang aja, biar yang jaga malam ini Bima sama Ines aja, yang lain istirahat di rumah, kita juga butuh tenaga buat jagain Ais!?" seru Bima sendu.
"Tapi..., belom sempat pak Bayu melanjutkan ucapannya, Bima kembali angkat bicara.
" klau Ais sadar nanti kami akan lansung kasih kabar" lanjut Bima yang tak mau di bantah.
"Dari tadi semuanya belom pada makan, belom mandi, semuanya pada lelah, aku sama Ines akan gantian menjaga Ais, kalian jangan kawatir?!" lanjut Bima.
"Ya sudah kami pulang dulu! klau ada apa apa langsung kabarin?!" kata pak Bayu, dan di anggukin oleh Bima dan Ines.
"Tapi kalian juga belom makan dan ganti baju" saut bi Wati.
"Iya, nanti bima akan beli makan dan di seberang rumah sakit juga ada toko pakaian, nanti Bima beli aja di sana, kasian bolak balik" Ucap Bima.
"Ya sudah kami pulang dulu, jaga Ais, klau ada apa apa lansung hubungi kami!" kata pak Bayu.
Yang lain sudah pada pulang, tinggallah
Ines dan Bima.
"Bang...!? panggil Ines
__ADS_1
Hmmm...!? saut Bima
"Gimana sama yang nabrak Ais bang?
apa udah tau siapa pelakunya?" tanya Ines yang dari tadi tidak tahan ingin tau.
"Sudah!" jawab Bima.
"Siapa? apa kita kenal mereka?" ucap Ines lagi.
"Dia kaka kandung Aldi, sebenarnya bukan Ais targetnya, yang di targetin itu Aldi?!" saut Bima.
"Ya allah... Tega banget sih!! kakanya mau nabrak adek sendiri, ada ya orang kek gitu!!" kesal Ines ngak habis pikir.
"Lah itu bukti nya ada.. !?" balas Bima.
"Ngak bisa di biarin orang kaya gini mah, harus di hukum berat!" cerocos Ines.
"Kamu ngak usah mikirin ini, tadi abang sama paman dan pak Diman udah diskusi, kami punya rencana sendiri buat mereka, jadi adek abang ini jangan banyak mikir" ucap Bima sambil membelai rambut Ines.
"Ya udah abang mau beli makan dulu, kamu mau makan apa?" tanya Bima.
"Aku mau makan nasi goreng, sama minum lemon tea aja deh bang!" jawab Ines.
Di anggukin oleh Bima.
"Sekalian beli peralatan mandi ya bang! badan Ines udah lengket ini" sambil mencium badannya sendiri.
"Ya udah. Abang keluar dulu, kamu jaga Ais!" titah Bima.
"Iya abang !? saut Ines.
__ADS_1
Bersambung..