Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 178


__ADS_3

Di sini lah keluarga besar Aldi dan Aisyah itu berada, di sebuah ruangan VIP di kamar rawat Aisyah dan anak gantengnya.


"Ya ampuunnn... lutuna ponakan Aunty" seru Ines melihat anak Aisyah yang ada dalam gendongan Bu Isni.


"Iya mana guanteng pake banget lagi, hidungnya mancung" seru Sita.


"Aaa jadi pengen punya anak deh..." gemes Ines.


"Cari suami makanya" ledek Pak Diman.


"Belum nemu pak ..." jawab Asal Ines.


"Mau di cariin ngak Nes...?" tanya Pak Diman.


"Ngak ah... klau bapak yang nyariin, nanti di cariin yang aneh aneh lagi" jawab Ines yang masih fokus melihat anak Aldi itu.


Yang lain hanya terkekeh mendengar perdebatan dua orang beda usia itu.


"Ini anak mirip siapa sih ni..?" tanya Citra.


"Mirip mak bapaknya, lihat aja bibir sama mata Aldi yang lainnya mirip Aisyah" celetuk Bi Ineke.


"Iya ya... anaknya adil sama orang tuanya, dia ngak mau orang tuanya sedih atau takut ngak di aku" kekeh sita.


Mendengar celotehan Sita itu, ruangan kembali ramai dengan gelak tawa orang orang yang masih setia, menggerubungi bayi tampan itu.


Aldi dan Aisyah hanya jadi penonton di sana, karena Aisyah yang masih lemas, dan Aldi dengan setia merawat sang istri.


" Makan dulu ya sayang... takut si dedek bangun minta *****, ASI masih sedikit kasian anak kita" tutur Aldi.


Aisyah mengangguk dan menurut apa yang di bilang oleh sang suami.


Aldi dengan sigap membantu menyuapi sang istri.

__ADS_1


"Mau pake apa sayang?" tanya Aldi, karena di sana banyak menu, yang sengaja bibinya bawa dari rumah.


"Pake sayur katuk sama ayam goreng aja bang" saut Aisyah.


Ceklek....


Pintu kamar Aisyah terbuka, dan masuk lah Bian dengan muka cerah nya.


"Halloo... ponakan uncle, selamat datang di dunia tipu tipu ya sayang" seloroh Bian.


"Uncle uncle, uwak cocok nya" ketus Pak Diman.


"Dih, sirik aja Pak Bro..." kekeh Bian memeluk bahu Pak Diman yang sudah di anggap Ayah olehnya.


"Haii... adik ipar abang yang cantik jelita, selamat ya, kamu cepat pulih, abis itu kasih ponakan cewek dua lagi ok" canda Bian tanpa filter dan mengusap kepala Aisyah penuh kasih


"Enak aja! ini aja masih sakit, di minta hamil lagi, di kira Ais kucing apa" sungut Aisyah.


"Abang aja sano yang nikah, malah minta minta anak sama istri Aldi" omel Aldi.


"Ya mau lah... tapi ngak sekarang juga, tiga tahun lagi mungkin" sahut Aldi.


"Kamu nantangin orang aja Bian, trus kamu sendiri kapan?" tegur Pak Diman.


"Nunggu pacar aku gede dulu lah paman, klau sekarang bisa di penjara aku, di kira pedofil" kekeh Bian.


Yang lain hanya memutar mata malas, mereka tau siapa tujuan Bian, klau bukan si Lani.


"Hah sudah lah... klau ngomong sama kamu ngak akan bener" cibir Pak Diman, Bian hanya terkekeh mendengar gerutuan pak Diman itu


"Lah emang klau ngomong sama Bapak kita pernah bener" kekeh Bian, Pak Diman hanya memutar mata malas.


Keluarga mereka hanya geleng gelang kepala, mendengar perdebatan dua orang beda usia itu.

__ADS_1


"Namanya siapa ni Al, Ais" tanya Bian.


"Belum di kasih Bang, nanti aja pas pulang, saat syukuran aja di kasih tau nya" ucap Aldi.


Dan di anggukin oleh yang lain.


Lama mereka berebut menggendong bayi, akhirnya sore menjelang, semua pada izin pulang, kini tinggalah Aldi, Aisyah dan Baby mereka.


"Lucunya dia yang Bang" ucap Aisyah saat memandang wajah tampan nan rupawan sang anak.


"Iya, Seperti Mama nya" kekeh Aldi dan mencium bibir istri cantiknya dengan sayang.


"Terimakasih ya sayang, sudah mau menerima abang, yang banyak kekurangan nya ini, anak yang tak di anggap ini, Aisyah mau menapung kakak, dan mau mengandung buah cinta kita, klau bukan sama Ais, kaka belum tentu akan merasakan kebahagiaan seperti saat ini" ucap Aldi melihat sendu sang istri.


"Aisyah yang Terimakasih sama abang, abang mau menerima anak yatim piatu ini abang mau merawat anak manja ini, abang selalu paham keinginan Ais apa, abang yang tidak pernah berkata kasar sama Ais, seberapa pun salah Ais, abang tak pernah sekali pun meninggikan suara sama Ais"


"Terimakasih suami ku, hidup Ais sempurna bersama kalian" ucap Aisyah berkaca kaca.


Aldi dan Aisyah berpelukan di tengah tengahnya ada si baby gemes.


\*\*\*\*\*TAMAT\*\*\*\*\*


**JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA...


Trimakasih sudah mengikuti karya outhor dan terima kasih atas dukungan nya, jangan lupa mampir di karya outhor lain nya


*Aira si gadis dingin


*Nikah Rahasia


*ketika suami tidak lagi jadi harapan


*Cobalah jadi aku sebentar saja

__ADS_1


Terimakasih bye...bye...😘😘😘**


__ADS_2