
Setelah mendapat kabar dari rumah sakit xx,
baik keluarga pak Bayu, pak Diman, dan bi Wati berlarian di lorong rumah sakit, menuju ruang IGD.
Mereka menunggu di luar dengan gelisah, dalam benaknya apa yang terjadi? kenapa bisa Aldi dan Aisyah kecelakaan bareng.
Beruntung ada saksi mata yang ikut mengantar Aldi dan Aisyah, dia menunggu keluarga korban di IGD.
Saksi mata memberi keterangan, bagai mana kronologi Aisyah kecelakaan, yang sebenarnya sasaran penabrak, adalah Aldi, tapi Aisyah mendorong Aldi kepinggir jalan, Aisyah yang tak sempat menyelamatkan diri akhirnya dia yang jadi korban tabrakan.
Setelah mendengar penjelasan dari saksi mata, bi Wati, Ines,bu Sri, bi Ineke, dan yang lainnya menjerit histeris, dan yang laki laki terkulai lemas, siapa yang ingin berniat jahat sama Aldi tega sekali mereka.
Keluarga Aisyah cemas alang kepalang, karena dengan kejadian Aisyah kecelakaan ini, mengingatkan mereka, pada ke dua orang tua Aisyah yang juga meninggal dunia karena kecelakaan juga.
Mereka menunggu dengan gelisah, sudah setengah jam lebih mereka berada di sana, belum ada satu pun dokter maupun perawat yang keluar dari dalam IGD.
Tak lepas dari mulut mereka merapalkan doa doa dan sholawat, untuk keselamatan Aldi dan Aisyah.
Bima yang sedang tugas, di beri kabar klau Aisya, kecelakaan dia langsung berlari menuju rumah sakit.
"Kenapa Aisyah kecelakaan bu?" dengan nafas yang masih ngos ngosan berlari dari parkiran menuju IGD
Pak Bayu menjelaskan kronologi Aisyah kecelakaan seperti ucapan saksi mata, yang tadi mengantar Aisyah dan Aldi ke rumah sakit.
Bima mengeraskan rahangnya dan tangan terkepal, tak terima adik sepupu kesayangan keluarganya di tabrak.
__ADS_1
Dia langsung menelpon sahabatnya, minta tolong cari tau siapa dalang dari kecelakaan tersebut, dan minta sahabatnya ke kantor polisi xx, mencari tahu semuanya.
Tak selang lama pintu IGD terbuka, keluarlah dokter yang menangani Aisyah dan Aldi dari dalam.
"Keluarga nona Aisyah" tanya Dokter.
"Kami dok. Bagai mana keadaan keponakan saya dok?" Pak Bayu lansung berdiri.
"Saat ini nona Aisyah masih belom sadarkan diri, dia banyak kehilangan darah, Aisyah butuh dua kantong darah, cuma persediaan darah di rumah sakit sedang kurang, ada satu kantong saja, apa di antara kalian ada yang golongan darah sama dengan nona Aisyah? dia membutuhkan golongan darah B" jawab sang dokter.
"Saya dok, ambil darah saya" ucap Bima.
"Mari Pak, ikut dengan saya, kata salah seorang perawat, menuju ruang transfusi darah.
"Nona Aisyah juga harus melakukan operasi, karena kaki sebelah kirinya patah" lanjut sang dokter.
"Baik Pak, kami akan membantu semampu kami, untuk selanjutnya tolong keluarga pasien mengurus ke bagian administrasi, agar operasi cepat di lakukan" lanjut dokter dan di anggukin oleh Pak Bayu.
Tak lama setelah dokter yang menangani Aisyah masuk ke UGD, keluar lah Dokter yang menangani Aldi dari dalam sana.
"Keluarga saudara Aldi!" tanya sang Dokter.
"Saya dok, saya orang tuanya, bagaimana dengan anak saya dok? jawab Pak Diman.
"Saudara Aldi belom sadar dia mendapatkan jahitan di kepala dan luka lecet dan mengalami trauma, mungkin sebentar lagi sadar" ucap dokter.
__ADS_1
"Iya dok, terimakasih atas infoasinya" ucap Pak Diman sedikit lega, namun belum tenang sebelum melihat sang anak.
"Tolong di urus ke administrasinya, setelah saudara Aldi siuman, kami akan memindahkan saudara Aldi keruang rawat" ucap dokter tersebut.
"Baik Dok" jawab Pak Diman dan berlalu dari sana, untuk mengurus administrasi Aldi.
******
Sekarang Aldi sudah siuman dan sudah di pindahkan ke ruang rawat.
Aisyah sedang menjalan kan operasi, dan keluarga menunggu harap harap cemas di luar.
Bima yang baru keluar dari ruang transfusi darah, lansung menuju kamar operasi dan melihat keluarganya menunggu di sana.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, menunggu dengan harap harap cemas di luar.
Sampai akhirnya lampu ruang operasi padam, menandakan operasi telah selesai, tapi belum membuat jantung mereka tenang, kerena belom ada seorang pun dokter keluar dari sana.
cekleekkkk...
Pintu terbuka, keluarlah dokter dari sana, mereka serempak berdiri, menunggu dokter bicara,
"Bagai mana dok keadaan anak kami Dok?tanya pak Bayu tak sabaran.
"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar, tapi pasien belom siuman, mungkin sebentar lagi, kami akan melakukan opservasi dulu, setelah itu, baru di bawa keruang rawat" jawab sang dokter dengan menampilkan senyum.
__ADS_1
"Terima Kasih Dok" ucap mereka serempak.
Bersambung...