Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 24


__ADS_3

Aldi yang masih kesel di kerjai Pak Diman,


dia langsung menyerobot kopi yang ada di depan Pak Diman,lansung meminumnya hingga tandas, setelahnya, dia lansung ngacir


keluar rumah.


Pak Diman yang melihat kopinya, sudah kosong di minum Aldi, lansung berteriak dan mengejar Aldi.


"Hai hai...! Ada apa ini pagi pagi udah ribut ribut!", kata Bu Sri, yang kebingungan, ngak biasanya Aldi yang kalem jadi Hiperaktif gitu.


Aldi yang melihat Bu Sri, langsung lari ke belakang tubuh Bu Sri, menjadikannya tameng, agar tak kena amukan sang bapak.


"Anak bontot mu itu Bu! udah ngabisin kopi Bapak,?!"adu Pak Diman.


Bu Sri melirik Aldi, rasa tak percaya jadi bingung.


Aldi yang di tuduh tak terima, padahal emang kenyataan dia yang ngabisin kopi sang bapak, tapi dia merasa bukan sepenuhnya kesalahan nya,


"lagian Bapak, pagi pagi udah ngerjain aku Bu !?" ikut mengadu ke sang Ibu.


"Emang di kerjain apaan!?" tanya Bu Sri.


Aldi, langsung menceritakan semua kejadian tadi sama Bu Sri.

__ADS_1


Bu Sri, yang mendengar cerita bontotnya


lansung terkekeh.


"Lagian kamu, mau maunya di tipu sama Orang tua itu?!" melirik Pak Diman, dengan ekor matanya.


"Udah lah Pak, kan satu sama jadi ngak usah ribut?!" kata Kanjeng Ratu.


Pak Diman masih belom terima kopinya habis, masih bersungut sungut melihat Aldi.


Aldi yang di lihat seperti itu, lansung memeletin lidah dengan tampang jahilnya,


yang masih bersembunyi di belakang Bu Sri.


"Ya udah yok Bu" Aldi menggandeng tangan Bu sri.


"Di. Itu istri Bapak ya! ngapain kamu gandeng", sungut Pak Diman, "klau mau gandengan cari pacar sana! jangan istri Bapak yang di gandeng!!" kesal Pak Diman.


"Lah biarin istri Bapak, tapi kan ibu aku Pak, klau Bapak lupa?!" saut Aldi.


Pak Diman pergi ke ruang makan, dengan menghentak hentakan kakinya ke lantai, kayak bocah ngak dapat permen.


Padahal dalam hati Pak Diman dan Bu Sri mereka begitu senang, karna anak angkatnya tak lagi membuat jarak dari mereka, ini yang mereka inginkan.

__ADS_1


Bu Sri tadi pagi sudah bikin sarapan nasi goreng , Aldi makan dengan lahap, tanpa memperdulikan orang tuanya, yang sedang melihat Aldi makan tanpa beban tak seperti biasanya, mereka tersenyum tanpa mengganggu Aldi makan.


Ini pemandangan langka buat mereka, bahkan Aldi sendiri tak sadar dengan cara makannya sendiri.


Mereka terharu, semoga kedepannya anak angakat mereka itu selalu hidup Bahagia.


Aldi yang tersadar sudah menghabiskan dua piring nasi, merasa kikuk serta malu sendiri, "maaf" sambil menunduk.


Pak Diman dan Bu Sri langsung tertawa lepas, melihat tingkah malunya Aldi.


"Makan yang banyak nak, untuk ngadapin Hidup yang keras ini butuh Tenaga,


apa lagi ngadepin Orang yang di depan kamu itu!", tunjuk Bu Sri ke sang suami, sambil terkekeh.


"Lah kok Bapak di bawa bawa sih Bu, padahal dari tadi Bapak diam loh ya!?" saut Pak Diman tak terima.


"Ya sudah klau Bapak ngak mau di bawa bawa, tinggal aja sendiri!" saut Bu Sri terkekeh Aldi pun ikut terkekeh.


Pak Diman mendengus tak suka, sambil melanjutkan makan yang tertunda, asekkk....


Selesai makan, seperti biasa Aldi membantu


Bu Sri merapikan meja makan dan membersihkan rungan makan, karna rungan lain sudah di rapikan Bu sri dan Pak Diman Shubuh tadi, saat Aldi masih di kamar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2