
"Citra sama Bian kemana Bu...?" tanya Angga, dia merasa ke dua adiknya itu beberapa bulan ini agak aneh menurutnya.
Citra dan Bian, sering pergi pergi berdua, dan tidak pernah memberi tau kemana mereka pergi, bapak dan ibunya cuek saja, karena ke dua adiknya itu selalu pergi bersama, bahkan mereka bisa tidak pulang beberapa hari, seperti sekarang contohnya, ke dua adiknya tidak pulang.
Sebenarnya dia tidak peduli, tapi aneh saja, ke dua adiknya itu selalu kompak kemana mana dan pulang selalu bareng, membuat Angga mulai curiga.
"Bu... Bian sama Citra kemana sih?" tanya Angga yang mengulang pertanyaannya, karena tadi tidak di sahuti oleh Ibunya, saat mereka sedang duduk santai di ruang tamu.
"Katanya pergi main sama Citra, nginap tau di mana" cuek ibunya.
"Ibu ngak ngerasa apa gitu... sudah beberapa bulan ini mereka selalu pergi berdua, kadang nginap juga suka berdua?" tanya Angga
"Ya biarin aja lah mereka sudah gede ini, mereka juga tau baik buruknya apa, jadi ngak usah khawatir, Citra juga di jagain sama Bian kok" santai Ibunya, ya mana perduli dia anaknya lagi ngapain, sedang apa, yang penting duit lancar selesai.
"Ncek..." Angga berlalu dari ruangan itu, masuk ke kamarnya, percuma saja dia bertanya kepada Ibunya itu, dan lebih parahnya lagi Bapaknya juga cuek.
Namun Angga akan mencari tau semua yang di lakukan oleh Bian dan Citra.
__ADS_1
"Gue akan cari tau mereka, pergi kemana mereka, kenapa sering sekali nginap di luar, di mana mereka nginap?!" Angga bergumam di atas kasur sambil terlentang memandang langit langit kamar.
Sementara orang yang dia gerutuin sedang menikmati kebahagian di rumah Aisyah, mereka sedang BBQ an dan bercanda ria di halaman belakang rumah Aisyah itu.
Sebelum BBQ an Pak Bayu mengajar Bian dan Citra mengaji, Pak Bayu dengan sabar menuntun ke dua anak itu mengaji, Pak Bayu memperlakukan Bian dan Citra sama seperti Aldi, ke dua anak itu butuh bimbingan menuju jalan ke baikan, Pak Bayu melakukan itu.
"Ais mau sosis ngak?" tanya Bian kepada adik iparnya yang sedang bermanja manja di paha Citra, Citra dengan senang hati mengelus kepala adik ipanya itu.
"Mau abang... dua ya..." pinta Aisyah dengan ngangkat tiga jarinya.
"Ncek... itu tiga bumil!" gerutu Bian.
Citra terkekeh mendengar penuturan adik ipar yang sedang tidur tiduran di pahanya itu, lansung mencubit pipi Aisyah gemes.
"Auu... sakit kak!" cemberut Aisyah dengan bibir sudah maju.
"Habis kakak gemes sama kamu, kok bisa ya... anak kecil imut imut kayak kamu sudah nikah" kekeh Citra.
__ADS_1
"Ya bisa lah, kak... ini anak kecil yang sudah bisa buat anak kecil, nih.. buktinya?!' tunjuk Aisyah ke perutnya yang sedikit membuncit itu.
Citra hanya menatap Aisyah males.
"Kakak ngak pengen nikah gitu kak? padah sudah tua loh..." kekeh Aisyah.
"Yaa... jangan bawa bawa umur!" kesal Citra.
Aisyah terkekeh melihat kakak iparnya sewot, karena paling tidak suka ngomong masalah umur.
"Ihh.. nikah itu enak loh kak, bobo ada yang ngelonin, jajan ada yang bayarin, kemana mana ada yang nganterin, sholat ada yang imamin pegel ada yang ngurusin ( tapi klau di urut bukan sekedar urut doang sih, kudu ngurut yang lain juga habis itu, gerutu Aisyah dalam hati ), uh... nikmat mana lagi yang engkau dustakan" ucap Aisyah sombong.
Citra semakin kesal aja di buat oleh adik iparnya itu, sementara Aldi dan Bian hanya terkekeh melihat Citra di kompori sama bumil itu.
"Istri kamu bener bener ya, bisa aja dia bikin kak Citra kesal" oceh Bian yang sedang mengipasi sate, Aldi hanya terkekeh mendengar ocehan Bian.
Malam ini, hanya mereka berempat yang melakukan BBq an, karena Pak Bayu dan Pak Farhan dan keluarg yang lain lagi kondangan entah kemana, jadi tidak bisa ikut, sedangkan Pak Diman lagi ke tempat anaknya ke luar kota.
__ADS_1
Bersambung...