
Di tempat lain, teman teman Aisyah dan Aldi baru saja mendapat kabar, kalau Aisyah dan Aldi kecelakaan, mereka langsung datang ke rumah sakit.
Putri dan Dina baru saja sampai di rumah sakit, saking terburu buru burunya, mereka lupa bertanya Aisyah di rawat di ruang apa, alhasil merek berputar putar tak jelas di lorong rumah sakit itu.
"Ais di ruangan apa sih Din?" tanya Putri.
"Gue ngak tau! dari tadi kan gue cuma ingikutin loe!" jawab Dina nyengir tanpa dosa.
"Haaaaa...! Putri melotot tak percaya dengan jawaban Dina.
"Hu uh, gue cuma ngikutin loe! yang kayak kambing mau lahiran, sampai gue ngos ngosan ngejar loe, gue pikir loe udah tau kamarnya Aisyah, makannya buru buru gitu, jadi ya udah gue ikutin aja" jelas Dina.
Putri mendelik tak suka di samain sama kambing yang mau lahiran, emang salah dia juga sih, yang terlalu buru buru, jadi lupa buat nanya, ya maklum orang kaget karena teman baiknya dapat musibah.
"Ya udah kita tanya sama resepsionis dulu, kaki gue udah mau patah loe ajak lari dari tadi" keluh Dina.
Yang di anggukin sama Putri.
Mereka berjalan ke meja resepsionis.
"maaf mbak mau nanya, ruangan Aisyah Maharani, yang abis kecelakaan kemaren di mana ya mbak?" tanya Dina.
"Tunggu sebentar ya dek, saya cari dulu" jawab petugas tersebut.
__ADS_1
"Aisyah maharani, di ruang flamboyan, kamar tiga dek" jawab petugas setela beberapa saat mencari data Aira.
"Makasih mbak" jawab Dina.
"Sama sama" balas resepsionis itu ramah.
Tok...
Tok...
Assalamualaikum...
Salam Putri dan Dina yang baru sampai di pintu ruangan Aisyah.
Balas orang yang ada di ruangan itu.
"Eh... ada Dina sama Putri, masuk nak!" Bi Wati.
Putri dan Dina masuk ke dalam ruangan Aisyah, dia melihat keadaan Aisyah, mereka langsung menangis.
"Kok bisa gini sih.. oceh Dina, klau gue tau loe akan kayak gini Ais, gue paksa loe pulang sama gue hiks ... hiks..."
Udah ngak pa apa, yang penting Aisyah selamat, itu juga bukan kesalahan kamu kok ndok" saut Bi Wati sambil mengelus pundak Putri.
__ADS_1
"Ini sudah jalannya Aisyah kayak gini" lanjut Bi Wati.
"Kalian tau dari mana Ais berada di rumah sakit?" tanya Bi wati.
"Tadi kami kerumah Ais Bi, trus kata tetangga Ais di rumah sakit, semalam kecelakaan" terang Dina.
Yang di anggukin Bi Wati tanda mengerti.
Di kamar sebelah juga ada teman teman Aldi, yang sedang membezuk Aldi.
"Kok loe bisa kek gini sih bro?" tanya aris.
"Semalam sehabis kita dari cafe, gue mau nyebrang jalan, trus ada yang mau nabrak gue, dan mengalir lah cerita Aldi yang mana dia yang hampir di tabrak abangnya, tapi naasnya bukan Aldi yang kena, akan tetapi Aisyah yang kena tabrak.
"Ya Tuhan... Sebegitu bencinya abang loe Di
Sama loe, ngak ada sedikitpun di hatinya, kasih sayang seorang saudara!!" Doni sampai mengeram kesel.
Jangan di tanya raut muka Rendi, Andi dan Aris.
"Dasar keluarga bejat, gue harap dia dapat balasan setimpal" ucap Aris menggebu gebu.
Di tempat lain, di kantor polisi, Angga, mengeram kesal, kok orang tuanya lama banget datangnya, dia sudah tak betah di dalam tahanan, banyak nyamuk, dingin, tidak ada rasa sesal sedikit pun di wajahnya, yang telah menabrak orang, emang udah jahat ya jahat aja, mana ada rasa kasihan, apa lagi rasa menyesal.
__ADS_1
Bersambung..