
Seminggu sudah Aldi dan Aisyah menghabiskan masa liburnya.
Akhirnya sore itu Aldi dan Aisyah sudah berada di rumah yang seminggu mereka tinggalin.
"Wiidiihhh... udah pulang nih... yang habis hanimun" goda ines yang melihat Aisyah dan Aldi masuk ke rumahnya dan Ines lansung buru buru nyamperin ke dua adiknya itu.
"Ncek... ngak usah ngeledek deh kak" oceh Aisyah yang kesal di goda Ines.
"Hahaha... datang datang kok sewot sih neng.." kekeh Ines.
"Capek tau..." cemberut Aisyah.
"Lagian gaya gayaan ke puncak naik motor, capek kan" oceh Ines.
"Kan pengen nyoba kak, pacaran naik motor, kakak sih... ngak punya pacar, cari pacar gih... ntar rasain enaknya ke puncak pake motor sama pasangan, walau pun capek tapi kan seru" oceh Aisyah.
"Tau ah... kakak mau pulang, bye..." ucap Ines dan berlalu dari rumah Aisyah.
"Dih... ngambek" teriak Aisyah yang masih di dengar oleh Ines.
"Bodo...." balas Ines.
Hahaha... pecah sudah tawa Aisyah.
"Ngeledek kak Ines aja sih sayang" tiba-tiba suaminya sudah ada di samping Aisyah.
"Abisnya datang datang ngegodain aku, sudah tau adek masih capek malah di goda, ya udah sekalian balik di goda, eehh... malah ngambek" kekeh Aisyah.
Aldi ikut terkekeh...
__ADS_1
"Mandi yu..." ajak Rido.
"Yuk... tapi gendong" rengek Aisyah.
Aldi berjalan ke depan dan mengunci pintu rumah, takut ada yang masuk.
Hap...
Aisyah lansung meloncak ke dalam pelukan suami sholehnya itu.
Aldi tidak menyia nyiakan ke sempatan itu untuk ******* bibir Aisyah sampai ke kamar mandi.
Aisyah yang sudah terbawa suasana dan tidak mau kalah, apa lagi mereka sudah seminggu ini merasakan nikmatnya dunia, lansung melakukan itu di kamar mandi dengan durasi lumayan lama, Aisyah yang mulai terbiasa mau maunya melakukan berkali kali dia tidak munafik, dia juga menikmati semua yang di lakukan Aldi.
Selesai mandi plus plus itu Aisyah lansung tertidur pulas di kasur sebelum memakai pakaian.
Entah berapa lama mereka tertidur saat terbangun ruangan itu sudah gelap gulita.
Eeegghh...
Lenguh Aldi, membuka matanya.
"Ya ampun sudah malam rupanya" gumam Aldi, dia bangkit dari kasur dengan tubuh masih pegal.
"Sayang... bangun, sudah malam sayang, kita belum sholat ini" panggil Aldi membangunkan sang suami.
"Eegghhhh...."
"Sudah jam berapa bang" tanya Aisyah dengan suara serak nya.
__ADS_1
"Jam tujuh, kita ke lewat sholat magrib sayang.
"Heee.... kok sudah malam aja sih" gumam Aisyah
"Iya, kita ketiduran sayang..." kekeh Aldi.
Aisyah bangun dan ke kamar mandi. membersihkan kan tubuh nya.
Saat mengaca dia menggeleng kan kepalanya, dada dan perutnya sudah penuh dengan tanda mera, bahunya pun tidak luput dari tanda itu, namun Aldi masih waras tidak membuat di tempat terbuka, bisa habis dia jadi bulan bulanan keluarga gesrek itu.
"Abang... ini badan Ais sudah kayak tato" oceh Aisyah.
Aldi terkekeh saat Aisyah memperlihatkan tubuh yang tidak mulus lagi itu.
Aldi menarik tubuh itu dan kembali menempelkan bibir di bawah pusar Aisyah dan kembali memberi tanda merah di sana.
"ini abang tambahin" ucap Aldi tanpa dosa, dan kabur ke kamar mandi, sebelum di teriakin sang istri.
"Abanggg..." teriak kesal Aisyah melihat ke pergian suami mesumnya itu.
"Dasar vampir main sedot sedot aja" gerutu Aisyah dan memakai pakaiannya dan pergi ke dapur mencari sesuatu di sana, karena perutnya sudah keroncongan.
Ternyata sudah ada makanan di atas meja itu, pasti tadi ada bibinya ke rumah, mengantarkan makanan, Aisyah bersyukur masih mempunyai bibi dan paman yang sangat perduli dengan dirinya dan suami tercinta Aisyah itu.
Bersambung....
Hai.... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih..."
__ADS_1