Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Ban 161


__ADS_3

"Bu, kami berangkat ya..." izin Aldi dan aisyah, saat mereka akan berangkat ke kampus.


"Iya, hati hati kalian, nanti bu tunggu di rumah sakit ya" tutur Bu Isni, hari ini jadwal Aisyah kontrol kandungan, setiap ****** pasti ada aja yang selalu mengikuti mereka, tidak pernah mereka akan pergi sendiri.


"Iya, bu, nanti kita berkabar aja siapa yang duluan sampai di rumah sakit" pungkas Aldi.


"Baik lah...." ucap Bu Isni melepas anak anaknya berangkat kuliah dan bekerja.


Selepas kepergian anaknya, Bu Isni lansung berubah sendu, ada rasa penyesalan yang sangat besar dalam dirinya, yang telah menyia nyiakan Aldi selama ini, untuk anaknya itu mau menerima maafnya.


"Loh... Bu ee.. ngopo toh, ngelamun di sini" tegur mbok yem, yang hendak membuang sampah, malah melihat ibu majikannya itu sedang melamun di depan pintu.

__ADS_1


"Ehh... mbok, ngak kok mbok, cuma teringat sama perlakuan saya sama Aldi dulu mbok, betapa bejat dan jahatnya saya, tidak mengakui Aldi anak saya, bahkan dia hidup di rumah saya seperti orang menumpang, cari makan sendiri, biaya sekolah sendiri, sakit juga dia derita sendiri, betapa tak punya hatinya saya mbok" tutur Bu Isni berurai air mata.


"Sudah toh bu ee..., jangan di pikirkan lagi toh, semua bukan salah ibu toh, ini semua salah manta suami dan anak sambung ibu toh" lerai si mbok.


"Iya sih, tapi dengan bodohnya saya menuruti permintaan mereka, tampa memikirkan perasaan anak saya" sendu Bu Isni.


"Yang penting Ibu sekarang kan sudah berubah, dan Mas Aldi juga memaafkan Ibu, jadi ndak usah di pikirkan yang lalu lalu, sekarang Ibu fokus sama masa sekarang" tutur Mbok Yem.


Sementara itu di lain tempat Angga dan Bapaknya sedang kesal setengah mati, karena bapaknya sudah tidak bekerja lagi di tambah jabatan Angga juga di turunkan, karena dia tidak di siplin dan suka memerintah seenak jidatnya.


"Haaa... sialan hidup kita jadi hancur gini sih pa" kesal Angga.

__ADS_1


"Papa juga menyesal menerima mama kamu kembali waktu itu, klau tau akan seperti ini jadinya" kesal Pak Burhan.


"Ini semua gara gara mama dan anak sialan itu, awas saja aku akan balas dendam sama anak sampah itu" marah Angga.


"Sudah lah Ngga, ngak usah ganggu mereka lagi, bukan salah mereka kok, ini semua salah papa, yang tarmakan bujuk rayu mama mu yang matre itu, klau tidak hidup kita tidak akan hancur seperti ini, sudah syukur dulu, ibu mu mau menerima kamu dengan lapang dada, Papa saja yang ngak tau diri" sela Pak Burhan, dia tidak mau Angga kembali membuat ulah dengan anak kandungnya itu.


Angga hanya mendengus kesal, dan dia akan tetap mencari cara untuk mencelakai Aldi, di tambah hatinya panas, karena Aldi mendapat tanah warisan yang tidak main main harganya, klau bukan karena masalah mamanya, sudah di pastikan dia yang mendapatkan tanah tersebut.


"Sudah lah... kamu berangkat kerja sana, papa juga akan ke pasar jadi kuli panggul" ucap Pak Burhan, ya semenjak di phk dia jadi kuli panggul di pasar, untuk tambah tambahan biaya hidup, dia tidak mau semuanya di tanggung oleh Angga.


"Iya... baik lah... aku berangkat, bapak hati hati ya" ucap Angga dia menjalankan motornya menuju tempat kerja.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2