
Hari berganti minggu berganti, hari yang di tunggu tunggu oleh Bima dan Citra pun datang jua.
Kini di atas pelaminan, sudah berdiri dua pasang pengantin baru dan pengantin lama, siapa lagi klau bukan pasangan pengantin Bima dan Citra, Aldi dan Aisyah.
Wajah ke dua pasang pengantin tersebut terlihat berseri dan bahagia, walau pun Bi Isni telah berpisah dengan Pak Burhan, namun demi anaknya Bu Isni rela menahan egonya, dia mengundang Pak Burhan untuk datang ke acara nikahan Citra sebagai wali nikah dan pendamping di pelaminan.
Di sana juga ada Angga yang datang, namun tidak berani berbuat ulah, karena gedung tersebut sudah di jaga ketat oleh bawahan Bima, dia tidak mau mengambil resiko, takut Angga dan Pak Burhan akan membuat ulah di pestanya dan mencelakain istri dan adik iparnya.
"Selamat ya kalian berdua, semoga samawa, di berkahi anak anak yang sholeh dan sholeha"
"Selamat ya, siap siap tenaga buat malam pertama ya"
"Selamat ya, belah duren belah duren"
"Selamat ya, nanti jangan lupa cerita rasanya malam pertama.
"Selamat ya, sekarang bobo ngak sendiri lagi"
Banyak ucapan selamat yang mereka dapat kan, dan banyak juga ledekan ledekan yang di ucapkan oleh teman taman Bima dan Citra, dan tak luput juga ke konyolan kekonyolan yang di lakukan para kerabat Bima dan Aisyah.
__ADS_1
Bu Isni begitu bahagia melihat anak anaknya sudah mendapatkan jodoh, walau satu lagi anak tenagahnya masih jomlo, yang katanya masih fokus sama usahanya, dan menunggu Lagi dewasa hehehe...
"Sayang, kamu cantik banget sih, rasanya pengen abang kurung aja ada di kamar" bisik Bima di kuping sang istri.
Blusss....
Wajah Citra lansung bersemu merah mendengar gombalan suaminya itu.
"Abang apaan sih" ucap Citra malu malu meong membuat wajahnya bersemu merah, Bima melihat tingkah sang istri jadi terkekeh.
Cup....
"Abang...!" Citra lansung melotot kesal mendapatkan perlakuan absrud sang suami.
"Woooiii... ngak sabar banget kamu Bim, tahan sampai sore, boleh lah kau amboxing itu Citra, jangan di sini kau memanas manasi para jomlo di belakang noh" tegur Pak Diman yang tau tau sudah berdiri di depan sepasang pengantin itu.
Wajah Citra jangan di tanya lagi, sudah merah bak kepiting rebus, karena ketahuan oleh Pak Diman dan para saudaranya yang sudah berbaris dan melihat ke arah Citra dan Bima, sungguh Citra malu dan ingin menghilang saat itu juga, namun apa lah daya dia tidak mempunyai pintu doraemon untuk kabur.
Namun tidak bagi Bima dia cuek saja, dan malah lah terlihat santai.
__ADS_1
"Biarin aja Pak, sengaja emang biar pada cepat cepat cari pasangan" kekeh Bima, dan berhasil mendapat tabokan dari Citra.
Puk....
"Auu... sakit yang.." rengek Bim bak ABG Alay, membuat Citra dan yang lain menatap jengah.
"Dasar... manusia telat puber" sungut Ines kesal melihat tingkah abangnya itu, entah sejak kapan laki-laki berotot keker dan bertampang kaku itu berubah jadi cowok tulang lunak.
"Dasar kakak laknat, lihat noh Aldi sama Aisyah biasa aja, ngak lebay kayak abang" kesal Sita melihat tingkah abang sepupunya itu.
"Ihh... emang enak di malahin sama olang olang, Lani cium om Bian aja ngak di malahan tuh" saut Lani yang berada dalam gendongan Bian, membuat orang orang di sana terkekeh mendengar ocehan bocil itu. Gadis cantik itu sengaja memanas manasi Bima dengan mencium pipi kiri dan kanan Bian, membuat Bian terkekeh.
"Heh... bocil, ngomong masih belepotan, sudah ganjen aja kamu" omel Bima melihat kelakuan keponakannya itu.
"Bialin wleekkk...." sungut Lani dengan memeluk erat leher Bian.
Bima melotot kesal melihat ponakannya itu, bisa bisanya dia di panas panasi oleh bocah itu.
Bersambung....
__ADS_1