
Setelah pulang dari rumah sakit, kedua manusia paruh baya itu, langsung menuju
kantor polisi, dimana sang anak tercinta mendekam untuk sementara waktu, tidak lupa membawakan makanan kesukaan anaknya itu.
"Sini nak, Ibu membawakan makanan ke sukaanmu, pasti kamu tidak bisa memakan makanan di sini bukan?" ucap sang Ibu.
"Waahhh.... Ibu tau saja aku belum makan, betul banget Bu, aku tidak selera memakan makanan di sini, sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
"Gimana Bu? apa kalian sudah menemui keluarga bocah yang sudah membuat aku berada di sini?" tanya Angga tak nampak sedikit pun rasa bersalahnya, yang ada dia kesal dan menyalahkan Aisyah,( dasar manusia ber hati iblis ya susah sih).
"Sudah, kami baru dari rumah sakit, mereka mau membebaskan mu, dengan syarat kita harus membayar uang pengobatan keponakannya itu!" jawab Bu Isni.
"Yah sudah sih Bu, tinggal bayar aja, aku sudah tidakk tahan tinggal di sini!" jawab Angga cuek.
"Apa kamu mau tau berapa mereka minta biayanya! tanya Pak Burhan.
"Emang berapa? ucap Angga santai.
__ADS_1
"Mereka minta biaya pengobatan sebanyak tiga ratus juta!!" ketus Bu Isni.
"Aa-apaaa....!! kok banyak banget sih!, ini mah namanya pemerasan!" kata Angga tak terima.
"Ya mau gimana lagi, mereka minta uang segitu, karena anaknya patah dan harus operasi, lagian kamu klau melakukan sesuatu harusnya mikir dulu!", ucap sang Bapak angkat bicara, yang dari tadi hanya diam, selepas mereka dari rumah sakit tadi, kepalanya mau pecah, karna kelakuan anaknya itu.
"Salah anaknya aja, ngapain juga mau nyelamatin sampah itu! jadinya dia yang kena, sekarang minta tanggung jawab pula!!" kesal Angga, tanpa ada rasa bersalah, ( emang ya manusia ngak punya hati ya gini).
"Sekarang klau kamu mau bebas! Bapak minta uang yang bagian kamu kemaren, buat biaya pengobatan anak itu, kita cuma di kasih waktu dua hari!" ucap sang bapak.
"Ngak mau lah Pak, masa uang aku yang mau di kasih sama mereka, aku kan mau ganti mobil baru, mobil ku sudah kuno, dan lagi aku sudah terlanjur ngomong sama teman temanku sama pacar aku, klau aku mau ganti mobil, malu lah klau ternyata ngak jadi ganti mobil!" jawab Angga (dasar ya manusia satu ini pengen di bejek bejek deh).
"Andri namanya!?" saut Bu Isni.
"Iya itu!" kata sang Bapak.
"Dan di tambah lagi, klau kamu akan di sorot oleh wartawan, jadi lah kamu viral dengan hasil kejahatan kamu sendiri, itu yang kamu mau!!" hardik si Bapak yang mulai hilang kesabarannya.
__ADS_1
"Ngak mau lah Pak! mau di tarok di mana muka aku" jawab angga.
"Tarok aja di tong sampah!", kesal si Bapak.
Angga cuma mendengus kesel dengan ucapan Bapaknya.
"Jadi gimana? mau ngak ngasih uang itu, untuk bayar pengobatan anak yang kamu tabrak itu!" soal mobil nanti kamu bisa pikirin setelah keluar dari sini huum" tanya Bapaknya,
"Aku ngak mau lah Pak, aku mau ganti mobil, masih tetap keukeh dengan pendiriannya, coba Bapak sama Ibu cari solusi lainnya, biar aku bisa cepat keluar dari sini, tanpa harus mengganggu gugat uang yang sudah di jatah untuk aku Pak!!" dengan tak tau dirinya. ( bikin greget ya punya anak kek gini)
"Ya sudah klau kamu ngak mau memberikan uang itu, nikmati aja tinggal di hotel prodeo ini sampai waktu yang tak di tentukan, dan bersiap juga kamu akan di viralkan dan di tambah karir kamu hancur, di tinggal pacar sama teman teman kamu, siapa yang mau berteman dengan orang bekas tahanan, makanya klau berbuat sesuatu itu di pikir dulu pakai ini!" tunjuknya ke kepalanya, "terserah mau kamu apa, bapak pulang dulu, capek ngurusin masalah kamu dari pagi!", Bapaknya langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu.
Bu Isni menepuk bahu Angga dengan pelan
"kamu pikirin saja hari ini, mau mu seperti apa, besok Ibu sama Bapak kesini lagi, klau kamu tetap keukeh tidak memberi kan uangnya, keluarga kita akan menjadi gunjingan para tetangga, dan kamu di cap pembunuh, apa kamu mau!" ucap Bu Isni.
" Ibu pulang dulu" Bu Isni berlalu dari sana menyusul suaminya yang sudah menunggu di luar.
__ADS_1
Bersambung...