Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 59


__ADS_3

Sudah beberapa hari di rawat, kini Aisyah di izinkan pulang, dengan syarat Aisyah tidak boleh menapakkan kaki nya kelantai, harus menggunakan alat bantu jalan atau harus pakai kursi roda.


Sekarang di sini lah mereka berada, di rumah peninggalan orang tua Aisyah yang akan menjadi tempat tinggal Aisyah dan Aldi.


Ternyata di dalam sudah banyak saudara saudara Aisyah menunggu kedatangan mereka.


Aldi sedikit sedih, pas pulang kerumah Aisyah, orang tuanya tidak bisa menjemput Aldi, karena ada urusan mendadak yang tidak bisa di tinggalkan, Aldi sempat protes tapi mau bagai mana lagi, orang tuanya memang tidak bisa hadir.


"Selamat datang Aisyah dan Aldi", teriak Orang orang yang ada di dalam rumah, membuat suprise buat Aisyah dan Aldi.


Aisyah dan Aldi masuk ke dalam rumah, dan mengucapkan "terima kasih", atas sambutan mereka, apa lagi Aldi yang tadinya gugup, dan sedikit takut, karena mau bertemu keluarga besar Aisyah, mulai tenang ternyata dia di terima di tengah tengah mereka dengan baik, jauh dari pikirannya tadi, takut kejadian masa lalu terulang kembali, ternyata dia salah besar.


Apa lagi keluarga istrinya itu selalu mengajak Aldi bicara dan bertanya ini dan itu, dia sungguh tidak menyangka akan mendapatkan kehangatan kelurga untuk yang kedua kalinya, walau bukan dari keluarga kandungnya sendiri, Aldi sangat bersyukur di dalam hati.


Dan mata Aldi melotot sempurna melihat sepasang suami istri yang tidak muda lagi itu, memandang ke arah Aldi yang perempuan tersenyum haru melihat anaknya bisa menguasai dirinya dari ketakutan, yang laki laki bersikap acuh tak acuh kepadanya, seolah olah mereka musuh bebuyutan.


Aldi berlari ke arah mereka dan memeluk sang Ibu, " katanya ibu ngak bisa jemput Aldi, karena ada urusan mendadak, tapi Ibu sama Bapak kok ada di sini!?" oceh Aldi.

__ADS_1


Si bapak auto tidak terima istrinya di peluk Aldi, terjadi lah perang antara mereka,


"Heiiii... bocah semprul sembarangan peluk peluk istri orang! udah punya bini juga masih aja manja, malu sama bini!" sambil menarik sang istri dari pelukan Aldi.


"Bapak ini ganggu aja sih!? sungut Aldi,


istri bapak itu Ibu aku! asal bapak tau!sungut Aldi tidak terima, karena pelukan si Ibu lepas darinya padahal dia masih rindu sama Ibunya, dasar Bapak jahara!" kesel Aldi, langsung menghentakan kaki, mengejar sang ibu, tapi sayang di umpetin si bapak dalam pelukannya.


"Bu... Ibu ngak jadi tukar tambah Bapak sama yang lebih ganteng sama maco Bu?


tinggalin aja laki laki pencemburu itu bu!? ucap Aldi memancing kemarin Pak Diman.


Terjadilah kejar kejaran di dalam rumah Aisyah mereka lupa sedang berada di mana,


dan jadi tontonan gratis.


Akhirnya Aldi berhenti kasihan melihat sang Bapak sudah ngos ngosan, dia mengalah agar sang Bapak tak lagi berlari mengejarnya.

__ADS_1


Dan kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Pak Diman, untuk memukul dan menjewer kuping anak bontotnya itu.


"Aduh Pak... sakit Pak...! kok kdrt sih sama anak!" kata Aldi, yang menahan serangan dari Pak Diman.


"Salah kamu sendiri, ngapain nyuruh Ibumu nyari suami lagi!" sungut Pak Diman.


"Mana ada aku suruh Ibu cari suami lagi, aku cuma bilang tukar tambah Pak!? bukan ganti suami!!" elak Aldi.


"Itu sama aja bambang....!!" kesel Pak Diman.


Oohhh.... Sama ya Pak, aku kira beda?!" polos Aldi, semangkin dapat tabokan di pantat dari si Bapak.


Yang lain jangan di tanya, sudah terpingkal pingkal sambil memegang perut, melihat adengan anak dan bapak itu menjadi penghibur mereka.


"Sudah Pak, capek ini! ngak kasian apa sama anakmu ini Pak!? baru sembuh sudah di aniaya lagi" rajuk Aldi.


"Bodo amat..!! kesal Pak diman acuh.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2