
"Anak Ibu...?!" pekik Bu Sri yang sudah beberapa minggu tidak ketemu dengan anak mantunya itu, karena dia pergi keluar kota, untuk melihat cucu cucunya.
"Ais, kangen Ibu, tapi ngak sama Bapak" kekeh Aisyah mencium takzim tangan Bu Sri, dan memeluk erat, menyalurkan kerinduan mereka masing masing.
Aisyah melepaskan pelukannya dengan sang Ibu, dan melihat Pak Diman yang sudah cemberut dan menatap sinis Aisyah, membuat Aisyah terkekeh geli.
"Ais ngak Rindu sama bapak, ngak salah lagi rindu Ais besar banget sama bapak, bapak sih, pergi lama banget" kekeh Aisyah, dan mencium takzim Pak Diman dan tidak lupa memeluk tubuh laki laki tua itu, yang sudah Aisyah anggap Ayah sendiri.
"Ncek... kamu ini, baru ketemu sudah lansung ngajak ribut" omel Pak Diman sambil mengusap lembut kepala Aisyah.
"Iya, kan Bapak perginya lama banget, jadi Ais ngak punya teman berantem, jadi sepi deh rumah" kekeh Aisyah.
Yang lain ikut terkekeh mendengar ucapan Aisyah.
"Ibu... Aldi kangen" keluh Aldi memeluk erat tubuh Ibunya itu.
"Ibu juga kangen sama kamu sayang, bontotnya ibu" balas Bu Sri sambil memeluk Aldi, dan mengusap punggung Aldi dengan sayang.
"Ibumu aja yang di peluk, Bapak ngak usah!" cibir Pak Diman, yang cemburu, anaknya itu lama sekali memeluk sang istri, padahal kan Pak Diman juga kangen sama teman gelutnya itu.
"Hehehe.. kirain ngak ada Bapak" canda Aldi, dan lansung memeluk Bapaknya dengan erat, sambil mengoyang kan badan ke kanan dan ke kiri.
Mereka yang melihat kemesraan keluarga itu ikut terharu dan senang.
"Ya ampun... cuma kontrol kandungan doang, yang nganter sekompi"
__ADS_1
"Iri gue, ingin jadi mantu keluarga itu, bisa dapat kasih sayang dari seluruh kelurganya"
"Enak banget perempuan itu, kontrol di anter suami, ibu, bapak, bibi, paman dan mertua, lah gue boro boro di anter keluarga, suami aja ngak peduli"
"Keluarga harmonis"
Banyak bisik bisik pengunjung di poli kandungan itu, melihat ke mesraan keluarga besar Aisyah.
"Bu Aisyah..." asik bercengkrama ternyata nama Aisyah di panggil, tiga perempuan paruh baya itu tidak mau ke tinggalan, ikut menemani Aisyah masuk.
Dokter hanya tersenyum melihat rombongan Aisyah itu, masuk ke dalam ruangannya.
"Maaf... dok, orang tua sama bibi saya ingin ikut melihat perkembangan bayi kami" ucap Aldi tidak enak hati, namun muka datar tidak luntur, dari wajah Aldi.
"Iya ngak apa apa, para nenek mau ikut lihat dedek ya?" seloroh dokter itu.
"Hehehe... iya dok" kekeh ketiga wanita paruh baya itu.
"Gimana perasaan Ibu Aisyah, ada keluhan?" tanya dokter.
"Mual muntah sudah ngak sih... dok, cuma na*su makan saya makin ke sini, makin ngak ke kontrol" kekeh Aisyah.
"Ibu bersyukur bisa makan dengan enak, tanpa ada drama, banyak loh... Ibu hamil yang ngak bisa makan sama sekali" tutur dokter itu.
"Ayo... kita periksa dulu" ajak sang dokter, berdiri dari duduknya, Aisyah pun ikut berdiri dan naik ke atas ranjang , Aldi membantu sang istri untuk naik ke atas ranjang, suster dengan sigap mengoles kan gel di perit Aisyah.
__ADS_1
"Nah... ini dia dedeknya, dia sehat, lincah, ketuban juga bagus" tutur sang dokter. Aldi dan Aisyah terharu melihat anak nya yang mulai berbentuk itu.
Mata merek tidak lepas memandang layar komputer melihat anak mereka, begitu pun dengan ke tiga ibu ibu yang berdiri tidak jauh dari situ, mereka ikut terharu.
"Dek, lihat lah, sebentar lagi kalian akan mempunyai cucu" gumam Bi Wati, melihat komputer, tak terasa air matanya mengalir, karena mengingat adik dan adik iparnya, yang sudah tiada.
"Bunda.... apa bunda bisa lihat dari sana, klau Bunda dan Ayah sebentar lagi akan punya cucu, do'ain kandungan dan Ais baik baik saja dari sana ya Bun, Ayah..." gumam Aisyah dalam hati.
"Apa mau dengar detak jantungnya?" tanya Dokter, menghentikan lamunan mereka.
"emang sudah ada dok?" tanya Aisyah antusias.
"Sudah dong..." jawab dokter.
Dug, dug..., dug, dug...
Dug, dug...,dug, dug...
Air mata Aldi lansung terjun bebas mendengar bunyi jantung anaknya, dan dengan cepat mengeluarkan ponselnya, dia lansung merekam suara jantung anaknya.
"Semuanya, bagus tidak ada yang di khawatirkan, namun tetap perhatikan pola makan, jangan lupa minum vitamin, susu hamil, buah buahan dan sayuran" ucap Dokter
"Makasih dok..." ucap Aisyah dan di angguk oleh dokter.
Bersambung...
__ADS_1