Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 38


__ADS_3

Braakkk....


Bunyi mobil Angga, yang sengaja menabrak Aldi yang sedang menyebrang jalan, namun sialnya bukan Aldi yang dia tabrak, tetapi seorang perempuan.


Ya Aisyah lah yang di tabrak oleh Angga, karena Aisyah mendorong Aldi ke pinggir jalan, tapi apesnya, Aisyah tidak sempat menyelamatkan diri, yang berujung dia yang kena tabrak.


Aldi yang di dorong kencang oleh Aisyah terpental ke bahu jalan, kepalanya terbentur, menyebabkan Aldi tak sadarkan diri, sebelumnya sempat melihat Aisyah, bersimbah darah, dan juga tak sadarkan diri.


Orang orang yang melihat tabrakan itu langsung berkerumun, menolong Aldi dan Aisyah.


Angga yang panik dan ketakutan karna salah sasaran menabrak orang, mencoba kabur dari sana, namun apesnya orang orang berkerumun mengelilingi mobil Angga.


Angga tidak bisa lari dari tepat kejadian, dia di paksa turun dari mobil, oleh masyarakat yang ada di sana.


Dan saat yang tepat, polisi datang dengan di iringi dua mobil ambulace, dengan sigap masyarakat membantu, Aldi dan Aisyah,


membawa ke mobil ambulance.


Polisi langsung meringkus Angga dan membawanya ke kantor polisi dengan menyita mobil Angga, sebagai barang bukti.


***Di rumah pak Diman ***

__ADS_1


Prannnnggggg......


Bunyi Gelas jatuh dari tangan bu Sri.


Astagfirullah...


"Ada apa ini pak? dari tadi perasaan ibu ngak tenang?!" ucap Bu Sri, tak terasa air matanya menetes tanpa henti.


"Tenang bu ini cuma kebetulan saja, jangan cemas" ucap Pak Diman menenangkan Bu Sri, padahal dirinya tak kalah cemas dari sang istri.


Bahkan semalam dia mimpi buruk, di dalam mimpinya, dia melihat Aldi tersenyum dan melambaikan tangan sama pak Diman dan bu Sri, dan setelah melambaikan tangannya Aldi menghilang di dalam kabut, pak Diman memanggil manggil Aldi tapi anaknya tak kembali lagi, sampai dia tersentak bangun dengan bercucuran keringat dan nafas ngos ngosan.


Ke khawatirannya pun bertambah, saat sang istri yang tiba tiba cemas memikirkan anak mereka belom pulang, tapi pak Diman berusaha tenang.


Tak kalah dengan sang istri dari tadi matanya celingukan ke arah pintu berharap, orang yang di tunggu datang, tapi yang di tunggu tak jua menampakan batang hidungnya.


Di rumah bu Wati, Ines pun sama.


"Ibu, kok perasaan Ines ngak enak ya bu" tanya ines ke sang Ibu.


"Sama, ibu juga cemas ngak karuan, kayak akan terjadi apa gitu" timpal Bi wati

__ADS_1


"Ica kemana ya bu kok belum kelihatan" tanya Ines mengingat sang adik belum terlihat batang hidungnya.


"Tadi pagi sih, katanya pulang sekolah mau ke toko buku dulu, tapi udah jam segini kok, lom pulang ya?" ucap bu Wati semangkin cemas.


"Coba deh kamu kerumah pamanmu mana tau Ais di sana" ucap bu wati yang di anggukin oleh Ines.


Belom juga dia beranjak dari duduknya, tiba tiba, figura fhoto Aisyah yang ada di dinding


rumah bu Wati jatuh.


Prannnggg....!!


Astagfirullah....


"Ya Allah.... Ada apa ini gumam bu Wati, Ines pun tak kalah terperanjat.


"Ya allah... ada apa ini bu? hati Ines kok tambah ngak karuan ya bu?" ucap Ines wajahnya lansung pias.


"Ya udah beresin dulu kaca kaca pecah itu, baru kita ke rumah pamanmu" saut bu wati.


Ines buru buru ke belakang, mengambil sapu dan pengki, dan membersihkan figura ya jatoh tadi, menyapu kaca yang sudah berhamburan kemana mana.

__ADS_1


Setelah itu mereka, pergi ke rumah pak Bayu, dengan tergesa gesa.


Bersambung...


__ADS_2