Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 130


__ADS_3

"Mana salad Abang...?" tuntut Bian saat dia sudah selesai mandi dan sudah wangi dengan bau sabun yang dia pakai menyeruak ke hidung ibu hamil itu.


"Itu... ngak bohong kan Ais" kekeh Aisyah melihat abang iparnya yang seperti anak kecil.


Aldi dan Citra terkekeh melihat ke arah Bian, yang sedang lahap mengubah salad buah.


"Waaahhh... ada Bian Sama Citra?!" Pak Bayu dan yang lain datang ke rumah Aisyah membawa bakso di tangan Pak Bayu dan Bu Ineke.


"Iya paman, Bi...?!" jawab Bian dan Citra sopan, mereka berdiri untuk menyalimi tangan Pak Diman dan yang lain.


Namun Bian buru buru menyembunyikan salad buahnya, agar tidak dimakan sama yang lain.


Melihat tingkah Bian itu, Pak Bayu terkekeh melihat Bian.


"Makan aja, paman ngak minat, tadi sudah di bawakan sama Ines pulang" kekeh Pak Bayu dan yang lain.


"Eleh... ngomong udah di kasih, nanti nyomot juga" sungut Bian yang mengingat waktu itu es buah bikinan aldi, bagian dia di lahap habis sama Pak Bayu, ngakunya udah habis minum, tau taunya punya Bian di embat juga, kan jadi gondok.


Hahaha....


Sontak keluarga Aisyah itu tertawa melihat Bian trauma sama makanannya.

__ADS_1


"Nih... Paman bawa tambahan ini" oceh pak Bayu mengangkat tangannya ke atas, memperlihatkan kantong berisi bakso.


"Nah... ini baru benar paman...?!" kekeh Bian.


"Ididdhhh... emang situ di bagi, pede amat" ledek pak Bayu.


"Ncek... di bagi lah... masa ngak sih, kan kasian tamu, masa ngak di jamu, malu maluin tuan rumah aja, ketahuan pelitnya" kekeh Bian" tentu saja dapat tabokan sayang dari pak Bayu.


"Kamu ini...." kesal Pak Bayu mempiting leher Bian.


"Pak aduh pak... sakit tau, mau bunuh aku ya" jerit Bian dengan muka merah karena lehernya sakit di piting Pak Bayu.


Yang lain hanya terkekeh dan geleng geleng kepala melihat tingkah Pak Bayu dan Bian itu, rumah itu semakin rame semenjak kehadiran Bian dan Citra, mereka tau sebenarnya anak anak itu baik, cuma ya tadi itu, salah didik.


Namun itu tidak mungkin, karena mereka sadar, klau sempat mereka juga ikut bersama Aldi, bukan tidak mungkin keluarganya akan mencari gara gara kepada keluarga Aisyah.


Aldi pun sangat senang, ternyata keluarga Aisyah bisa menerima ke beradaan kakak dan abangnya.


"Sudah sudah makan bakso dulu keburu dingin ini!" omel Bi Wati.


"Makan di gazebo belakang aja yuk... biar kena udara sepoy sepoy" celetuk bumil itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka pindah ke belakang, membawa makanan dan minum.


"Hua... lelenya sudah gede gede aja, sudah bisa di bakar ini" heboh Bian, melihat ikan lele yang sudah sebesar tangan orang dewasa.


"Ncek... makan bakso dulu! baru mikirin lele" omel Pak Bayu, karena dia dari tadi sudah menahan liurnya gara gara wangi bakso, yang menyeruak ke dalam indra penciumannya.


"Hehehe... iya iya.." kekeh Bian dan berjalan ke arah gazebo, mengambil jatah bakso untuknya.


"Jangan banyak banyak makan sambal sayang" omel Aldi, melihat Aisyah memberi bakso dengan dua sendok sambal dan itu ingin di tambah lagi, Aldi jadi mules sendiri melihat mangkok Aisyah, yang sudah berwarna merah gara gara sambal.


"Makan bakso klau ngak pedes ngak enak abang..?!" rajuk Aisyah yang di larang Aldi untuk menambah sambal, dan sekarang sambal itu hilang dari hadapan Aisyah.


"Itu sudah banyak... mau abang kurangi sambalnya" tanya Aldi tegas, dia ngak mau istri cantiknya itu nanti sakit perut.


"Iya ya... ini mau di makan" saut Aisyah dengan bibir sudah maju kayak bebek, karena ngak puas dengan pedes yang dia bayangkan.


"Jangan manyun sayang... abang ngelarang itu, klau banyak makan sambal nanti Ais sakit perut, abang ngak terga liat Ais sakit, apa lagi ini.. ada dedek Aldi mengelus perut Aisyah, emang bundanya ngak kasian sama dedek bayi, ikutan sakit" Rayu Aldi membelai kepala Asiyah, memberi pengertian kepada sang istri.


"Iya maaf..." ucap Aisyah merasa bersalah.


Semua yang ada di sana melihat Aldi, melarang istrinya membuat mereka tersenyum bangga, Aldi tidak memarahi Aisyah namun memberi pengertian yang dapat di terima oleh Aisyah, akhirnya ibu hamil itu bisa di bilangin tanpa harus tarik urat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2