
Ya yang ikut meeting di Cafe A&A juga ada Angga, dia terus melihat gerak gerik Aldi.
"Rupanya loe ada di sini bocah sialan, tunggu saja pembalasan gue, gara gara loe, gue ngak jadi ganti mobil!" gerutu Angga sambil melirik Aldi sinis.
"Gue pikir hidup loe udah enak di tampung sama keluarga baru loe, ternyata sama aja cih..." Angga memdecih.
"Eehhh.... tapi tunggu kok pakaiannya bisa bagus gitu, ngak mungkin gaji seorang pelayan bisa mencukupi gaya pakaian dia, mana kulitnya bersih pula!" Angga memperhatikan penampilan Aldi.
"Apa jangan jangan dia korupsi ya? secara kan Cafe ini lumayan rame?" masih saja Angga berfikir buruk sama Aldi, dasar kaka lacknut emang,
Setiap gerak gerik Aldi tak lepas dari pengawasan Angga.
Setelah beberapa lama membantu para karyawannya, Cafe mulai sepi.
Aldi masuk kedalam ruangannya, dia mengecek laporan keuangan dan, mengecek laporan bahan bahan yang sudah habis dan harus di tambah.
Lama berkutat dengan laptopnyam
tiba tiba pintu ruangan kerja Aldi terbuka, tanpa di ketok ter lebih dahulu, siapa lagi klau bukan sang istri tercinta.
Dari balik pintu tersembul lah wajah cantik sang istri, dengan senyum manisnya.
Pandangan Aldi langsung teralihkan ke wajah sang istri.
"Sini sayang?!" sambil menepuk pahanya.
Aisyah, langsung tersenyum senang dan langsung duduk di paha sang suami,
__ADS_1
Capek sayang?" tanya Aldi.
"Hmmm... jawab Aisyah dalam pelukan sang suami.
"Kasian banget istri abang ini!?, sambil mengelus punggung sang istri.
"Kakinya sakit ngak sayang?" tanya Aldi.
"Dikit, cuma ngilu doang" jawab Aisyah.
"Ya udah, ngak usah bantu bantu lagi di depan, temanin abang aja di sini ok!"
Dan di anggukin oleh sang istri.
"Mau bobo abang" rengek Aisyah.
"Mau bobo di dalam apa di pangku abang sayang?" tanya Aldi.
Sudah lah Aldi tak bisa berkata kata lagi, klau sudah pujaan hatinya dalam mode manja gini.
sambil mengelus punggung sang istri, dan mengecupi puncak kepala sang istrinya.
Aisyah yang di perlakukan seperti itu, lama kelamaan jadi keenakan, entah ke enakan, entah memang sudah lelah membatu di depan tadi, tak lama terdengar dengkuran halus dari mulut sang istri.
"Ehhh... Cepat amat bobonya sayang, capek banget kamu, kasian istri abang?" ucap Aldi.
Aldi menunggu untuk beberapa saat, agar sang istri benar benar pulas, agar pas di pindahin ngak terbangun lagi.
__ADS_1
Beruntungnya Cafe tersebut memang sudah di disaein ada kamar istirahatnya.
Setalah sang istri tertidur pulas, baru lah Aldi memindahkan sang istri ke kamar, Aldi memindahkan pelan pelan ke atas kasur agar sang istri bisa istirahat dengan leluasa.
Aldi keluar dari kamar dan melanjutkan kerjaannya yang masih terbengkalai.
lama berkutat dengan laptopnya, tak terasa hari mulai gelap.
Baru saja Aldi menutup laptopnya, bertepatan dengan pintu kamar terbuka, terlihat wajah bantal sang istri.
"Sudah bangun sayang?" tanya Aldi.
"Belom masih mimpi indah" jawab Aisyah dengan nyeleneh.
Aldi terkekeh mendengar jawaban sang istri.
"Klau istri abang masih tidur, trus yang ini siapa?" jawab Aldi, sambil menarik Aisyah kedalam pangkuannya.
"Ini kekasih halal abang!?" jawab Aisyah sambil mencari tempat ternyamannya.
"Mau pulang sekarang, apa bentar lagi?" tanya Aldi.
"Bentar lagi aja ya bang, masih pe we?!" awab Aisyah manja.
"Pe we apa tuh!?" tanya Aldi.
"Posisi wenak" sahut Aisyah terkekeh geli
__ADS_1
Aldi ikut terbahak mendengar kata kata sang istri.
Bersambung....