
Setelah semua pada pulang, kini tinggallah Aldi dan Aisyah di ruangan itu.
Aldi tersenyum melihat pujaan hati yang baru di halalin beberapa jam lalu, masih bergelung di dalan selimut, gara gara malu di ledekin sama Pak Diman tadi.
"Ais sudah tidurkah?" tanya Aldi, pelan takut klau sang istri benar telah tidur, Aldi tidak mau mengganggu tidur sang istri, karena memang Aisyah masih butuh istirahat yang banyak.
Aisyah yang di panggil sama Aldi, langsung membuka selimutnya, "belum abang!?" jawabnya sambil tersenyum ke Aldi.
Tangan Aldi reflek membelai surai rambut Aisyah yang berantakan, sekarang dia sudah sedikit tidak canggung lagi, sekarang wanita cantik nan imut itu sudah jadi kekasih halalnya, sudah tidak takut dosa lagi untuk di pegang pegang, aseekkk....
"Abang mau istirahat? abang udah ngantuk?" tanya Aisyah.
Di sambut gelengan sama Aldi, "
__ADS_1
"Belum!? abang pengen ajak Ais ngobrol tentang kita, tentang Ais dan abang, apa yang Ais suka apa yang ngak suka, biar kita tau yang harus kita lakukan kedepannya nanti, abang hanya ingin berumah tangga sekali seumur hidup" jawab Aldi dengan tersenyum ke arah Aisyah.
"Ais juga hanya ingin menikah sekali seumur hidup, itu hanya cuma sama abang!?"ucap Aisyah malu malu.
Aldi langsung tersenyum lebar mendengar jawaban Aisyah, tampa sadar dia lansung berdiri dan memeluk wanita cantik itu, dan mengecupi berkali kali puncak kepala pujaan hatinya.
Aisyah yang mendapat serangan mendadak itu lansung jantungnya berdebar tak karuan, mukanya merah bak kepiting rebus.
Setelah puas memeluk dan mencium Aisyah, Aldi melepas pelukannya perlahan, dan melihat wajah Aisyah yang malu malu itu, Aldi semangkin gemes saja, ingin sekali dia mematuk bibir ranum Aisyah, tapi Aldi masih sadar kalau mereka masih berada di rumah sakit, takut tiba-tiba dokter atau perawat datang kan malu.
"Tidak!" jawab Aisyah tegas sambil menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
"Apa Ais, mencinta abang?"
__ADS_1
Dan di anggukin Aisyah malu malu.
"Kan Ais sudah bilang Ais itu sudah suka sama abang dari kita pertama ketemu di warung Paman yang waktu abang hampir keselek gegara Ais, yang tiba tiba datang teriak teriak akunya, Aldi pun tersenyum bukan dia saja ternyata yang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi istri cantiknya pun sama.
"Trus beberapa hari setelah abang dari warung itu, Ais mendengar Paman dan Bibi lagi bercerita klau abang di usir sama orang tua abang, Ais jadi sedih, jadi setelah saat itu Ais jadi suka nungguin toko paman?, biar bisa sering sering ketemu sama abang" katanya lagi.
jangan di tanya perasaan Aldi saat ini bagaikan banyak kupu kupu, berterbangan di dalam dadanya, keputusan Aldi sangat lah tepat menikah muda dengan Aisyah.
"Trus kita ketemu di toko buku saat itu jantung Ais ajib ajib kayak lampu disco, cuma Ais tahan pura pura ngak terjadi apa apa, padahal lutut Ais udah lemes gara gara ngak sengaja udah narik tangan abang, terang Aisyah lagi, senyum Aldi, semangkin lebar saja.
"Trus waktu kita berada di cafe yang sama abis dari toko buku itu, Ais kesel bangat sama orang gila yang ngamuk ngamuk sama abang waktu itu, untung security cepat datang, abang bayangin aja ya!! waktu itu nih ya, tangan sama kaki Ais sudah gatel pengen gibeng itu orang" ucap Aisyah menggebu gebu.
Aldi sungguh tidak tahan lagi, ingin memeluk istri cantiknya itu, melihat gaya bicara Aisyah yang menggebu gebu dan bibirnya yang monyong monyong, Aldi lansung berdiri dan memeluk Aisyah dan menciumi pipi Aisyah dengan gemes, sungguh Aldi sangat bersyukur, di pertemukan dengan kelurga Pak Diman dan sekarang mempunyai istri yang juga mencintai Aldi apa adanya.
__ADS_1
Mungkin ini lah penantian panjang dari Aldi, sekian lama merindukan kasih sayang, baru sekarang dia mendapatkan kasih sayang yang tulus dari orang tua angkatnya, dan kini dari istri cantiknya.
Bersambung....