Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 158


__ADS_3

Di rumah Bu Isni, semua orang panik menunggu Citra pulang, termasuk Pak Bayu dan pak Farhan semuanya nunggu Citra, masalahnya motor Citra sampai di rumah namun orangnya tidak ada, kata teman Bima, Citra di bawa ke Klinik oleh Bima, namun saat di tlp hp ke dua anak itu tidak ada yang bisa di hubungi, membuat Bu Isni menangis memikirkan anak perempuaannya.


"Ibu tenang ya, kan katanya adak Abang Bima yang nemenin, paling sebentar lagi juga sampai" Aisyah berusaha menenangkan sang mertua.


Aldi tak kah panik memikirkan sang kakak, berkali kali mencoba menghubungi tlp kakaknya tidak bisa bisa.


Bian juga tidak kalah paniknya, saat di kabarkan oleh Aldi, Citra dapat musibah, Bian lansung meninggalkan meeting nya, dan pulang terburu buru.


"Ada apa? kenapa sama Kakak?" panik Bian saat sampai di rumah, melihat orang sudah berkumpul, namun yang di khawatirkan tidak ada di rumah.


"Kakak kamu belum sampai, kata teman Bima, lagi di bawa ke klinik sama Bima, tapi di hubungi hp ke dua anak itu ngak di angkat angkat" jawab Pak Bayu.


"Ya udah kita tunggu aja beritanya, lagian manyusul juga ngak tau nyusul kemana, takutnya kita cari keluar dianya sudah nyampe di rumah" jawab Bian.


Yang lain menyetujui pendapat Bian itu, bukan bearti santai mereka, tetap saja kelihatan wajah wajah khawatirnya.


"30 menit mereka menunggu barulah terdengar suara motor Bima memasuki pekarangan Bu Isni. membuat orang orang yang ada di dalam rumah itu berhamburan ke luar melihat ke datangngan Bima dan Citra.


"Ya Allah nak, apa yang terjadi huu... hu....?" pecah sudah tangis Bu Isni melihat tangan dan kaki anak gadisnya sudah di penuhi perban.

__ADS_1


Bian dan Aldi dengan sigap membantu sang kakak untuk masuk ke dalam rumahnya, membuat Bima mendengus kesal, calon istrinya di rampas oleh para calon adik iparnya itu, aku Bima sih, Citra adalah calon istrinya hehehe....


Semua orang masuk mengikuti Citra Aldi dan Bian, mereka tidak melihat perubahan wajah Bima, yang sudah manyun dan mendengus kesal, semua orang hanya fokus sama Citra.


"Ncek... klau tau kayak gini, mendingan gue kekepin di manaaa gitu si Citra, ngeselin banget, gue kagak di tanya, udah gitu se enaknya aja mereka merampas Citra dari gue, dasar calon adik ipar durjana" kesal Bima, sambil misu misu menyusul orang orang ke dalam rumah.


"Ceritain sama kami, kenapa bisa begini" desak Pak Bayu.


"Ntar dulu Paman, minta minum dulu napa, haus ini" celetuk Citra memegang lehernya.


Aisyah... terkekeh melihat wajah melas kakak ipar ke sayanganya itu.


"Nih.. minum yang banyak, kapan perlu habisin satu tekonya, setelah itu ceritain sama kami kejadian yang menimpa kamu" oceh Bi Wati yang tidak sabar.


"Citra menerima air minum itu sambil terkekeh, dan Citra bukan hanya terkekeh dengan ke konyolan Bi Wati tapi juga terkekeh melihat wajah kecut Bima, yang tidak di perhatikan sama sekali oleh anggota keluarganya itu.


"Apa senyum senyum" pelotot Bima sambil mengomel lewat bibirnya tanpa ada suara, kepada Citra, Citra hanya terkekeh dan menggelengkan kepala melihat tingkah Bima itu.


"Ayo... cerita" desak Pak Bayu yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


Akhirnya Citra bercerita saat dia di pepet sama Angga dan berujung jatuh, karena tidak seimbang membawa motor, dia juga bercerita adu mulut sama Angga dan Angga melayangkan tamparan sama Citra, namun tidak sampai menampar Citra karena di gagalkan oleh Bima, tangan Angga di pelintir oleh Bima, dan setelah itu Citra di bawa berobat oleh Bima ke klinik terdekat, baru lah sampai di rumah, Citra tidak bercerita dia di tembak oleh Bima di parkiran Klinik itu, membuat Bima semangkin memberengut kesal.


"Ini orang ngak ada kapok kapoknya ya!" kesal Bi Wati.


"Tidak tau diri, masih merasa harta orang adalah harta dia" oceh Bi Ines menimpali.


"Harus di kasih pelajaran ini mah" kesal Pak Bayu.


"Kenapa kamu ngak lansung patahin aja tangannya Bim!" tanya Pak Farhan melihat ke arah Bima.


"Pengen nya sih, gitu, tapi aku lagi pake seragam pak, nanti jadi viral lagi" sahut Bima.


"Iya juga ya..." Pak Farhan.


"Ya sudah ngak pa apa, besok besok Citra pake mobil aja, ngak usah naik motor lagi, Ibu takut tu anak makin nekat, besok kamu beli mobil, benar kata nak Bima, kamu harusnya beli mobil, uang Ibu kan banyak" kekeh Bu Isni.


Semua ikut terkekeh mendengar ucapan nyeleneh Bu Isni itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2