
Setelah Elena pergi, Andra buru buru masuk ke dalam ruangan Aldi, dia tau di dalam masih ada Doni, jadi dia masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kenapa loe?" tanya Doni, saat Andra datang datang lansung duduk di sampingnya.
"Ternyata Elena mengikuti Aldi sampai ke sini, katanya dia melihat Aldi di jalan, jadi dia ngikutin Aldi sampai ke sini" ucap Andra.
"Parah tuh cewek, kudu hati hati loe Di" ucap Doni.
Aldi mengangguk tanda mengerti.
"Dia tau klau Aldi yang punya Cafe ini?" tanya Doni lagi.
"Ngak gue bilang aja, Aldi kerja di bagian belakang, tukang cuci piring" ucap Andra sambil terkekeh.
"Gila,,,, parah loe, ngatain boss tukang cuci piring di pecat baru tau rasa loe?!" ucap Doni ikutan terkekeh.
"Ngak pa apa Andra ngatain gue tukang cuci piring, biar jijik dia sama gue, secara kan dia sukanya sama cowok cowok tajir, klau dia sampai tau gue yang punya Cafe yang ada semakin gila aja dia nanti?!" celetuk Aldi.
"Bener juga ya!!" ucap Doni yang baru kepikiran.
"Tapi masalahnya mobil yang loe bawa ege?!" ucap Doni lagi.
"Masalah gimana?" tanya Aldi yang tidak mengerti.
"Mana percaya gitu aja dia, secara mobil loe kan bagus Aldi...!" oceh Andra.
__ADS_1
"Gampang, bilang aja itu mobil boss, gue tiap hari ngantar jemput anak boss pulang sekolah" ucap Aldi santai.
"Loe salah oneng, loe ngantar jemput bini bosa pulang pergi" kekeh Andra.
"Iya ya, bener, boss Aisyah" celuk Doni terkekeh.
Aisyah juga ikutan terkekeh.
"Ya udah kami kerja dulu deh" ucap Andra berdiri dari sana, dan di ikuti oleh Doni.
Sepeninggalan Doni dan Andra, Aisyah lansung naik ke pangkuan Aldi, dan bermanja manja di sana, Aldi tentu saja dengan senang hati mau memanjakan sang istri.
"Abang penggemarnya terobsesi banget sama abang?!" celoteh Aisyah.
"Biarin aja dia sayang, mau dia suka kek, cinta kek, tapi kan abang ngak, cintanya cuma buat Aisyah seorang" gombal Aldi, membuat wajah Aisyah bersemu merah.
"Abang ih... rese" manyun Aisyah.
Aldi yang sudah tidak tahan melihat bibir sang istri lansung ***** bibir itu dengan lembut dan terdengarlah decapan dari dua bibir yang sedang beradu itu.
Aldi tidak sampai di sana, tangannya sudah berkelana kemana mana, mencari dua squisy ke sukaannya itu untuk dia usap usap, dia remas remas dan di mainkan tombolnya sehingga membuat yang mempunyai squisy me******g nikmat, dan kelojotan di pangkuan Aldi.
Aldi jangan di tanyan, tongkat hansip yang dia punya sudah mengeras sempurna akibat kelakuan dia sendiri.
"Abang sudah tidak tahan pengen ini tau" bisik Aldi dengan suara seraknya, memegang kue apem Aisyah.
__ADS_1
"Nanti malam boleh kok" ucap Aisyah yang juga kasihan melihat sang suami yang selalu menahan sesuatu itu, secara Asiyah adalah istrinya yang halal untuk dia garap, namun karena terhalang Aisyah masih sekolah, Aldi menahan hasratnya setiap saat.
Berhubung hari senin adalah hari kelulusan Aisyah, dia sudah bertekad untuk . menyerahkan dirinya kepada sang suami.
"Bener ya sayang" ucap Aldi yang lansung menatap wajah sang istri penuh harap.
"Iya abang sayang,, Ais ngak bohong kok, nanti abang boleh nikmatin kok, tapi...?!" ucap Aisyah ragu.
"Tapi apa sayang?" tanya Aldi memburu.
"Katanya sakit klau baru pertama" ucap Aisyah malu.
Aldi tersenyum mendengar penuturan sang istri.
"Ngak apa apa, namanya juga pertama abang janji akan pelan pelan sayang" rayu Aldi.
Aisyah hanya mengangguk saja, walau sedikit takut, namun tekatnya sudah bulat, seandainya nanti dia punya anak saat muda juga tidak masalah, memang sudah kodratnya wanita untuk mengandung.
Mungkin nanti setelah mereka mempunyai anak, cinta mereka semakin kuat dan rumah mereka semakin rame.
Bersambung....
Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya.
In sha Allah, aku akan selalu up setiap hari.
__ADS_1
"Terima kasih..."