Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 144


__ADS_3

Brukkk....


Bu Isni bersujud di kaki anak bungsunya, membuat Aldi kaget, dan ikut duduk, di depan sang ibu, sejahat jahatnya ibu kandungnya, tidak pantas Ibunya bersujud di kaki seorang anak yang dia lahirkan.


"Maafkan ibu nak hiks... hiks... hiks..." Bu Isni tidak bisa lagi menahan tangisnya, dia menumpahkan segala rasa sesalnya kepada sang anak, berharap anaknya yang dia sia siakan bisa menerima maaf dari.


"Ibu. Ibu jangan begini, ibu tidak pantas bersujud di kaki Aldi" Aldi ikut meneteskan air mata, melihat ibunya yang memelas minta maaf kepadanya.


"Maafin Ibu nak, maafin ibu, yang sudah banyak menorehkan luka di hatimu, yang tidak pernah menganggap kamu ada, yang selalu memaki kamu, yang tidak memberi kamu makan, yang memberi kamu tempat tinggal di gudang, berlaskan kasur tidak layak pakai hua..... uu.... uu..." Bu Isni memukul mukul dadanya.


"Ibu macam apa aku, yang menelantarkan anak kandung ku, tapi malah membesarka anak selingkuhan suamiku dengan kasih sayang, tapi aku memperlakukan anakku, layaknya binatang, Tuhan..... ampuni hamba mu ini, huu.... uuu...." Bu Isni semakin menjerit mengeluarkan semua uneg unegnya, membuat orang orang yang di sana ikut meneteskan air mata.


"Maafin Ibu nak, maafin ibu" bu isni meraung mengguncang guncang tubuh Aldi, Aldi hanya diam menatap pilu sang Ibu, dia juga ikut menangis melihat ibunya yang kacau.

__ADS_1


"Di, kamu kenapa diam, apa kamu ngak mau maafin ibu, ibu tau salah ibu banyak sama kamu, tidak mudah bagi kamu untuk memaafkan ibu, dari kecil pun ibu tidak pernah memberikan kasih sayang sama kamu, bahkan ibu tidak pernah sekali pun memberi kamu pakaian baru huu... uu... uu..."


Aldi semakin meneteskan air matanya, melihat sang ibu, lidahnya kelu untuk bicara, Aldi hanya mampu melihat sang ibu yang meraung dan meminta maaf kepadanya.


"Hiks... hiks.. hiks..."


Melihat anaknya yang diam dan tidak bergerak sama sekali, bi isni seolah tau anaknya tidak bisa memaafkan dirinya, dia sadar banyak kesalahan dan dosa yang dia perbuat kepada anaknya, tidak semudah itu anaknya bisa memaafkan kesalahannya, Bu isni berdiri dan di ikuti oleh Aldi ikut berdiri dan masih menatap sang Ibu.


"Hiks... hiks... maaf ibu sudah lancang datang ke sini, seharusnya ibu tidak berada di sini, karena banyak kesalahan yang ibu perbuat sama kamu, maaf ibu mengganggu kamu, dan sekali lagi maaf kan ibu" ucap Bu Isni sendu.


Apakah Bu Isni menyerah? tentu saja tidak, dia bertekat akan selalu datang kepada anaknya, memohon maaf itu saja sudah cukup, dia tidak berharap lebih di perlakukan seperti seorang ibu oleh Aldi, setidak tidaknya dia bisa mendapat maaf dari Aldi sudah cukup, hatinya akan plong.


Sambil sesegukan Bu Isni melangkah kan kakinya, ingin meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


Semua orang yang menatap Aldi dan Bu Isni, ikut menangis, apa lagi mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh Bu Isni membuat mereka sedih, marah, kecewa namun ada lega juga, karena seiring perjalanan waktu bu isni menyadari kesalahannya, dan mau menjatuhkan harga dirinya, bersimpuh memohon maaf kepada sang anak.


Tiga langkah sudah bu isni berjalan, dia tidak berharap anaknya itu akan mengejar dan memanggil dirinya, dia sadar itu, biarlah dia yang akan mengejar maaf dari sang anak, semoga suatu saat nanti pintu maaf dari anaknya terbuka.


Aldi melihat sang ibu berjalan menjauh dari nya, dengan langkah yang panjang Aldi menyusul sang ibu.


Greeeppp....


"Ibu mau kemana...?!"


Nyesss.....


Bersambung.....

__ADS_1


Hai... jangan lupa like komen dan Vote ya...


__ADS_2