Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 126


__ADS_3

Cup....


Cup...


Cup....


"Baik baik di dalam ya nak, Ayah sama Bunda menyayangi kalian" Aldi sedang berjongkok dan menciumi perut rata Aisyah, dan mulai mengajak anaknya berbicara, perut Aisyah sudah terlihat sedikit membuncit, di ke hamilan Dua bulan.


"Iya Ayah... aku akan baik baik di perut bunda" jawab Aisyah menirukan suara bayi, membuat Aldi terkekeh.


Aldi berdiri dan memeluk sang istri.


Cup...


Cup...


Cup....


Aldi mencium kedua pipi istrinya dan kecupan sayang di bibir manis sang istri.


"Ayah juga sangat mencintai dan menyayangi bunda" ucap Aldi penuh cinta, membuat Aisyah berbunga bunga.


"Bunda juga sayang banyak banyak sama Ayah..." ucap Aisyah manja, dan menelusupkan wajahnya ke curuk leher Aldi.


Aldi melerai pelukannya, dan menatap Aisyah penuh cinta.


Cup...


"Kita sarapan dulu yuk, sayang...." ajak Aldi menggenggam tangan aisyah penuh kasih.


"Minum susu dulu" Aldi memberikan segelas susu coklat ke tangan sang istri.

__ADS_1


"Makasih Ayah..." suara manja Aisyah. Aldi hanya tersenyum lembut dan membelai kepala Aisyah penuh kasih.


"Nanti kak Citra sama Bang Bian mau main, katanya mau nginap" kata Aldi, tadi kakaknya itu menelpon Aldi, mengabarkan nanti sore akan datang ke rumah Aisyah itu, iya Citra dan Bian sudah beberapa kali main ke rumah Aisyah.


"Beneran... " Aisyah berbinar, dia senang kakak iparnya akan menginap.


Aldi menganggukan kepalanya.


"Adek mau makan pake apa?" tanya Aldi menunjukan menu makanan di atas meja ke sang istri


"Pake sup ikan, sambal sama pergedel aja bang?!" ucap Aisyah manja.


Beberapa saat selesai makan Aldi menyiapkan bekal buah buahan dan minuman buat sang istri, semenjak hamil selera Aisyah meningkat.


"yuk... berangkat nanti telat" ajak Aldi menggandeng tangan Aisyah keluar rumah.


"Mbok... kami berangkat ya..." saat mereka berpapasan dengan mbok yem, yang habis dari rumah Bi Wati dan Bi Ines mengantarkan makanan.


Aldi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang agar sang istri merasa nyaman.


Sesampai di kampus. Aldi mengantarkan Aisyah ke depan kelasnya.


"Masuk gih... abang juga mau ke kelas, sebentar lagi dosen abang masuk" ujar aldi mengelus kapala Aisyah.


Aisyah mengangguk tidak lupa dia mencium tangan Aldi dan Aldi membalas mencium jidat Aisyah.


Pemandangan itu di lihat oleh para mahasiswa di sana.


Banyak decak kagum yang di lontarkan oleh teman teman Aisyah.


"Gue ngak nyangka, kak Aldi yang kaku kek kanebo kering itu bisa tersenyum hangat"

__ADS_1


"Tapi itu hanya berlaku buat istrinya doang"


"Aisyah beruntung banget dapat kak Aldi"


"Kak Aldi juga beruntung dapat Aisyah, sama sama mereka mah"


Banyak celotehan yang di ucapkan oleh para mahasiswa di sana.


"Hai... Bumil... loe bawa apaan tuh..." tanya Dina, yang melihat di tangan Aisyah ada tentengan.


"Ini... gue tadi liat kue pancung" kekeh Aisyah, memamerkan kantong di tangannya, semenjak hamil Aisyah semangkin doyan makan, buat Aldi tentu senang, karena istrinya dan anaknya tidak kekurangan asupan gizi.


"Kok cuma kue pancung doang, biasanya banyak bekal loe bawa" heran Dina.


"Ada di dalam tas Abang, nanti kan istirahat bareng" kekeh Aisyah.


Dina mengerti lansung mengangguk.


Tak lama dosen masuk memberi pelajaran pertama.


"Ok... karena minggu depan libur, jadi saya akan kasih tugas, di kumpulkan pas pertemuan selanjutnya.


Selesai mata kuliah pertama Aisyah pergi ke kantin bersama Dina, di sana sudah ada Aldi menunggu dengan makan yang telah di pesan oleh Aldi, untuk sang istri.


"Waahh... abang tau aja klau Ais pengen somay" cengir Aisyah.


"Apa sih yang Aldi ngak tau selera Aisyah" goda Aris.


"Sudah sudah istri gue mau makan, kalian diam jangan ganggu, anak gue lapar" omel Aldi teman temannya lansung diam klau Aldi angkat bicara.


Mereka makan dalam diam, termasuk Aldi, yang sesekali menyuapi sang istri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2