Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 128


__ADS_3

"Assalam mualaikum..."


"Ais... kakak datang" teriak Citra dari pintu depan yang terbuka, namun tidak menampakan penghuninya.


"Huss... kakak ini, baca salam pake teriak teriak, di marahin warga baru tau rasa" omel Bian mendengar suara cempreng kakaknya membuat dia terjengkit kaget.


Entah lah... semenjak bertemu Aisyah sifat kakaknya berubah bar bar, namun Bian senang dengan sifat kakaknya yang serang, klau dulu kakaknya sombong dan angkuh, sekarang sudah berubah semenjak bersama keluarga Aisyah, mungkin pengaruh didikan juga bisa jadi, dulu adik kandung saja bisa dia benci dan musuhi sampai dia usir malah.


Dan bersyukurnya adiknya mendapatkan istri yang begitu menyayangi sang adik dan berada di lingkungan keluarga baik baik, bisa menuntu Aldi, Citra dan Bian ikut kecipratan kasih sayang dan sedikit demi sedikit Citra dan Bian mulai belajar agama, itu tak luput dari bantuan keluarga Aisyah.


"Kakak kan cuma teriak ke dalam rumah doang bukan ke luar rumah kok, jadi ngak ganggu tetangga, paling kamu yang kaget" kekeh Citra, Bian hanya memutar mata malas, memang itu kenyataannya.


Dari segi bicara yang biasa Citra dan Bian ngomong loe gue, kini berubah memanggil aku kamu kepada kakak beradik itu. kemajuan yang luar biasa.


Benar kata Pak Bayu dan Pak Diman, klau Bian dan Citra hanya salah didikan saja, jadi mereka jadi kasar, terbukti baru beberapa kali bertemu anak anak itu bisa berlaku sopan kepada mereka.


"Waalaikum salam..." masuk kak, bang" sahut Aldi dari dalam rumah. Aldi mencium tangan Citra dan Bian sebagai hormat adik kepada yang lebih tua.

__ADS_1


Bian dan Citra tidak tinggal diam, mereka menarik adiknya untuk di cium dan di peluk, sungguh hati Aldi jadi menghangat, perlakuan ini yang dari dulu Aldi harapkan, sekarang terpenuhi walau umur dia tidak muda lagi, Aciiieee calon Bapak berasa tua.


"Ini pintu kok di buka, klau ada orang masuk giman" omel Citra.


"Tadi Aldi duduk di teras, trus masuk mau ambil hp doang, ini mau balik lagi ke depan" jawab Aldi memperlihatkan hpnya.


"Oohhh... " Bian dan Citra hanya ber oohh ria.


Mata citra celingukan mencari adik iparnya namun tidak dia lihat keberadaan Aisyah.


"Hehehe... iya, kemana Ais kok ngak ada?" jawab Citra yang matanya masih sibuk memindai sekeliling rumah.


"Lagi kerumah Bi Wati, tadi di ajak kak Ines, paling ntar lagi nyampe, dia sudah tau kok, kakak sama abang mau datang" jawab Aldi panjang lebar.


Citra hanya mengangguk angguk saja, mendengar penuturan sang adik.


"Ya udah kakak ke kamar aja dulu mandi ganti baju, pasti gerah pulang kerja" Aldi memberi perintah.

__ADS_1


"Hehehe... tau aja kamu dek, ya udah... kakak mandi dulu" Citra lansung berlalu dari sana dan masuk ke dalam kamar tamu, dia sudah beberapa kali menginap di rumah Aisyah, jadi sudah tau kamar mana yang akan menempatinya.


"Abang mau mandi sekarang apa ntar" tanya Aldi ke Bian.


"Nanti aja, gantian sama kak Citra" ucap Bian, dia mendudukan pantatnya di kursi empuk di ruang tamu itu"


Aldi mengangguk tanda mengerti


"Abang mau minum apa?" tanya Aldi lagi.


"Air putih dingin aja deh, abang haus banget. mau ke belakang masih capek, tolong ambilin ya" ucap Bian dengan wajah imutnya. Tuh kan... sudah bisa ngucapin kata Tolong, dulu mah main suruh pakai bentakan pula.


"Laga mu bang" omel Aldi berlalu dari sana, untuk mengambil air minum permintaan sang abang, namun Aldi tidak hanya membawa minuman tapi ada buah dan kue.


Bian hanya terkekeh melihat kepergian adiknya dengan muka kesal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2