
Deg...
Apa yang abang lakukan, kenapa abang memeluk wanita itu? siapa dia? gue ngak boleh gegabah, gue harus tanya baik baik, gue ngak mau salah paham" gumam Aisyah.
"Ais... loe ngap apa apakan?" tanya Dina.
"Ngak apa apa, tenang aja" ucap Aisyah tersenyum palsu.
"kita ke sana Yuk..." ajak Aisyah.
"Loe yakin Sya.." putri.
"Yakin, kenapa emang?" tanya Aisyah.
"Ngak apa apa" saut Putri salah tingkah.
Akhirnya mereka menghampiri Aldi dan perempuan yang di peluk Aldi itu.
"Abang..."
Aldi melepaskan pelukannya dari Citra.
"Adek..." ucap Rido kaget.
Terlihat wajah sembab Aldi
Aisyah berdiri dengan mata berkaca kaca.
"Sini sayang..." ucap Aldi menarik Aisyah agar mendekat ke arah Citra.
__ADS_1
"Kenallin dia kakaknya abang?!" Aldi mengenalkan Citra.
Huuuff... lega.... gumam Aisyah dalam hati, rupanya itu kakak kandung Aldi, bukan pacar Aldi pikir Aisyah.
"Aisyah Kak" ucap Aisyah memperkenalkan diri.
"Kamu pasti istri Aldi ya?" tanya Citra.
"Iya kak" ucap Aisyah tersenyum.
"Kamu cantik banget sayang, tolong jaga Aldi ya, jangan sakiti dia seperti yang pernah kakak lalukan sama dia" ucap Citra dengan mata berkaca kaca.
"In Sha Allah... aku akan selalu jaga abang kok, dan tenang aja , abang juga banyak yang sayang kok, Paman, bibi, kakak kakak dan abang aku juga sangat menyayangi abang seperti anak sendiri" ucap Aisyah dengan tersenyum dan sedikit menyindir Citra.
Citra tersenyum dan dia tau Aisyah menyindir dia, tapi tidak apa apa, memang dia dan keluarganya jahat sama saudara kandungnya sendiri wajar Aisyah berbicara seperti itu Citra tidak marah, justru dia sedikit malu, karena sudah jahat sama Aldi.
"Klau gitu kaka berangkat dulu ya, takut telat" Citra lansung undur diri, hatinya juga sudah lebih plong, sudah bisa minta maaf sama adiknya itu.
Aldi melihat ke arah sang istri untuk minta izin, Aisyah yang di tatap lansung menganggukan kepalanya.
"Boleh kak..." Aldi memberikan nomor hpnya.
"Kakak klau mau ketemu abang datang saja ke rumah kami di jalan xx, tapi kami klau siang adanya di Cafe A&A" jawab Aisyah, memberitahu Citra, dia tau Citra dan Aldi masih sangat merindukan satu sama lain.
"Apa boleh" jawab Citra sumringah.
"Tentu saja boleh, asal kakak ngak jahat lagi" celetuk Aisyah.
"Baiklah... kakak janji ngak akan jahat lagi" ucap Citra sambil terkekeh.
__ADS_1
"Kakak berangkat ya da..." ucap Citra riang, dia sangat bahagia, dia bisa bertemu sang adik kapan saja, dan dia bersyukur adiknya tidak dendam sama dirinya.
"Di... Terimakasih sama semua kado yang kamu kasih buat kakak, semuanya sudah kakak pindahin ke kamar kakak" teriak Citra sambil melajukan motornya.
"Iya..." ucap Aldi juga tersenyum lepas dan dia juga senang kado darinya Citra terima, dan tidak di buang seperti yang dia pikir.
"Huffff...." Aldi membuang nafas leganya.
"Sudah senang, dapat peluk dari kakaknya" ucap Aisyah menggoda Aldi.
"Kamu ya..." Aldi lansung memeluk Aisyah dan mendaratkan ciuman di pipi sang istri dengan gemas.
"Ahahahha.... sudah kak, ini di jalan, masih di sekolah" teriak Aisyah yang ke gelian.
Aldi berhenti mencium Aisyah dan merapikan rambut Aisyah.
"Kok keluar? apa sudah pemberitahuan ke lulusan?" tanya Aldi.
"Belum, tadi Ais pengen beli cilok, eh... malah lihat abang lagi peluk pelukan" oceh Aisyah.
"Hehehe... maaf ya sayang, ngak pa apakan abang peluk kak citra, dia kan kakak kandungnya kakak?" tanya Aldi.
"Ngak pa apa, tapi awas aja klau sama cewek lain" ancam Aisyah mengangakat tangannya dan menarok di leher seolah olah ingin membantai Aldi.
"Hahaha... Iya sayang, mana mungkin abang mau pelukan sama cewek lain, selain kamu dan kak Citra, yang ada bukan kamu aja yang bantai abang seluruh keluarga kamu ikut membunuh abang" kekeh Aldi.
Aisyah juga ikutan tertawa dan membenarkan ucapan Aldi.
Bersambung...
__ADS_1
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih..."