Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 43


__ADS_3

Di dalam ruangan sana, tangan Aldi yang memegang tangan Aisyah tiba tiba bergerak, Aldi kaget tangannya di genggam erat oleh Aisyah dia melihat wajah Aisyah.


Mata Aisyah mulai membuka sedikit demi sedikit.


"Haaaauuuussss" ucap Aisyah dengan suara lirihnya.


Aldi lansung berdiri walaupun agak kesusahan, karena dia sendiri juga belum pulih.


"Ais.... aaiis sudah sadar?" dengan air mata masih meluncur di pipinya.


Ais hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis di bibirnya, dan mengedipkan ke dua matanya.


Jujur badan Aisyah rasanya remuk semua, dan kepala masing pusing, "minuuummm"


katanya pelan.


Aldi yang tersadar dari keterpakuannya langsung memencet tombol darurat di samping Aisyah.


Tak lama dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan Aisyah.


Keluarga yang sedang berada di luar ruangan Aisyah terperanjat kaget, karena dokter dan perawat masuk dengan terburu buru.


Seketika mereka panik dan cemas mulai melanda fikiran mereka.


"Kenapa Ais? ada apa ini? kenapa dokter sama perawat masuk terburu buru hiks... hiks... aku ngak mau ke hilangan Ais mas?!" tangis bi Wati pecah.


Suami bi Wati langsung memeluk ibu.


"Tenang ya, ais ngak pa apa, kita berdoa aja tenangin diri ya?!" sambil mengelus punggung bi wati.

__ADS_1


Yang lain tak kalah cemas, dengan situasi seperti ini, mereka menunggu dengan persaan campur aduk, dan muka tegang.


Ingin menerobos masuk ke ruangan Aisyah, takut di kata lancang, terpaksa mereka menunggu dengan harap harap cemas.


Di dalam ruangan, Aldi menyingkir ke samping memberi tempat buat dokter dan para perawat yang akan memeriksa Aisyah.


Setelah memeriksa Aisyah dokter pun kembali keluar.


"Dok, ada apa dok dengan Aisyah?" cemas Pak Bayu yang lain menunggu jawaban dari dokter.


Dokter tersenyum melihat kepada semua yang ada di sana.


"Alhamdulillah... Aisyah sudah siuman dan sudah melewati masa kritisnya" jawab dokter sambil tersenyum lega.


Semua langsung mengucap hamdallah...dan langsung tersenyum lega, lepas sudah beban


berat di pundak mereka, dan sesak di dada hilang seketika.


Dokter pun tersenyum dan menganggukan kepala dan berlalu dari sana.


Semua orang yang ada di luar selepas dokter pergi, berebutan masuk kedalam ruangan


Aisyah yang melihat paman, bibi dan para sepupunya masuk ke dalam ruangan tersenyum manis, walau badannya sakit dan lemah.


Bibirnya bergerak memanggil bibi dan pamannya, nyaris tak terdengar, saking lemah suara Aisyah.


"Ais sudah sadar nak, mana yang sakit, bilang sama bibi" ucap Bi Wati sendu.


Ais tersenyum mendengar perkataan bibinya.

__ADS_1


"semuanya sakit bi" dengan suara lemahnya


"Ais mau minum"? tanya pak Bayu.


Aisyah menggelengkan kepalangnya lemah.


"Sudah di kasih abang tadi" saut Ais sambil matanya melirik Aldi. Aldi lansung tersenyum kikuk, dengan muka sembabnya.


Aldi, merasa tidak enak sama keluarga Aisyah secara tidak sengaja, telah mencelakai Aisyah, menurut pikiran Aldi.


Pak Bayu menoleh kepada Aldi yang tertunduk di sana, dia tau Aldi pasti merasa tidak enak hati, lalu pak Bayu merangkul Aldi.


"sudah tidak apa apa, sekarang Aisyah sudah siuman, kamu jangan sedih lagi, jangan tidak enak hati begini, kamu ngak salah di sini, yang salah itu adalah yang ingin menabrak kamu!?" ucap pak Bayu, sambil menepuk pelan bahu Aldi.


Aldi mengangkat kepalanya, sabil menatap Pak Bayu dengan perasaan bersalah.


"Maaf pak, saya tidak tau klau Aisyah ingin menyelamatkan saya, malah Ais yang tertabrak" Aldi kembali menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah, tangannya saling bertaut, takut Pak Bayu dan keluarganya akan murka kepada Aldi.


"Kan tadi bapak sudah bilang, bukan kamu yang salah, yang salah itu si penabrak" ucap Pak Bayu menenangkan Aldi.


"Kamu istirahat dulu ya, kamu pasti juga lelah dan masih kesakitan nanti baru ketemu Ais lagi, kamu juga harus cepat pulih?!" ucap Pak Bayu.


Yang di anggukin Aldi dan melihat ke arah Aisyah.


"Ais abang istirahat dulu ya" ucap Aldi meminta izin kepada Aisyah.


Aisyah pun menganggukan kepalanya dan tersenyum manis, tanda dia mengerti.


Bersambung...

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2