Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 81


__ADS_3

Berhubung hari ini minggu jadi Aldi membiarkan sang istri tidur sampai siang, setelah sholat subuh tadi Aisyah tidur lagi, mungkin karena kemaren capek membantu di cafe dan malamnya mereka menghabiskan malam sampai larut.


Aldi berkutat di dapur membuat berbagai makanan beserta beberapa cemilan, karena keluarga mereka nanti siang mau kumpul di rumah Aisyah.


Ya semenjak cafe buka mereka belom pernah kumpul, mumpung hari ini libur, Aldi dan Aisyah kangen dengan keluarga besar mereka termasuk Pak Diman dan Bu Sri.


Tadi pagi pagi Aldi sudah menelpon para keluarganya yang mana di sambut senang oleh mereka, karena mereka juga sudah lama tidak makan masakan Aldi.


Ada sekitar 3 jaman Aldi berkutat di dapur seorang diri, sampai mbak yang membantu datang dia masih asik di dapur.


"Eh ada mas Aldi toh" tak kira siapa yang masak?" celoteh si mbak.


"Hehehe...Iya Mbok Yem!" cengir Aldi.


"Lho kok masaknya banyak banget emang abis itu berdua sama neng Aisyah!?" tanya Mbok yem.


"Nanti keluarga besar kami akan berkumpul Mbok! udah lama kami ngak kumpul makanya saya masak banyak jawab Aldi.


Mbok Yem cuma manggut manggut, "ya sudah mas, saya tak tinggal beres beres yang lain ya mase?" seru si mbok, meninggal kan Aldi di sana seorang diri.


"Iya mbok silahkan" , kata Aldi sopan.

__ADS_1


Selesai Aldi memasak dan membersihkan dapur yang berantakan, dia masuk ke kamar untuk membangunkan sang istri tercinta.


"Sayang... bangun yuk! udah siang ini, mau tidur sampai kapan ini hmmm...." kata Aldi lembut, sambil membelai rambut sang istri.


"Eunggghhh..... Aisyah menggeliat karena merasa tidurnya terganggu.


Dia tersenyum melihat sang suami ada di sampingnya, sambil menatap Aisyah lembut.


"Abang udah bangun, tanya Aisyah dengan suara seraknya.


"Belom masih mimpi!" jawab Aldi sambil mendusel pipi Aisyah.


Aisyah langsung mengerucutkan bibirnya.


"Udah dari tadi abang bangun sayang, udah bikin makanan kesukaan istri cantik abang ini juga sama cemilannya!" saut Aldi panjang lebar.


"Mandi gih, bentar lagi pasti kelurga kita datang, tadi abang ngundang mereka makan, udah lamakan kita ngak kumpul bersama?"


Mata Aisyah langsung berbinar, mendengar Aldi memasak makanan kesukaannya dan keluarga besarnya juga akan datang, dia semangat sekali dan tersenyum lebar.


Aldi tersenyum melihat sang istri begitu bahagia.

__ADS_1


"Gendong ya bang, ke kamar mandinya!?" dengan rengekan manjanya itu.


Aldi dengan senang hati langsung membopong badan mungil sang istri ke kamar mandi, tak lupa Aldi menduseli hidungnya di leher sang istri, yang membuat sang istri ke gelian.


"Abang ih... Geli tau" rengek manja Aisyah, dia juga menyukai sikap lembut sang suami dan selalu membuat dia terbang melayang.


"Udah mandi ya, abang tinggal ke depan, Ais mau minum apa?" tanya Aldi.


Di anggukin oleh Aisyah, Mau minum susu anget aja!" ucapnya.


Sebelum keluar dari kamar mandi, Aldi masih sempat m*****t bibir manis Aisyah dan tangannya sudah begerilya kemana mana, sebelum kelepasan, Aldi memberhentikan kelakuannya, dan keluar dari kamar mandi.


Selang setengah jam Aisyah keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi dan wajah yang sudah segar, dia melangkahkan kakinya ke dapur, untuk mencari sang suami di sana.


Benar saja suami tercinta itu ada di sana menyediakan sarapan untuk mereka berdua.


Sarapannya cuma susu hangat dan roti bakar, untuk mengganjal perut mereka sampai keluarga besarnya datang.


Aldi tersenyum melihat sang istri menghampiri nya di dapur, "duduk sini sayang, kita sarapan ini dulu sambil mereka datang!" ucap Aldi.


Dan di anggukin oleh Aisyah, mereka sarapan dalam diam, sesekali Aldi menyuapi sang istri, dengan roti yang ada di tangannya.

__ADS_1


Aisyah menerima dengan senang hati.


Bersambung....


__ADS_2