Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 175


__ADS_3

Hari berlalu minggu pun berlalu, ke hamilan Aisyah sudah memasuki bulannya, Aldi semakin protektif menjaga sang istri, beruntungnya Aisyah tidak serewel Citra yang suka mengerjai suami dan ke luarganya.


Pagi ini Aldi mengajak Aisyah untuk jalan pagi, di sekitar tempat tinggalnya.


Tangan Aldi tak pernah lepas menggandeng tangan Aisyah. Dia takut istri cantiknya itu tersandung.


"Waahhh... Aisyah lagi jalan pagi?" tanya Ibu ibu saat mereka berpapasan di jalan.


"Iya Bu..." jawab Aisyah dengan tersenyum ramah.


"Kaya nya sudah bulannya ya neng?" tanya sang ibu, melihat perut Aisyah yang sudah turun.


"Iya Bu, nunggu hari" jawab Aisyah lagi.


"Semoga persalinannya lancar, Ibu dan Anak sehat ya neng" do'a tetangga Aisyah itu.


"Aamiin... makasih ya bu do'a nya" ucap Aisyah dan Aldi tersenyum tulus.


Mereka terus berjalan sampai ke taman dekat tempat tinggal Aisyah itu.


"Capek sayang...?" tanya Aldi sambil mengelap keringat di jidat dan leher Aisyah, memakai handuk kecil yang sengaja Aldi bawa dari rumah.


"Sedikit..." ucap Aisyah sambil tersenyum manis menatap sang suami.


"Abang beli minum dulu ya, duduk manis di sini" titah Aldi sebelum meninggalkan Aisyah, Aisyah hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Aldi membeli minum dan tak lupa membeli beberapa makanan yang di jajan kan oleh para pedagang di taman itu.


"Abang beli apa?" tanya Aisyah melihat tentengan di tangan Aldi.


"Ini tadi ada abang abang kue pancung sama jajanan ini" ucap Aldi dan membuka beberapa jajanan di atas kursi panjang yang Aisyah duduki, sedangkan Aldi duduk di bawahnya.


"Umm... ini enak bang" ucap Aisyah sambil memakan klepon, begitu lah Aisyah setiap apa yang di belikan Aldi selalu ada kamentar enaknya, padahal cuma jajanan kampung dan di pinggir jalan yang di berikan oleh sang suami.


Aldi hanya terkekeh dan mengusap perut buncit sang istri, dia selalu senang klau membelikan makanan buat istrinya itu, hanya di bawahan makanan pinggir jalan, namun istrinya selalu menerima dengan mata berbinar, membuat Aldi bahagia.


"Makan yang banyak biar mama sama anak Papa ini sehat dan kuat saat saat bersalin nanti, papa sudah tak sabar menunggu kamu keluar sayanh" gumam Aldi, dan mengecup perut buncit sang istri.


Aisyah hanya tersenyum dan mengelus kepala sang suami penuh kasih dengan sebelah tangannya, sebelah tangan lagi masih sibuk menyuap makanan yang di belikan oleh suami baiknya itu.


Aldi mendongakan kepalanya, melihat sang istri, yang masih mengunyah jajanan pinggir jalan itu.


Aldi memijit mijit kaki sang istri yang sedikit bengkak karena kehilannya itu, dia tau pasti istrinya sangat tidak nyaman dengan keadaan kaki seperti ini, namun Aisyah tidak pernah mengeluh sedikit pun, cuma Aldi yang mempunyai tingkat kepekaan yang tinggi, klau di rumah, Aldi akan merendam kaki sang istri menggunakan air hanya.


Aisyah sungguh terharu mendapatkan perhatian dari sang suami, sungguh hatinya bahagiakan, dia jatuh di tangan yang tepat.


"Sudah bang... sudah enakan, jangan pijit terus, nanti abang capek" cegah Aisyah.


Aldi mendongak dan tersenyum lembut kepada sang istri.


"Ngak apa apa, abang senang kok mijit adek, kan adek begini gara gara ulah abang, makasih ya sayang, sudah mau mengandung anak abang" ucap Aldi dan mengelus perut buncit Aisyah.

__ADS_1


"Ngak usah terimakasih abang, ini sudah kodrat Aisyah sebagai wanita" ucap Aisyah bijak sambil mengelus pipi suami baiknya itu.


"Kalau gitu, habis lahiran nambah satu lagi ya, biar ngak pada rebutan di rumah nenek nenek sama kakek kake" ucap Aldi terkekeh membayangkan ke luarganya yang akan ribut minta menggendong bayinya.


Puk...


Aisyah memukul gemes bahu sang suami.


"Auu... sakit sayang, kok abang di pukul" sungut Aldi.


"Lagi abang ngadi ngadi, ini aja belum lahir masa sudah minta satu lagi, emang di kira Ais kucing, ngelunjak kadang kadang" sungut Aisyah dengan bibir mengerucut, membuat Aldi gemes.


Cup...


"Bibirnya bikin abang gemes" ucap Aldi setelah mencuri ciuman di bibir manis itu.


"Iss... tidak tau malu, ini di tempat umum" gerutu Aisyah.


"Biarin aja lah, bikin iri orang orang sesekali ngak pa apa, lagian yang di cium istri sendiri sah sah aja kok" ucap Aldi tanpa dosa.


"Ayo pulang.." sewot Aisyah meninggalkan sang suami dan dia berjalan mendahului Aldi.


"Haiii.... tungguin sayang, jangan jalan sendirian, nanti adek ke sandung" pekik Aldi mengejar sang istri.


Aldi lansung menggandeng tangan Aisyah, mereka pulang sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2