
Hari berganti, kini tibalah di mana Aisyah, harus kontrol ke rumah sakit, tapi Aldi tidak bisa menemani Aisyah, sebab Aldi harus masuk kuliah ada kuis mapel hari ini.
"Dek, abang ngak kuliah aja ya? mau nemenin Ais aja ke rumah sakit?!" rajuk Aldi.
Soalnya dari semalam Aisyah kekeh nyuruh Aldi untuk pergi kuliah, dia akan di anter oleh Pak Bayu, sudah di sepakati semalam bersama Pak Bayu cuma Aldi ingin ikut melihat hasil pemeriksaan sang istri.
"Denger ya suaminya Aisyah yang paling ganteng sejagat raya, suami sholehnya Aisyah, yang baik hati dan tidak sombong?!"
sambil memegang pipi Aldi yang sedang bersimpuh di hadapan Aisyah, kepalanya di tarok di pangkuan sang istri.
"Hari ini abang ada kuis dan di tambah lagi pelajaran abang sudah banyak yang ke tinggalan, nanti klau bea siswanya di cabut mau hmmm...?" bujuk Aisyah.
"Ngak!" kata Aldi sambil menggelengkan kepalanya,.
"Ya udah deh abang kuliah aja?!" sambil cemberut.
"Tapi nanti jangan lupa telepon abang!" sambil melotot, Aisyah bukannya takut, malah terkekeh, melihat wajah lucu Aldi yang lagi merajuk sama istrinya itu.
Entahlah semenjak Aisyah resmi menjadi istrinya, Aldi selalu menunjukan sisi kekanakannya yang suka di peluk dan di belai kepalanya sama Aisyah.
Aisyah memahami itu semua, suaminya selama ini kurang kasih sayang, jadi di saat ketemu orang yang nyaman, dia akan memperlihatkan sisi kekanakannya.
Tapi bukan bearti tidak dewasa, Aldi jauh lebih dewasa dari umurnya, dia juga selalu memanjakan istri cantiknya itu, sampai saat ini saja Aisyah tidak pernah di perbolehkan memegang kerjaan, semuanya Aldi yang melayaninya dan dia juga bisa memanjakan Aisyah, klau Aisyah lagi di mode manja.
*****
__ADS_1
beberapa waktu berlalu.
Aisyah sudah sampai di rumah sakit, dia menunggu Bu Ineke yang mendaftar di pendaftaran, Aisyah di temani sama Pak bayu.
Di tempat lain...
Aldi pun sudah sampai di kampus, lansung di sambut oleh teman temanya.
"Hai... bro! loe udah sembuh?, udah ngak ada yang berasa lagi kan!" tanya Doni.
"Udah malah semangkin sehat, ngak liat badan gue tambah bengkak" seloroh Aldi.
"Nih, gue udah bikinin catatan buat loe, biar loe ngak ketinggalan pelajaran" sela Aris.
"Makasih loe emang yang terbaik!", cengir Aldi.
"Eh... ada Elena, udah datang ya!?" balas Andi.
"Oh... ya Di? kenalin nih elena anak baru di kampus kita!" Andi pemperkenalkan Elena.
"Hai... kenalin aku Elena" sambil menjulurkan tanganmu untuk bersalaman.
Tapi Aldi cuma menganggukan kepalanya tampa membalas tangan Elena, dia sadar ada hati yang harus dia jaga, dari pada dia menyakiti perasaan sang istri lebih baik dia tidak mau berteman dengan perempuan.
Sikap dingin Aldi, semangkin jadi saja, tidak ada senyum di wajahnya, beda hal klau bersama sang istri dan keluarganya, dia akan berubah seperti kucing manis.
__ADS_1
Sikap Aldi yang seperti itu, semangkin membuat elena tertarik, dia ingin menjadi pacar Aldi.
"Keren nih cowok, gue suka sama loe!" guman Elena.
"Loe pasti akan bertekuk lutut sama gue, belom ada yang pernah menolak cinta seorang Elena!" dengan angkuhnya dia bermonolog.
Tidak tau saja Elena kalau Aldi sudah punya pawang, yang lebih cantik dan pinter dari pada Elena.
Sampai di dalan kelas Aldi langsung duduk di bangku yang biasa dia gunakan, Elena juga langsung duduk di sebelah Aldi.
Aldi langsung mengerutkan keningnya.
"Ngak pa apa kan klau gue duduk di sini?" tanya Elena basa basi.
"Kenapa di sini! masih banyak bangku kosong di sana!" tunjuk Aldi.
"Ngak gue pengen di sini aja!" saut Elena dengan senyum manisnya.
"Oh silahkan!" jawab Aldi.
Elena langsung tersenyum senang, karena Aldi tidak menolaknya.
Tapi tidak lama senyum itu langsung pudar, karena Aldi langsung berdiri dan pindah ke belakang dan duduk di samping Aris.
Elena hanya cengok melihat kepergian Aldi.
__ADS_1
"Cowok sialan, awas saja loe, sebentar lagi pasti juga bertekuk lutut di kaki gue" gumam Elena kesal.
Bersambung....