
Selesai sarapan, ke dua sejoli itu menghabiskan waktu di ruang tengah, sambil menunggu para kerabat mereka yang akan main ke rumah.
Aldi dan Aisyah sedang fokus menonton televisi, yang menayangkan film favorit Aisyah, Aldi pun sama fokus dengan kerjaan nya yang tertunda di kamar mandi tadi.
Tak puas Aldi bermain main dengan istri cantiknya itu, takut ke pergok juga sama Mbok yem, yang hilir mudik di dalam rumah, Aldi membopong tubuh sang istri ke dalam kamar, tak lupa mengunci pintu kamarnya.
Aldi bermain main dengan tubuh sang istri, sampai sang istri kelelahan.
Kini Aisyah kembali tertidur pulas di dalam pelukan sang suami tercinta, Aldi tak puas puasnya menciumi pipi caby sang istri, itu sama sekali tak mengganggu tidur sang istri, setelah puas dengan aksinya Aldi bangkit ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.
Kini keluarga besar mereka sudah berkumpul di rumah Aisyah.
"Dek, kapan kamu ujian?" tanya Ines.
"Klau jadwal ngak berubah, minggu depan udah ujian, kenapa kak? mau ajak Ais jalan jalan ya!?" tanya Aisyah.
"Iya, udah lama kita ngak shoping bareng!kaka pengen shoping sama Ais!?, ucap Ines, tapi boleh ngak ya? sama suami posesif kamu itu dek!?" Ines sedikit menggerutu.
Aisyah dan yang lain ikut tergelak, iya memang Aldi sungguh posesif sama Aisyah, itu ngak bisa di pungkiri sama keluarganya, Aisyah aja jarang mengerjakan pekerjaan rumah, semua di kerjakan sama Aldi, dia ngak mau istri cantiknya itu, kecapean takut kaki Aisyah sakit lagi.
__ADS_1
Karena itu lah Bibi dan pamannya mencari asisten rumah tangga, takut Aldi juga kecapean apa lagi sekarang dia semangkin sibuk dengan kuliah dan cafe setiap hari mangkin rame, karena paksaan keluarga besarnya Aldi mau tak mau menerima asisten rumah tangga.
"In Sha Allah, boleh lah sama abang yang penting ngak capek capek!" ucap Aisyah terkekeh.
"Dih, mana ada orang ke mall, pergi shoping ngak capek aneh!?" kesal Ines, semangkin ngakak orang orang di sana, Iya Ines sedikit sensi sekarang, karena dia jarang ketemu sama adek kesayangannya itu, selain sibuk sekolah, Aisyah juga sibuk mengekori sang suami, jadi lah waktu dia dan keluarga berkurang.
"Hahahaha....Iya iya kakak ku sayang? nanti Ais, izin sama babang tampannya Ais!?" sambil mencolek dagu sang kaka.
"Tapiii.... Ada syarat lho kak?" kata Aisyah.
"Apa syaratnya?" jawab Ines.
"Dih...Katanya udah punya suami, cafe rame terus, duit dari mana mana ngalir terus, tapi masih minta traktir sama jomblo!" sungut Ines, itu berhasil membuat yang di sana terpikal pingkal.
"Eit....Sebanyak banyaknya uang masuk!tapikan yang gratis itu tetap yang di cari!" kekeh Aisyah.
"Udah udah, nanti bahas tentang shopang shoping lagi! sekarang makan dulu yuk!cacing cacing di perut Bibi udah demo nih!" saut Bi Ines.
Dan di sini lah mereka berada di taman belakang, menggelar tikar di hamparan rumput, udah kayak orang piknik dan kebetulan buah buahan di taman itu juga lagi berbuah.
__ADS_1
"Di, kok makanan kamu dari ke hari semangkin ngak enak ya?" ucap sang ayah angkatnya itu, yang suka cari gara gara sama Aldi.
Padahal mah, sang ayah sudah nambah dua kali, itu membuat Aldi kesel.
"Apanya, yang ngak enak itu Bapak udah nambah dua kali!" sungut Aldi tak terima.
"Ah itu, pertama nyicipin, ke dua karena lapar aja sih? karena ngak ada makanan lain ya, terpaksa makan yang ada aja!" jawab sang bapak asal.
Yang lain cuma terkekeh, mendengar penjelasan Pak Diman, mana ada makanan Aldi ngak enak, malah mereka menunggu setiap kali Aldi ngajak makan di rumahnya ini, dasar sang Bapak aja yang suka cari ribut sama anaknya itu.
Ya maklum aja Pak Diman udah ngak ada lagi teman berantem di rumah, biasanya setiap hari dia perang mulut sama sang anak, semenjak anaknya sudah berkeluarga, Pak Diman sungguh kesepian, apa lagi semenjak cafe Aldi buka, belom sekali pun sang anak mampir ke tokonya, yang adak Orang tua itu terus yang datang ke rumah ini saat anak anaknya ini pada libur, tapi mereka semua memaklumi itu semua, yang penting setiap seminggu sekali atau ada hari libur anak anak mereka selalu menyuruh mereka datang ke rumah ini.
Ngak mungkin juga Aldi dan Aisyah mendatangi rumah mereka satu persatu dan kebetulan juga keluarga besar mereka lebih senang berkumpul di rumah Aisyah.
Karena rumah Aisyah taman depan dan taman belakang di buat senyaman mungkin sama Aldi, jadi lah mereka betah di rumah itu,
ngak usah piknik jauh jauh di rumah pun sudah nyaman, berkumpul bersama sambil bercanda ria dan membicarakan bisnis yang mereka geluti dan yang terpenting menonton pertengkaran ayah dan anak itu, sudah membuat hiburan tersendiri bagi mereka.
Terkadang membuat game, untuk seseruan.
__ADS_1
"Bersambung...."