Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 52


__ADS_3

Pagi telah datang, di mana orang orang mulai melakukan aktifitas mereka masing masing,


sama di rumah orang tua kandung Aldi, mereka sedang sarapan pagi bersama di meja makan, sebelum mereka melakukan aktifitasnya, Bian berangkat kuliah dan Citra akan berangkat kekantor tempat dia bekerja, sementara itu orang tua mereka akan ke kantor polisi melihat Angga, sekalian menanyakan keputusannya, mau memberikan uang atau tidak.


"Bu gimana keputusannya dengan abang? apa kalian akan membebaskannya?" tanya Bian.


"Kita lihat saja nanti, apa keputusan dari Bian, memberikan uang itu atau dia bertahan di dalam hotel prodeo itu, terserah padanya!" tegas Bapak.


Mendengar ucapan dari kepala keluarganya itu, membuat mereka tersentak kaget, tak biasanya sang Bapak bicara setegas ini, yang biasanya menyikapi masalah santai dan cuek, tapi apa kali ini seperti bukan orang yang mereka kenal.


"Lho....!! kok gitu pak, walau gimana pun Angga anak kita loh Pak, dan klau angga di tahan pasti semua orang akan tau, dan ibu ngak mau ya orang orang menggunjingi kita, dan ibu di jauhi sama teman teman ibu, pokoknya Bapak harus cari cara untuk ngeluarin Angga dari kantor polisi, Ibu ngak mau tau titik...!! oceh Bu Isni emosi.


"Klau Ibu mau mengeluarkan Angga silahkan, Bapak udah ngak punya uang, lagian Ibu jadi perempuan boros banget, di kemana kan uang hasil penjualan tanah kemaren haahhhh...!!! semua habis ngak tau kemana sama Ibu!! sekarang terserah aku sudah angkat tangan" Pak Burhan lansung pergi dari meja makan, dia tidak jadi sarapan, dia sudah tersulut emosi, rasa lapar yang dia tahan dari tadi hilang seketika.

__ADS_1


"Loe sih.. di meja makan nanyain masalah Bang Angga lihat gara gara loe, bapak ngak jadi makan" sewot Citra.


"Ya maaf, mana gue tau klau reaksi Bapak akan seprti itu, biasanya ada masalah dia cuek dan santai ngak kayak sekarang" jawab Bian membela diri.


"Ibu juga kok uang sebanyak itu habis, emang Ibu kamanain uang sebanyak itu?" tanya Citra.


"Ya Ibu shoping lah! sama teman teman Ibu dan traktir mereka makan, emang salah gitu? ibu melakukan itu biar mereka tidak memandang rendah keluarga kita" jawab Bu Isni, dengan muka tanpa dosanya.


"Bu, harusnya Ibu bisa hemat sedikit Bu, masa uang sebanyak itu sudah habis sama ibu" Citra geleng geleng kepala Bian pun ikut menatap ibunya tak percaya.


Ncek....!!


Jangan salahin Ibu, itu kan salahnya Angga ngapain melakukan sesuatu ngak mikir dulu, ujung ujungnya malah nyusahin kita kek gini" sungut Bu Isni tak terima di salahin.

__ADS_1


"Gimana klau kalian berdua patungan buat ngeluarin Angga dari penjara" oceh Bu Isni.


"Aa-apa...!!! Aku ngak mauuu....!" Citra dan Bian menyahut serempak.


"Enak saja dia yang salah, kok malah kita yang harus ngeluarin duit, dia kan juga punya uang sendiri, belom lagi dia dapat gaji setiap bulan" saut Citra tidak terima.


"Angga nya juga ngak mau, soalnya dia itu mau beli mobil baru, mobil lamanya udah ngak enak di pakai" jawab Bu Isni.


"Dia juga udah terlanjur ngomong sama teman teman dan pacarnya, klau ngak jadi ganti mobil, kaka kalian bisa di gosipin ngak mampu kan yang malu kita juga" ucap Bu Isni.


Membuat kedua anaknya melongo tidak percaya. Angga yang berbuat dan Angga juga yang tidak mau mengeluarkan uang, kedua adik beradik itu hanya geleng geleng kepala tidak percaya.


Bersambung...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2