
"Terima kasih sudah mencintai abang"
"Terima kasih sudah mau menjadi pendamping hidup abang, sekarang abang punya tujuan dalam hidup abang, sekarang abang sudah tau kemana mau pulang" isak Aldi sambil memeluk Aisyah.
Aisyah tau kalau Aldi menangis, dia langsung membalas pelukan Aldi dan mengelus punggu Aldi dengan lembut.
"Abang ngak boleh lemah lagi, abang harus kuat, ingat sekarang ada Aisyah yang selalu menunggu abang pulang, yang selalu ingin berada di samping abang" ucap Aisyah sambil membelai punggung Aldi.
Aldi menggangukin kepalanya, "abang janji setelah ini akan kuat! sekarang udah ada orang yang selalu mendukung abang, ada orang yang akan menguatkan abang saat rapuh" ucap Aldi yang masih sesegukan dalam dekapan Aisyah istri cantiknya.
Mereka tidak tau saja, klau di luar sana, banyak orang yang sedang menguping pembicaraan mereka, orang yang tadinya izin untuk pulang, malah berdiri di luar sana, sambil menajamkan pendengarannya, agar bisa menguping pembicaraan sepasang pengantin baru yang lagi hanimun di rumah sakit itu, hehehe... tidak perduli kakinya pegal, yang penting bisa nguping, hahahha....
"Dek nanti mau ngak sekali kali kita nginap di rumah orang tua abang?" tanya Aldi.
__ADS_1
Seketika Otak mini Aisyah langsung bleng, yang ada di fikiran Aisyah, Orang tua kandung Aldi, bukan Pak Diman.
"Emang abang masih mau nginap di rumah Orang tua abang?, setelah apa yang mereka lakukan sama abang?" tanya Aisyah sedikit kesal.
Aldi mengerutkan keningnya, masih mencerna ucapan Aisyah, emang apa salahnya klau nginap di rumah Pak Diman, apa Aisyah ngak bisa menerima Pak Diman, sebagai orang tua nya, walaupun Pak Diman dan Bu Sri bukan orang tua kandungnya.
"Emang abang masih memaafkan mereka?dan sekarang lihat lah kita terkapar di rumah sakit ini, juga gara gara saudara abang! tapi tidak sedikit pun orang tua abang perduli sama abang, datang kesinipun ada gitu nanya kabar abang, sakit ngak badan abang ngak kan? kok abang masih bisa ingin nginap di sana?" cerocos Aisyah panjang lebar.
Aldi lansung tersenyum, ternyata pikiran dia dan Aisyah berbeda, Aldi yang merasa Aisyah tak menerima Orang tua angkatnya, dan Aisyah merasa Aldi tidak ada kapoknya ingin nginap di rumah orang tuanya, sudah banyak hal yang membuat Aldi terluka, masih bisa memaafkan orang tuannya, Aisyah merasa heran, segitu besarnya cinta Aldi untuk Orang tuanya.
"Oohhh.... kirain Ais kerumah orang tadi" menunduk malu, karena sudah salah sangka.
Aldi tersenyum melihat sang istri salah tingkah.
__ADS_1
"Jadi gimana? mau ngak sesekali kita nginap di rumah orang tua abang?" tanya Aldi.
"Ya mau lah, klau kerumah pak Diman, tapi klau ke rumah orang yang satu lagi Ais ngak mau! ogah abang aja sendiri!", sambil mencibikan bibirnya, dan akhirnya bibir cerewet itu, dapat hukuman dari Aldi.
Di luar sana, perasaan mereka tidak bisa di gambarkan, ada senang, haru, sedih, pokoknya nano nano.
Pak Diman dan Bu Sri tidak bisa menahan harunya, ternyata anak angkatnya itu tidak melupakan mereka, walau sudah mempunyai keluarga.
"Ais nanti mau belajar masak sama ibu! pengen tau masakan kesukaan abang apa?nanti Ais bisa masakin buat abang!?" jawab Aisyah.
Ucapan Aisyah membuat Aldi tersenyum lebar, istrinya berniat mencari tau apa kesuakaannya dan masakan apa yang dia suka, dan ingin belajar dengan ibunya, hati Aldi langsung menghangat.
"Klau tidak salah, sekolah Ais kan ngak jauh dari rumah Ibu deh bang?! nanti Ais pulang sekolah langsung ke rumah Ibu aja! kan abang pulang kuliah tinggal samper Ais ke sana?!" ucao Aisyah dan anggukin setuju sama Aldi.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" sambil memeluk Aisyah.
Bersambung....