Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 163


__ADS_3

"Adek yakin, tetap mau pesta bareng Kak Citra, klau ngak, ngak usah sayang, jangan maksain diri, abang ngak mau kamu sedih?!" tutur Aldi lembut kepada sang istri saat mereka sudah sampai di rumah sendiri.


"Yakin kok bang, abang ngak usah khawatir, Ais sudah memikirkannya mateng mateng, lagian Ais juga pengen ada foto pernikahan kita, terpajang di rumah ini" kekeh Aisyah dan tersenyum kepada Aldi.


Cup....


Satu kecupan di layanhkan oleh Aldi di bibir **** sang istri.


"Baik lah, klau gitu, tapi nanti klau capek ngak usah maksain sampai selesai ya, sebentar aja, abang takut kamu kecapean dan sakit" keluh Aldi.


"Siap suami ganteng Aisyah...." Aisyah memeluk tubuh suaminya itu.


"Bang, nanti klau anak anak kita melihat foto pernikahan kita, pasti ngomong kek gini, Bunda, kenapa Bunda sama Ayah foto cakep kaya gini aku ngak di ajak, aku kan juga mau ikut!, trus Aisyah jawab gitu, kamu ikut foto sayang lihat saja perut bunda, buncit kan, karena ada kamu di dalamnya" kekeh Aisyah berasa lucu.

__ADS_1


"Ahahaha.... kamu ini, ada ada saja sayang, dapat pikiran dari mana itu?" ucap Aldi yang masih terbahak mendengar celotehan sang istri.


"Kemaren Ais lihat di tok tok ada anak anak nanya sambil nangis nangis sama orang tuanya, karena anaknya ngak di ajak ikut foto kaya gini" kekeh Aisyah.


"Oh ya dek, itu abang Bima kenapa ngebet banget ya mau nikah, pengen buru buru?" kekeh Aldi yang tidak habis pikir dengan pria dingin itu.


"Ngak tau mungkin udah kebelet kali, maklum abang kan umurnya sudah masuk 30 th, sudah waktunya buat nikah" jawab Aisya lugas.


"Ya sudah ke kamar yuk... abang pengen jenguk dedek bayi" ucap Aldi lansung membopong sang istri ala ala pengantin baru.


Aisyah tidak menolak sedikit pun, dia melingkarkan tangannya di leher sang suami, malah dia yang beraksi duluan, menyosor cantik ke bibir Aldi.


Aldi menjatuhkan Aisyah hati hati di atas kasur, dengan bibir saling bertautan, setelah menarok Aisyah dia lansung mengukung sang istri di bawahnya, selanjutnya kalian boleh berhayal sendiri hehehe...

__ADS_1


Dua jam berlalu Aldi menyelesaikan tugasnya, dan dia lansung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan keluar membawa baskom berisi air, dan waslap buat ngelap sang istri, agar sang istri bisa tidur nyenyak tanpa merasakan lengket di badannya.


Aldi melap sang istri dengan penuh kelembutan, sesekali dia mengecup tubuh sang istri yang sudah anteng mengarungi dunia mimpi, dia terkekeh sendiri melihat tubuh sang istri yang sudah tidak mulus lagi, ulah perbuatannya sendiri.


"Gue ganas juga ya... badan istri gue sudah kaya macan tutul gini" kekeh Aldi, sambil mengelap tubuh polos sang istri, mata Aldi tak berkedip memandang tubuh bumil itu, semakin besar ke hamilan sang istri, semakin **** pula istrinya itu menurut Aldi, hingga dia tak pernah puas untuk meminta jatahnya, dan beruntung sang istri tidak pernah menolak keinginannya.


Selesai menglap sang istri, Aldi memakai kan pakaian sang istri dengan daster rumahan, setelah itu baru lah Aldi ikut berbaring di samping sang istri.


Cup...


"Tidur yang nyenyak istri cantik abang, jangan lupa mimpi indah" bisik Aldi sambil memeluk sang istri, dan dia juga ikut menutup mata, menyusul sang istri ke alam mimpi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2