Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 176


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Aisyah dan Citra sedang berjalan jalan santai di taman belakang, tak ada yang menemani mereka, karena orang orang pada sibuk kerja, dan bi wati, bi Ineke dan Bu sri lagi kepasar mencari beberapa ke butuhkan Aisyah dan bayi nya masih kurang.


Aldi sedang di kamar mandi sedang membersihkan kamar mandi, yang sedikit licin, dia takut sang istri terpeleset di kamar mandi, Aldi dan Aisyah memang tidak pernah mau kamarnya bersihkan oleh orang lain, menurut mereka itu adalah area privasi mereka.


"Dek... kamu kok pucat" tanya Citra melihat wajah Aisyah yang memucat, jadi khawatir.


"Perut Ais, sakit kak" keluh Aisyah kepada Citra.


"Ya Allah... apa kamu mau lahiran, tunggu sebentar, kaka panggil Aldi dulu ya, kamu duduk sini, jangan kemana mana" titah Citra sedikit panik.


Citra berjalan sedikit terburu buru, namun tetap berhati hati, karena dia sendiri juga sedang hamil besar.


"Di... Aldi..." teriak Citra dari ruang tamu menaggil sang adik.


"Ada apa Cit...?" tanya Bu Isni yang baru datang dari rumahnya.


"Itu Aisyah kayanya mau lahiran deh Bu, pucat dia trus ngeluh sakit perut.


"Haa... sekarang dimana Aisyah" panik Bu Isni.


"Ada di taman belakang" saut Citra yang sudah masuk ke dalam rumah, mencari Aldi.


Bu Isni lansung gegas mencari keberadaan sang menantu.


"Sayang... perut kamu sakit?" tanya Bu Isni saat sudah sampai di dekat Aisyah.


"Iya Bu, sakit banget" jawab Aisyah lirih, karena perutnya sedang mules, dan keringat mulai membanjiri tubuhnya.

__ADS_1


"Sakit Bu.. hiks... hiks...." adu Aisyah kepada sang mertua.


"Iya sakit, nikmati prosesnya ya nak, dedeknua sudah pengen ketemu kita semua" hibur Bu Isni sambil mengelus perut Aisyah.


"Usap Bu, pinggang Ais, rasanya panas banget" keluh Aisyah minta di usap oleh sang mertua, dengan senang hati Bu Isni mengusap Pinggang menantunya itu, sambil bershalawat.


Aldi lari terburu buru ke taman belakang, mendengar istrinya mau lahiran.


"Sayang...." panggil Aldi.


"Abang sakit...." adu Aisyah dengan air mata yang sudah meleleh.


"Iya sakit sayang, tahan ya.. kita ke rumah sakit sekarang, sini abang gendong" ucap Aldi.


"Ngak Ais jalan aja, masih kuat kok, tapi di papah" pinta Aisyah.


"Baik lah..." Aldi dan Bu Isni menuntun Aisyah untuk ke dalam rumah, dan mengambil perlengkapan yang sudah di siapkan jauh jauh hari, dan lansung membawa Aisyah ke rumah sakit.


"Fokus sama jalanan aja Di, jangan lirik lirik ke belakang terus" tegur sang Ibu.


"Iya bu..." patuh Aldi, sungguh dia tidak tega melihat sang istri yang sedang menahan rasa sakit.


Tak lama mobil Aldi masuk ke area rumah sakit dan lansung menuju ke pintu IGD perawat dengan cepat tanggal membawa kursi roda untuk Aisyah.


Bu Isni ikut turun menemani Aisyah dan Aldi pergi memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, baru menyusul sang istri.


Aldi berlari ke IGD setelah memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Dan dia mondar mandir di depan pintu IGD menunggu panggilan dari dokter atau perawat dari dalam sana, sementara Bu Isni ikut masuk ke dalam ruang IGD.


"Ya Allah... lancarkan persalinan istri hamba Ya Allah... Aldi mulai mulai melafazkan ayat ayat suci di dalam hatinya.


"Aldi..." Panggil Pak Bayu dan di belakangnya sudah penuh rombongan keluarga besar Aldi itu.


Aldi menoleh ke arah suara yang memanggil nya.


"Paman...." ucap Aldi, dengan raut gelisahnya.


"Gimana keadaan Aisyah?" tanya Pak Farhan.


"Masih di dalam, belum tau, dokter belum ada yang keluar" keluh Aldi.


"In Syaa Allah... baik baik saja, kamu tenang jangan panik" Pak Bayu menepuk bahu Aldi dia tau Aldi panik dan tegang.


Tak lama Dokter keluar dari dalam ruangan.


"Suami Bu Aisyah" panggil nya.


"Ya, saya dok" sahut Aldi.


"Begini, pembukaan Bu Aisyah sudah masuk pembukaan 8, jadi dia harus segera di bawa ke ruang bersalin" ujar Dokter itu.


"Iya Dok, tolong lakukan yang terbaik buat istri saya" ucap Aldi penuh hormat.


"Baik lah, tapi bapak tolong urus ke administrasi dulu" ujar Dokter itu memberikan kertas lembaran kepada Aldi.

__ADS_1


"Terimakasih Dok" ucap Aldi dan berjalan ke arah Administrasi yang tidak jauh dari sana.


Bersambung....


__ADS_2