
Wajah Bima berseri seri membawa Rujak pesanan sang istri, tidak hanya membaya rujak mangga muda, Bima juga membeli beberapa cemilan dan es buah, tangannya penuh tentengan.
"Wihhh... abang, bawa banyak makanan nih" seru Aisyah ke girangan melihat makanan di tangannya.
"Tadi lagi beli Rujak, banyak orang jualan, ya udah abang beli aja semua" kekeh Bima.
Yang lain hanya terkekeh melihat kelakuan Bima, beruntungnya di rumah, ibu ibunya belum bergerak ke dapur.
"Ini sayang... mau abang suapin?" tanya Bima kepada sang istri.
"Makasih abang... ngak usah, aku makan sendiri aja" ucap Citra berbinar melihat rujak buah.
Yang lain sudah heboh membuka bungkusan makanan yang di bawa oleh Bima, Aldi dengan sigap mengambilkan makanan buat Aisyah.
"Adek mau apa?" tanya Aldi mengelus kepala Aisyah.
"Mau cakwe sama es buah aja" jawab Aisyah tersenyum manis kepada suami baiknya, dan di anggukin oleh Aldi.
"Beli dimana bang?" tanya Ines.
"Taman kota, keknya lagi ada acara di sana, rame banget" tutur Bima
"Kan minggu bang, ya rame lah, orang pada joging" kekeh Sita.
__ADS_1
"Eh... iya iya..." cengok Bima.
"Ncek baru mau punya anak satu, sudah pikun" ledek Pak Diman.
"Maklum Pak, tadi ke girangan tau bini lagi hamil, jadi lupa segalanya" kekeh Bima, mengelus perut rata Citra di depan semua orang, membuat wajah Citra bersemu merah, dia belum terbiasa mesra mesraan di depan umum seperti Aldi, yang selalu menujukan kasih sayangnya kepada sang istri.
"Jangan makan rujak aja sayang, makan yang lain juga, itu abang beli makanan banyak" tegur Bima lembut.
Citra hanya mengangguk dan tersenyum kepada sang suami.
"Mau apa? abang ambilin" paksa Bima, yang gemes melihat istrinya itu yang masih saja mencocol mangga muda tiada henti, padahal dia sudah banyak membeli makanan, biar Citra memakannya, ehh... istrinya malah makan cuma mangga muda doang.
Mata Citra memindai setiap makanan di sana dan akhirnya pilihannya cuma jatuh sama klepon.
"Ya udah.... pasrah Bima, dia melihat sang istri tidak minat dengan makanan yang berjejer di atas meja itu.
"Bu aku mau makan gule ikan mas bu" pinta Citra dengan menelan ludahnya.
"Mau di bikinin serang?" tanya Bi Wati semangat.
"Boleh jawab Citra malu malu, tapi di campur kacang panjang ya Bu..." pintanya lagi.
"Baik lah, untung mintanya ngak aneh aneh dan syukurnya bahan yang di minta Citra tersedia di rumah.
__ADS_1
Bu Wati lansung berdiri, namun berhenti karena suara Citra.
"Aku pengen Paman sama Ayah yang ngambil ikannya di kolam situ pakai tangan" ucap Citra dengan muka mupengnya.
"Apaa....!!" pekik Pak Farhan dan Pak Bayu, hampir saja mereka tersedak sama es buah yang mereka minum.
"Aku pengen Ayah sama paman nangkap ikan nya, tapi hanya pakai tangan tampa bantuan pancing apa jaring, Paman sama Ayah nyemplung ke kolam" tutur Citra.
"Astaga... Bima, anak kamu, baru dua minggu sudah ngerjain kami" keluh Pak Bayu, Pak Farhan lansung lemes seketika, yang lain hanya ngakak melihat penderitaan dua bapak itu.
"Bukan salah Bima, itu kemauan anak Bima" ucap Bima bela diri, yang tidak mau di salah kan.
"Kacang panjangnya mau Pak Diman yang metik sambil goyang poco poco" pinta Citra lagi.
"Astaga... saya juga kena?!" keluh Pak Diman.
Citra hanya mengangguk tanpa dosa sambil memakan klepon.
"Bim, kamu yang nyetak, kenapa kami yang menderita" keluh Pak Farhan.
"Bearti anak Bima mau kenalan sama para kakeknya" seru Bima nyeleneh.
"Udah udah buru sana ambil ikannya, sama kacang Panjang" titah Bu Ineke.
__ADS_1
Bersambung...